Benci Tapi Cinta

Benci Tapi Cinta
Episode 65


__ADS_3

......


Romi : "Apa... Dokter tadi bilang apa ??? Hamil??"


Dokter : "Iya istri anda hamil sudah jalan 12 hari. Selamat yah.."


Mami Wanda : "Hamil.... ahhh jeng kita bentar lagi bakal nimang cucu." (jingkrak-jingkrak)


Mami Dona : "Ahh..... iya jeng aku senang deh dengarnya."


Frans : "Alhamdulillah..."


Reynold : "Selamat yah nak bentar lagi kamu jadi papa."


Romi : "Iya pi makasih."


Siska : "Yehhh... bentar lagi Siska punya ponakan"


Dokter : "Tadi diam sekarang ribut lagi" (batin dokter) "Kami harap kalian menjaga suara anda karena ini rumah sakit. Dan sebelumnya sekali lagi saya ucapkan selamat buat kalian. Kalian bisa masuk menjenguk pasien."


Romi : "Makasih yah dok."


Dokter : "Iya sama-sama."


Di dalam kamar rumah sakit


Romi : "Sayang kamu tidak apa-apa?"


Rana : "Iya... Rom, aku...."


Romi : "Iya aku tau, kamu hamil kan. Mulai sekarang kamu harus banyak istirahat dan jangan gampang stress yah." (mengusap kepala Rana)


Rana : Hanya mengangguk


Mami Wanda : "Sayang... selamat yah, jaga baik-baik kandungan kamu jangan sampai kamu kecapean karena hamil muda itu rawan banget."

__ADS_1


Mami Dona : "Iya sayang mami Wanda betul, jangan sampai kamu kecapean apalagi stress iti bisa terpengaruh dengan janin kamu."


Rana : "Iya mi, maaf sudah merepotkan kalian semua."


Semua : "Tidak apa-apa."


Frans : "Karena Rana sudah baikan dan Rana juga tidam kenapa-napa kita pulang yuk. Aku harus masuk kantor soalnya."


Reynold : "Iya kamu benar besok harus masuk kantor kita. Ayo mi kita pulang."


Mami Dona : "Tapi pi, aku mau jagain anakku Rana."


Siska : "Iya pi aku juga mau jagain kak Rana."


Romi : "Kalian semua pulang saja, biar saya jagain Rana kebetulan jadwal kelas saya besok lagi kosong."


Mami Wanda : "Ya sudah kalau begitu kami pulang yah. Nak Rana kamu istirahat yang banyam yaj sayang." (mencium kening Rana)


Rana : "Iya mi, makasih. Hati-hati"


Siska : "Siska juga mau peluk" (memeluk Rana beserta maminya) "Kak Rana banyak istirahat yah kak jangan sampai pingsan lagi."


Rana : "Iya dek, mi. Makasih sudah khawatir sama Rana. Kalian hati-hati pulangnya."


Romi : "Sini saya antar."


Frans : "Tidak usah nak, kamu jagain istri kamu di sini. Jangan sampai dia pingsan lagi."


Reynold : "Papi kamu benar, jagain istri kamu saja di sini."


Romi : "Iya pi."


Setelah semuanya pulang, tersisalah Romi dan Rana di kamar rumah sakit tersebut


Romi : "Maafin aku yah sayang, di saat kamu pingsan aku tidak berada di sisi kamu." (memegang tangan Rana)

__ADS_1


Rana : "Nggak apa-apa, malah aku yang minta maaf. Karena sudah menyembunyikan, bahwa aku sedang tidam baik-baik saja tapi malah aku bohongin kamu bahwa aku sudah tidak pusing lagi tidak mual lagi. Aku cuma mau terlihat kuat di depan kamu bukannya lemah."


Romi : "Aku janji tidak akan meninggalkan mu lagi. Dan mulai dari sekarang jangan ada yang di tutup-tutupi di antara kita berdua. Baik utu aku maupun kamu." (menjulurkan jari kelingkingnya)


Rana : "Iya aku janji.


Romi : "Ya sudah kamu istirahat yah, jangan sampaj anak kita kenapa-napa." (mengusap perut Rana)


Rana : Hanya menangis


Romi : "Kamu kenapa menangis ??" (mengusap air mata Rana)


Rana : "Aku cuma tidak menyangka, padahal dulunya aku tidak mau banget mengandung anak kamu karena waktu itu aku benci banget sama kamu."


Romi : "Yang dulu biarlah berlalu, yang penting kan sekarang sayang, tapi bagaimana sekarang apa kamu senang mengandung anak aku dalam perut kamu.??"


Rana : Langsung memeluk Romi "Ya jelas senang lah sayang bahkan aku tidak tau harus mengatakan apa saking senangnya."


Romi : "Aku senang dengarnya, mulai dari sekarang kamu jangan banyak istirahat yah. Kamu absen dulu kuliahnya."


Rana : "Tapi, kemarin kan aku sudah banyak liburnya masa libur lagi."


Romi : "Tunggu izin dokter dulu, kamu kan juga keadaannya kadang-kadang masih pusing dan mual-mual. Yah, kamu jangan masuk dulu yah nanti supaya anak kita tidak kenapa-napa, dan ingat jangan gampang stress."


Rana : "Iya... iya... Bawel ah seperti biasa."


Romi : "Kamu tidur yah."


Rana : "Tapi nyanyiin..." (ucapnya sangat manja)


Romi : "Kamu juga manjanya seperti biasa."


Rana : Hanya tersenyum dan memeluk Romi


Jangan lupa like share dan komen

__ADS_1


__ADS_2