Benci Tapi Cinta

Benci Tapi Cinta
Episode 48


__ADS_3

Anton bertanya kepada Rana apakah dia mencintai suaminya Romi saat ini atau tidak. Sebab Anton berharap dia tidak mencintainya karena ingin kembali kepada Rana dan memulainya dari awal lagi. Akan tetapi, tentu saja Rana akana mengatakan dia sangat mencintai suaminya Romi dan hanya Romi yang ada di hatinya saat ini


Anton : "Iya Rana, makasih yah.. Ohh iya boleh aku tanya sesuatu kepada kamu ??"


Rana : "Tentu saja kak.. Apa itu??"


Anton : "Apakah kamu mencintai suami kamu? dan apakah kamu bahagia bersamanya saat ini??" (ucapnya yang langsung memengang tangan Rana saat itu)


Rana : (Melepas pegangan Anton) "Hemm.. Ma.ma.maaf kak.. Ta.ta.tapi.. tapi aku rasa i.itu.. itu adalah pertanyaan yang bodoh, karna.. Karena tidak mungkin aku menikah dengannya jika aku tidak mencintainya dan.. dan aku sangat bahagia bersamanya saat ini. Dan dihatiku hanya untuk suamiku seorang" (ucapnya yang hanya ingin agar Anton melupakannya)


Anton : "Benarkah? Jadi.. jadi aku sudah tidak ada kesempatan lagi!??" (sedih mendengar jawaban Rana)


Rana : "Hmm.. Kak mari kita lupakan masa lalu dan memulai kehidupan kita yang baru dengan menjadi sahabat seperti waktu kita masih kecil dulu.. dan aku harap hubungan kita saat pacaran dulu dapat kita lupakan dan kita kubur dalam-dalam bersama dengan kenangan kita yg sudah hilang sejak dulu. Aku yakin kok, kak Anton pasti bisa mendapatkan jauh lebih baik dari aku. Makanya kita tidak berjodoh sebab Allah sudah menyiapkan wanita terbaik buat kakak suatu saat nanti"


Anton : "Hhmm.. Baiklah jika itu keinginan kamu.."

__ADS_1


Rana : "Aku harap kak Anton mengerti apa maksudku."


Anton : "Iya aku mengerti kok."


Rana : "Ohh.. iya kaka Anton kepalanya masih sakit??"


Anton : "Sudah tidak kok."


Rana : "Ohh.. kalu gitu aku pamit yah kak."


Anton : (Tiba-tiba kembali memegang tangan Rana) "Tapi Rana satu hal yang harus kamu tau, bahwa kapan pun kau lelah dengan pernikahanmu maka di situ akan ada aku yang selalu siap untuk menunggumu.."


Anton : (Terlihat sedih) "Hmm.. Iya.. Makasih ya dek, karena sudah rawat aku dari tadi."


Rana : "Iya kak, sama-sama.. Ya sudah kakak istirahat yah, aku keluar dulu.."

__ADS_1


Anton : "Hmm.."


Rana : Membuka pintu dan keluar dr kamar Anton..


Anton : "Apa itu benar Rana yang kamu ucapkan tadi, aku sudah tidak punya harapan dan ruang untukku. Aku harap suatu saat nanti kamu kembali dalam pelukanku." (Ucap Anton yang masih berharap kepada Rana)


Romi : (Baru saja tiba di hotel dan melihat Rana yang baru keluar dari kamar hotel yang tidak tau itu kamar siapa) "Rana..!?" (ucapnya dengan ekspresi yang masih terlihat sedih)


Rana : "Romi.." (terkejut melihat Romi yg tiba-tiba muncul)


Romi : "Rana, Apa yg kau lakukan disini, dan ini kamar siapa??" (Ucapnya yang semakin salah paham)


Rana : "Rom... Romi.. de.dengerin aku dulu.. aku bisa jelasin semua ini.."


Romi : "Baiklah, kalau gitu jelaskan.." (berusaha menahan emosinya)

__ADS_1


Bersambung..


Jangan lupa like, share, komen, dan vote


__ADS_2