
Amanda sangat senang karena beberapa hari yang lalu bertemu dengan Romi, yah Romi.. Amanda dan Romi adalah sepasang kekasih dulunya tapi mereka harus putus karena Amanda lebi memilih orang tuanya untuk tinggal di Itali dibanding memilih Romi saat itu
Amanda : Memegang dan mencium-cium bunga dari Romi
Mama Amanda : "Sayang... dari kemarin mama perhatiin bunga itu di cium-cium terus. Memang dari siapa ?"
Amanda : Hanya tersenyum bahagia
Mama Amanda : "Di tanya kok malah senyum sih. Itu dari siapa hayo ? Baru 1 minggu di Jakarta sudah punya cowok saja."
Amanda : "Mama tebak deh ini bunga dari siapa?" (tanya nya ke Mama)
Mama Amanda : "Papa ???"
Amanda : "Ihh.. kok papa sih, ayo jawab lagi dari siapa."
Mama Amanda : "Hmmmm... Pak Nawir (supir Amanda)"
Amanda : "Lebih-lebih nggak mungkin pak Nawir lah mah. Ayo coba tebak dari siapa??"
Mama Amanda : "Emangnya siapa di rumah ini cuman Papa dan Pak Nawir laki-laki disini."
Amanda : "Coba tebak lagi deh mah.. Masa lalu... Ayo.... tebak.."
Mama Amanda : "Masa lalu..... Hmmmm... (mencoba berfikir) "Romi .... ?"
Amanda : Tersenyum "Iya ma ini dari Romi, aku senang banget diam-diam ngasih surprise buat aku dan ngasih bunga tulip yang cantik ini lagi. Romantis kan.."
__ADS_1
Mama Amanda : "Tapi bukannya kalian sudah putus yah, dan bagaimana dia tau kalau kamu sudah ada di Jakarta?"
Amanda : "Aduh mama, sebenarnya Aku sama Romi itu dulu terpaksa putus padahal kita masih saling cinta karena kitanya nggak sanggup LDR-an. Masalah dia tau aku sudah di Jakarta, kan teknologi sudah canggih mah mungkin selama ini Romi kepoin aku."
Mama Amanda : "Ohh.. iya kamu benar nak, tapi kalau memang masih saling sayang dan cinta kenapa nggak balikan saja kembali.??"
Amanda : "Rencananya begitu ma, tapi aku masih belum ketemu lagi sama Romi akhir-akhir ini. Nanti kalau ketemu aku ajak kesini deh main sekalian melanjutkan hubungan kita."
Mama Amanda : "Iya sayang semoga kalian bisa melanjutkannya lagi yah dan mulai lagi dari awal."
Amanda : "Iya dong ma, kalau perlu aku mulai lagi dari awal tapi setelah aku nikah nanti sama Romi."
Mama Amanda : "Kalau kamu senang mama turut senang kok, lagian mama juga suka Romi dari dulu."
Amanda : "Makasih yah ma."
Romi : "Aaccccchhhhhiiiiiww...." (bersin)
Rana : "Kamu kenapa sayang lagi sakit.?" (memegang kening Romi)
Romi : "Tidak kok, nggak tau juga kenapa tiba-tiba bersin. Eh kamu tidak usah khawatirin aku yang terpenting itu kamu."
Rana :"Tapi kan aku juga khawatir tau kalau kamu sakit."
Romi : "Iya... iya... makasih yah sayang." (memeluk Romi)
Rana : "Sayang... aku boleh minta sesuatu nggak??" (ucapnya yang manja)
__ADS_1
Romi : "Hmmm... apa itu."
Rana : Cengengesan dan memeluk Romi erat
Romi : "Mulai lagi deh manjanya."
Rana : "Aku mau... Martabak, tapi martabaknya aku mau di mall itu yang sering kita kunjungi."
Romi : "Yang mana ??"
Rana : "Ituloh yang martabaknya ada rasa red velvetnya."
Romi : "Tapi jauh sayang. Besok saja yah."
Rana : "Tapi debay nya maunya sekarang, gimana tuh." (cemberut)
Romi : "Hmmm ya sudah.. Demi istriku dan debay yang ada di perut mu ini (memgelus perut Rana) sejauh apa pun aku rela."
Rana : "Yey... jangan lama-lama yah."
Romi : "Pasti lama lah sayang, kan jauh tempatnya."
Rana : "Hehehe... cepet sana pergi sayang sebelum debaynya berubah fikiran nih."
Romi : "Iya... bawel ah. Pergi dulu yah." (mencium kening Rana dan segera mengambil Jaket dan kunci motornya)
Jangan lupa like, share, komen, dan vote yah....
__ADS_1