Benci Tapi Cinta

Benci Tapi Cinta
Episode 59


__ADS_3

Romi merasa bahwa Rana tengah berbadan dua dengan kejanggalan-kejanggalan yang dialami oleh istrinya seperti banyak makan, sering pusing dan mual. Tapi, Romi menyembunyikan hal itu, dia tidak ingin mendahului Tuhan biarkan hasilnya nanti di tanyakan ke Dokter.


Setelah beberapa jam perjalanan dari Paris - Indonesia akhirnya mereka telah sampai di Bandara Soekarno Hatta


Romi : "Sayang, bangun kita sudah sampai nih." (membangunkan Rana yang tidur selama penerbangan)


Rana : "Iya nih aku bangun." (mengucek-ngucek matanya)


Romi : "Kamu sudah tidak apa-apa ? Pusing dan mual-mual ?"


Rana : "Sudah tidak kok yang, sudah mendingan kan tidur tadi."


Romi : "Oke, kamu duluan saja biar aku yang ambil koper. Tapi tunggu aku yah."


Rana : "Tidak mau, aku maunya sama kamu." (merangkul Romi)


Romi : "Iya.. iya.. manja banget istriku." (mencubit hidung Rana)


Sementara itu di Arrival


Siska : "Kak Romi dan Rana mana sih, kok belum muncul-muncul juga." (mondar mandir)


Mami Dona : "Sayang sabar dong, mungkin mereka lagi ambil barang kali."


Mami Wanda : "Tapi, di layar katanya sudah sampai 20 menit yang lalu. Ini sudah 30 menit kok mereka belum muncul-muncul. Nanti mereka kecelakaan pesawat lagi. Aduh, anakku, menantuku, dan cucuku."


Mami Dona : "Memang Rana sudah hamil.?"


Mami Wanda : "Feeling aku sih iya, karena semalam aku mimpi ada anak kecil panggil aku Nenek."


Siska : "Wah.. berarti Siska sebentar lagi punya keponakan dong."


Mami Wanda : "Iya sayang"


Mami Dona : "Ada-ada saja kalian. Nah tuh mereka." (menunjuk Rana dan Romi dari kejauhan)


Siska dan Mami Wanda : "Mana-mana??" (melirik kanan kiri)

__ADS_1


Rana : "Sayang itu mereka, yuk." (menggandeng tangan Romi)


Romi : "Sayang bisa tidak bawa kopernya satu dari tadi aku kewalahan karena kamu gandeng aku terus."


Rana : "Pokoknya nggak mau, kan tidak ribet ada troli juga." (masih menggandeng tangan Romi serta menyenderkan kepalanya ke lengan Romi)


Siska : "Kak Rana dan kak Romi gandengan ? Aku yakin sudah terjadi sesuatu dengan mereka." (batinnya)


Mami Wanda : "Sayang, aku kangen banget." (memeluk Rana dan Romi)


Rana : "Kami juga kangen kok mi."


Romi : "Iya mi."


Mami Dona : "Selamat datang kembali sayang, kanget banget sama anakku dan mantuku ini." (memeluk Rana dan Romi juga)


Rana : "Iya mi, kok papi tidak ada mi?"


Mami Dona : "Katanya papi tunggu dirumah saja"


Romi : "Kalo papi mi ?" (menanyakan ke Mami Wanda)


Romi : "Ohh gitu. Ya udah kita pulang yuk capek aku."


Siska : "Kalian tidak kangen sama aku ?" (muka agak cemberut)


Romi : "Ya ampun dek, maaf aku tidak melihat kamu tadi." (mengusap kepala Siska)


Rana : "Sini peluk kakak, aku kangen banget tau sama kamu."


Siska : "Hehhe nah gitu dong, ayo kita pulang. Papi sama papi mertua kakak sudah menunggu loh dari tadi nelpon-nelpon terus."


Rana Romi : "Iya.."


Di atas mobil


Mami Dona : "Rana, mami tadi perhatiin muka kamu pucat. Kamu sakit ?"

__ADS_1


Rana : "Nggak kok mi, tadi cuma pusing dan mual-mual saja. Tapi habis tidur di atas pesawat sudah mendingan kok."


Mami Wanda : "Apa ?? kamu pusing dan mual-mual?" (ucapnya kaget setelah mendengar ucapan Rana)


Rana : "Iya mi."


Mami Wanda : "Kamu sudah telat datang bulan belum"


Rana : "Rana hitung-hitung sih sudah telat mi."


Mami Wanda : "Jangan-jangan kamu lagi hamil lagi."


Mami Dona : "Apa hamil ?? Beneran itu nak? "


Siska : "Apa kakak beneran hamil?"


Rana : "Belum tau mi, kan belum di cek."


Mami Wanda : "Pokoknya kita harus ke dokter."


Rana : "Lain kali saja mi, Rana capek baru pulang."


Romi : "Iya mi, minggu depan saja yah kita periksa nya. Lagian belum tentu juga kan hamil."


Mami Wanda : "Apa kamu tidak mau punya anak dari istri kamu nak."


Romi : "Mau dong mi, cuma lihat dulu dong kondisinya. Kami kan baru saja pulang."


Rana : "Iya mi, Romi benar. Kadang-kadang aku telat kok haidnya, biasanya telat seminggu dari jadwal aku seharusnya haid. Terus, seminggu kemudian ternyata aku tetap dapat."


Mami Dona : "Iya jeng anak-anak kita benar."


Mami Wanda : "Iya kalau itu mau kalian." (sedih)


Siska : "Tidak usah sedih tante, aku juga yakin kok kak Rana pasti hamil." (merayu mami wanda agar tidak sedih."


Mami Wanda : "Iya makasih yah sayang."

__ADS_1


Jangan lupa like, share, komen, dan vote yahh


__ADS_2