Benci Tapi Cinta

Benci Tapi Cinta
Episode 41


__ADS_3

Saat Rana terbangun dari tidurnya, akhirnya mereka berdua ngobrol dengan asyik


Ran : "Benarkah? Emang dulu aku galak banget ya?"


Romi : "Hhmnn.. Kalau di ingat-ingat juga sih, emang iya.. Coba deh kamu ingat waktu pertama kali kita ketemu saat di kampus dulu, waktu itu kan dulu aku sempat sapa dan coba dekati kamu saat itu, tapi waktu itu bukannya kamu membalas sapaan aku kamu malah cuek, marah-marah dan langsung menghina-hina aku didepan teman-teman yang lain.. waktu itu kamu bilang " Ehh dengar yahh mata keranjang, berhenti nggk ganggu gue terus.. Emang lo nggak ada kerjaan lain apa selain gangguin gue? Asal lo tau yah gue tuh bukan cewek yang bakal gampang jatuh cinta sama cowok apalagi sama cowok playboy mata keranjang kayak lo, jadi lo jangan banyak harap dan gue mohon berhenti gangguin gue mulai sekarang.. Karena gue nggak suka digangguin sama lo.. Mengerti?"... gimana? Menurutmu apa itu tidak termasuk dalam kategori galak saat itu!??"


Rana : "Hmmmm.. Aku rasa kamu benar.. Maaf ya kalau waktu itu aku jahat dan galak banget sama kamu.."


Romi : "Maaf? Wow Rana, kamu jadi banyak berubah yah semenjak kita disini..! Sekarang cara bicara kamu jadi lebih baik dan terdengar cukup sopan di telingaku, apalagi tadi kamu mulai mengucapkan kata 'maaf'.. padahal kan dulu kamu nggak pernah sekalipun ngucapin kata-kata itu ke aku sebelumnya.."


Rana : "Be.benarkah?"(sedikit gugup)


Romi : "Hmm.. Iya.. Dan karena sekarang kamu sudah mulai baik sama aku,  jadi gimana kalau mulai saat ini kita temanan? Ehmm..?" (memegang tangan Rana dan mendekatkan wajahnya ke wajah Rana)

__ADS_1


Rana : (menunduk karena malu) "Ya ampun.. Dia dekat banget.."(batinnya)


Romi : (Heran melihat wajah Rana yang tiba-tiba merah karena malu) "Rana, ada apa? Kamu demam ya?" (menyentuh kening Rana)


Rana : (Semakin gugup dan langsung membalikkan kepalanya) "A.. Nggak aku.. aku nggak apa-apa.."


Romi : "Oh.. Syukurlah kalau gitu.."


Rana : (Terpanah dengan sikap Romi dan langsung menyadarkan dirinya) "Ahh.. ngo.ngomong-ngomong ka.kalau.. kalau semalam tidak terjadi apa-apa la.la.lalu.. lalu siapa yg meng...menganti pakaianku?" (ucapnya yang masih malu)


Rana : "A.apa? Ja.ja.jadi.. Ja.jadi kamu.. Jadi kamu sudah..."


Romi : "Prrrthahahahha.. Ekspresimu itu... Hahahaha.. Rana, tadi tu aku cuma bercanda.. yang ganti baju kamu semalam sebenarnya bukan aku tapi salah satu pelayan perempuan yang aku minta tolongin semalam, jadi kamu jangann panik gitu dong mukanya.. hehehe.."

__ADS_1


Rana : "Ohh jadi lo ngerjain gue ya.. Dasar.. Bener-bener "(kesel dan memukul-mukul randa)


Romi : "Hahahaha.. Ampun-ampun.. Jangan pukul gue lagi hahahahaha.." (berusaha menangkis pukulan Rana)


Rana : "Ohh.. lo masih ketawa.." (kembali memukul Romi)


Romi : "Hahahahahaha... Ampun-ampun.. Gue nggak akan ketawa lagi.. gue nggak akan.. Hahahahaha.. Maafin gue.. Maafin gue hahahaha.." (kembali tertawa dan masih berusaha menangkis pukulan Rana)


Rana : "Ihh.i..iihh. Berhenti nggak lo ketawanya.." (masih memukuli Romi)


Romi : "Hahahha.. Rana..(mendorong Rana ke tempat tidur dengan posisi dia yang ada diatas Rana saat itu) "Rana sudah ya.. Aku kan udah minta maaf.. Jadi maafin gue ya.." (ucapnya menenangkan Rana)


Rana : Tidak bisa melakukan apa-apa karena Romi saat itu ada diatasnya yang membuat mereka bertatapan dan kemudian wajah mereka semakin dekat... semakin dekat... lalu ... Tring....Tring....Tring (telpon berbunyi dan mereka pun memperbaiki posisinya dan Romi mengangkat telepon itu)

__ADS_1


Bagaimana ??? di next nggak ???


Jangan lupa like, share, komen, dan vote yahh


__ADS_2