
Akhirnya perjodohan Rana dan Romi telah di tentukan, dan mereka akan menikah bulan depan. Tentu saja orang tua mereka masing-masing sangat senang dengan perjodohan ini akan tetapi tidak bagi Romi dan Rana
Romi : "Kalau begitu, Romi pamit pulang dulu ya om, tente.." (salim ke ortu Rana)
Reynold : "Iya nak, kamu hati-hati ya.."
Romi :" "Iya om.."
Mami Dona : "Nak Romi, kamu nggak mau pamit sama calon istrimu (Rana)??" (ucapnya menggoda Romi dan Rana)
Rana : "Iih.. Apaan sih mami.." (tiba-tiba malu)
Romi : "..Rana.. Aku balik dulu ya.." (ucapnya lembut dengan senyum yang ikhlas di wajahnya)
Rana : Mendengar & melihat senyum Romi yang lembut tiba-tiba saja membuat jantung Rana berdetak sangat kencang hingga membuat dia langsung memegang dadanya. Sebab Rana belum melihat Romi senyum begitu didepannya...
Siska : "Kak??"(bisiknya menyenggol Rana yang sedang melamun dan menyuruh Rana menjawab Romi)
Rana : "Ah?? A.. ah.. a..(melihat ke Siska & ke Romi) Ah.. i.i.iya.. Iya, kamu hati-hati ya.." (ucapnya dengan ikhlas juga dan tiba-tiba menjadi malu)
__ADS_1
Romi :"..Iya.." (ucapnya dan keluar mengejar ortunya yang sudah menunggu diluar)
Rana: Langsung naik ke kamarnya..
Siska : "Ada apa ini?? Kok tingkah kak Rana jadi tiba-tiba aneh pas kak Romi pamit tadi?? wajahnya juga tadi tiba-tiba berubah jadi merah?? Apa jangan-jangan.." (Batinnya menduga-duga)
dikamar Rana..
Rana : "Aneh.. Jantung gue kok tiba-tiba berdetak kencang ya waktu lihat senyum si mata keranjang tadi ?? Apa jangan-jangan gue... (batinya sambil memegang dada) i.iiiiiiiiiih... gue mikirin apa sih.. Ngapain juga gue mikir yang enggak-enggak? lagian si mata keranjang itu kan playboy ya nggak mungkinlah gue jatuh cinta sama dia.. Gue kan paling benci yang namanya mata keranjang.." (berbicara sendiri di kamarnya)
Siska : "Beneran nih nggak jatuh cinta sama kak Romi??" (tiba-tiba muncul yang mendengar ucapan Rana)
Rana : "Ii.iih.. Apaan sih dek.. Ya enggaklah.. Masa iya kakak jatuh cinta sama mata keranjang itu.. Lagian kalau dilihat dari sisi mananya pun tidak ada yang menarik dari dirinya, jadi nggak mungkinlah kakak suka sama dia.."
Rana : "Iih kamu ngaco deh.. Sana keluar kakak mau tidur.. Ngantuk tau.." (mengusir Siska karena malu malu kucing)
Siska : "Oke .. oke, kalau begitu selamat tidur kakakku yang cantik, jangan lupa mimpiin calon suami kakak ya!!?"(menggoda Rana & langsung lari ke kamarnya)
Rana : "Iih.. Kamu ya benar-benar.." (melemparkan bantalnya ke Siska dan pipinya memerah)
__ADS_1
Sementara itu di waktu yang sama Romi masih di atas mobil menuju perjalanan pulang
Frans : "Rom, papi perhatiin dari tadi di kaca kamu senyum-senyum terus dari tadi sehabis pulang dari rumah Rana." (sambil menyetir)
Mami Wanda : "Aduh papi, namanya juga habis ketemu calon istrinya pasti senanglah." (tersenyum dan menengok ke Romi yang duduk di belakang)
Romi : "Nggak ada kok pi." (jawabnya) "Ya Tuhan.... kok dari tadi jantung gue berdetak begitu kencang saat gue tadi pamit pada si Tomboy itu. Apa jangan-jangan gue.... Ahh tidak mungkin." (batinnya)
Mami Wanda : "Nak kok bengong sih, tadi mami tanya bagaimana menurutmu saat melihat Rana yang sudah lama tidak bertemu." (ucap Mami tadi bicara sendiri saat Romi melamun)
Romi : "Mami lupa ya, Romi kan sudah kenal sama Rana karena kita sekelas."
Mami Wanda : "Ohh iya.. mami lupa. Tapi cantikkan."
Romi : "Malam ini dia sangat cantik seperti bidadari." (ucapnya tak sadar)
Mami Romi dan Frans : hanya melirik anaknya yang sedang falling in love
Bersambung....
__ADS_1
Cie... sudah ada benih-benih cinta nih di antara mereka. Semoga tidak berantem-berantem lagi yang, akur-akur kalian
Jangan lupa like, share, dan komen