
Sambungan cerita kemarin...
Mami Dona: "Ayo jeng, Frans, nak Romi, dimakan kuenya.."
Romi : "Iya tante, makasih.."
Mami Wanda : "Jadi Jeng gimana?? Apa kita sudah bisa nentuin tanggalnya??"
Mami Dona: "Oh.. Kalau soal itu dari pihak kami udah setuju semua, itu tinggal keputusan nak Romi saja, apakah dia setuju atau tidak!?? Kalo jeng Wanda pasti setuju kan, lantaran kita sering chat-chatn kan" (ngerumpi)
Mami Wanda : "Iya jeng, gue pasti setujulah. Mas Frans juga setuju kan .? (menengok suaminya)
Frans : "Tentu saja, orang tua siapa yang tidak ingin melihat anaknya bahagia. Apalagi anak semata wayangnya."
Reynold : "Iya, yang menjalaninya kan anak-anak jadi biarkan mereka yang nentuin sendiri, kita sebagai orang tua hanya bisa merestui mereka saja.."
Romi : "Mi aku harus bilang apa, merestui ? makasudnya apa. Kok nggak bilang sama Romi soal ini, Romi fikir hanya makan malam saja" (bisiknya ke mami Wanda)
Mami Wanda : "Sayang, kamu tenang saja ya.. Ikuti saja kata-kata mami ya..!?" (bisiknya ke anaknya)
Romi : "Baiklah.."(pasrah)
__ADS_1
Mami Wanda : "Oh kalau dari pihak kami juga sudah setuju semua kok kak, iyakan Romi??" (mengkode anaknya agar Romi jwab iya)
Romi : "Ah? A..ah. Ah ya.. Iya tante, Romi setuju.." (ucapnya yang tidak tau apa-apa)
Rana : "Apa?? Mata keranjang ini setuju!! Ya ampun.. Matilah gue.. gimana nasib gue nanti kalau gue nikah sama dia.. Ya Tuhan, lindungilah hambamu ini.." (batinnya)
*Note : Romi sebenarnya belum mengetahui bahwa dia akan dijodohkan dengan Rana, sebaliknya dengan Rana dia sudah mengetahui sebelumnya
Mami Dona: "Benarkah!? Waah.. Kalau begitu mari kita nentuin tanggal yang baik untuk pernikahan mereka.."
Romi : "Prrrrr... Uhuk..uhuk..huk. Apa nikah ?? " (menyemprotkan minuman yang diminumnya karena kaget mendengar ucapan mami Dona)
Mami Dona : "Ya ampun.. Nak, kamu nggak apa apa kan??"
Reynold : "Ya sudah.. Kalau bgitu sementara kami nentuin tanggal pernikahan untuk kalian, kalian (Rana dan Romi) mending keluar ke halaman belakang saling ngobrol & saling mendekatkan diri lagi.. Rana, ajak Romi ke belakang yah nak.."
Rana : "Ah?? tapi Pi..."(ingin menolak perjodohan)
Siska : "Sudah kak, kakak keluar aja dulu.. Kak Romi, ayo keluar.." (mengajak Rana dan Romi ke halaman belakang rumahnya)
Romi: "Ah? I..ii.. ya.." (masih syok)
__ADS_1
.
.
.
tiba di halaman belakang..
Rana : "Iiiiiiiiiiihhhh.... Nyebelin banget sih.. Ngapain juga sih lo pake setuju nikah sama gue?? Bukannya lo benci ya sama gue, terus kenapa lo malah setuju nikah aama gue??" (ucapnya kesal)
Romi : "Ehh dengar ya si tomboy, gue nggak tau kalau maksud orang tua gue tuh untuk jodohin gue sama lo, kalau saja gue tau maksud dia tuh itu, gue nggak mungkin setuju apalagi kalau calonnya kayak lo.."
Rana : "Apa lo bilang??"
Romi : "Lo juga kalo lo tau mau dijodohkan kenapa lo setuju."
Rana : "Ehh... mata keranjang gue tuh ya udah nolak tapi orang tua gue maksa-maksa gue. Dan mana gue tau kalo ternyata lo itu orang yang mau dijodohkan sama gue. Kalo gue tau, pasti gue tolak mentah-mentah." (jawabnya)
Romi : "Lebih2 gue yah, gue juga nggak mau. Pokoknya, ayo kita balik untuk batalkan perjodohan ini." (menarik tangan Rana)
Bersambung...
__ADS_1
Aduhh, mereka yah selalu saja berantem kalo ketemu. Tapi kira2 mereka berhasil tidak yah untuk membatalkan perjodohan mereka.
Jangan lupa like, share, dan komen