
Part Rana Romi
Rana : "Kok Romi lama banget sih baliknya." (langsung mengambil Hp dan menelpon mami Wanda) "Halo mi, Romi masih di rumah yah."
Mami Wanda : "Tidak kok, Romi dari tadi sudah pergi sejam yang lalu. Memang belum sampai yah."
Rana : Perasaannya semakin tidak enak "Iya mih, Romi belum ada disini."
Mami Wanda : "Mungkin jalanan macet nak, makanya Romi lama."
Rana : "Iya mi, mungkin jalannya macet. Maad ya mi mengganggu."
Mami Wanda : "Iya sayang, kamu istirahat yah cepet sembuh. Mami kangen tau."
Rana : "Iya mi, Rana juga kangen kok sudah dulu yah, Rana tutuo telponnya."
Tidak lama kemudian Romi sudah tiba di rumah sakit dengan wajah yang masih keliatan syok
Rana : "Kok kamu baru datang ? Habis dari mana??" (dengan nada agak marah)
Romi : Menyerahkan bunga "Tada... ini aku habis beliin kamu bunga tadi, maaf yah." (mengecup kening Rana)
__ADS_1
Rana : "Kamu sih buat aku khawatir tau."
Romi : "Maaf yah sayang."
Rana : "Kamu kenapa ??" (melihat Romi yang tadi mukanya agak kebingungan) "Kok muka kamu begitu ada masalah ?"
Romi : Kaget Rana bertanya seperti itu "Ah... (mencari alasan) "Tidak ada kok sayang, mungkim tadi aku hanya sebel mau beliim bunga tulip tapi bunga tulipnya habis jadi cuma bunga mawar ini."
Rana : "Ohh.. saya kira kenapa. Bunga mawar juga tidak apa-apa kok saya suka." (memeluk bunga dari Romi)
Romi : "Lain kali yaj saya beliin kamu bunga tulip."
Rana : Hanya mengangguk
Rana : Hanya menggelengkan kepalanya
Romi : "Kenapa ?" (tanya Romi)
Rana : "Aku cuma tidak mau ngerepotin mereka lagian hari ini kan libur jadi biarkan saja mereka menghabiskan waktunya kan besok jadwal kuliah full. Lagian aku juga nggak mau di ganggu sama yang lain kok. Aku cuma mau menghabiskan waktu hari ini hanya dengan kamu." (langsung memeluk Romi)
Romi : "Ya Allah apa yang sudah ku lakukan, aku mempunyai istri yang sangat baik tapi di belakang aku baru saja habis ketemu sama cewek dan habis pelukan dan dicium lagi. Buanglah perasaan itu ya Allah, aku hanya ingin mencintai istri ku saja." (batinnya dan tidak sadar air matanya terjatuh)
__ADS_1
Rana : "Sayang, kamu janji yah, jangan pernah nyakitin aku, jangan pernah duain aku dari belakang. Jika kamu melanggar nya tanpa segan aku langsung minta cerai sama kamu." (ucap Rana sambil menangis)
Romi : "Iya sayang... aku janji tidak bakal duain kamu apalagi dari belakang."
Rana : "Maka..." (melihat ke wajah Romi) "Kamu nangis yah??"
Romi : Menghapus cepat air matanya "Nggak kok, aku cuma tidak kuat ngebayanginnya bagaimana hidup aku tanpa kamu." (kembali memeluk Rana)
Rana : "Tapi tidak tau kenapa perasaan aku kalau kamu lagi menyembunyikan sesuatu dari aku."
Romi : Sontak syok dan terkejut perkataan Rana barusan "Kamu jangan mikir yang macam-macam yah, ingat apa kata dokter jangan banyak fikiran loh. Nanti bayi kita kenapa-napa lagi" (sambil memegang oerut Rana)
Rana : "Kamu benar sayang, kata mami juga kalau lagi hamil fikirannya kemana-mana dan gampang sensitif gitu katanya. Maaf yah aku sudah berfikiran yang negatif sama kamu."
Romi : "Iya sayang. Ohhh.. ini buah dari mami Wanda buat kamu, katanya di makan." (menyerahkan parsel yang dari mami wanda)
Rana : "Kupasin dong..." (ucapnya sangat manja)
Romi : "Ya ampun manjanya istriku. Sini buahnya aku kupasin." (mencubut hidung Rana)
Rana : "I love you sayang." (memeluk Romi)
__ADS_1
Romi : "I love you too sayang." (mencium kening Rana)
Jangan lupa like, share, komen, dan vote yah