Benci Tapi Cinta

Benci Tapi Cinta
Episode 76


__ADS_3

Romi sangat kesepian karena Rana masih tinggal di rumah orang tuanya sudah satu minggu lamanya. Dia sudah berusaha untuk selalu memperbaiki kesalahannya agar Rana tidak marah lagi dengannya.


........


Romi : "Rana yuk kita pulang ke rumah, ini sudah seminggu loh aku tidak tidur denganmu. Jangan marah lagi yah, plisss." (ucap Romi dalam telepon)


Rana : "Aku tuh masih nggak mau liat muka kamu tau nggak. Masih kesel aku apalagi aku tadi di tanya sama Restu kamu habis ketemuan kan sama itu cewek yang dalam mimpi kamu." (jawab Rana lewat telepon)


Romi : "Aku sama dia nggak sengaja ketemu di jalan dan lagian aku tadi sama Restu kok."


Rana : "Mana percaya aku. Sudah deh dari pada aku juga ngidam nggak mau dengar suara kamu."


Romi : "Jangan gitu dong, ya sudah kalau begitu aku tutup teleponnya. Kamu tidur yah sudah malam, dan jangan kecapean dan begadang."


Rana : "Hmmm... kamu juga." (menutup telepon)


Romi : "Maka..... Yah sudah di tutup teleponnya."


Rana : "Maafkan aku Romi aku masih kesel sama kamu, aku cuma mau buat kamu jera untuk tidak mau ketemuan sama cewek itu dan kamu mau mengaku siapa cewek itu sebenarnya."


Pagi pun tiba, setiap hari minggu Romi berkunjung di rumah Rana untuk mengecek keadaan Rana tetapi Romi singgah di toko bunga untuk membelikan Rana bunga tulip yang sudah dia janjikan dulu waktu Rana masuk ke rumah sakit


Romi : "Mas bunga tulip yang waktu itu masih ada nggak ??"


Mas : "Wahh.. bapak yang dulu yah."

__ADS_1


Romi : "Iya mas."


Mas : "Ini bunganya buat siapa duku pak, selingkuhannya atau istrinya.???"


Romi : "Yah.. buat istri saya lah, dan dia itu bukan selingkuhan saya karena saya...."


Tiba-tiba Amanda datang


Amanda : "Apa??? jadi selama ini kamu cuma anggap aku selingkuhan???"


Romi : "Nggak Manda, bukan itu maksud aku. Aku itu sebenarnya sudah...."


Amanda : Keluar dari toko bunga tersebut "Aku nggak habis fikir yah Romi, kamu nganggap aku hanya selingkuhan kamu. Dan waktu itu kamu bilang kamu nggak punya pacar. Kamu bohong sama aku, aku benci sama kamu."


Romi : Mengejar Amanda "Amanda dengerin aku dulu. Amanda..."


Indah : "Ran, itukan Romi.." (menunjuk dari jarak jauh)


Rana : "Mana ???"


Indah : "Itu... dia lagi ngejar-ngejar cewek seperti mau minta maaf gitu."


Rana : "Romi... kamu... " (berlari menuju Romi)


Indah : "Rana jangan lari-lari nanti kamu jatuh. Heii Rana..." (mengejar Rana)

__ADS_1


Amanda : "Kamu sudah tidak usah jelesin apapun, aku sudaj kecewa sama kamu. Jadi selama ini kamu cuma anggap aku selingkuhan saja. Tega kamu Rom, tega.." (menangis)


Romi : "Dengerin penjelasan aku dulu, aku tuh nggak bermaksud anggap kamu itu selingkuhan... tapi sebenar....."


Rana : "Apa selingkuhan ??"


Romi : "Rana ...." (panik)


Rana : "Ohh... jadi selama ini di belakang aku kamu punya selingkuhan. Tega kamu yah Romi disaat aku mengandung anak kamu, kamu tega-teganya punya cewek lain. Mulai detik ini aku mau pisah..." (berlari karena kecewa)


Indah : "Rana... tunggu." (menampar Romi) "Kamu sungguh keterlaluan Romi, itu tamparan dari Rana lewat aku karena kamu sudah mengecewakan Rana sahabatku.


Romi : "Rana... Rana..." (mengejar Rana)


Amanda : "Itu siapa, kenapa dia mengandung anak kamu.???"


Romi : "Lepasin nggak ini semua gara-gara kamu. Rana..."


Disaat Rana berlari, tiba-tiba kaki Rana kesandung batu besar dan mengakibatkan dia jatuh cukup keras. Dan darah mengalir di kakinya


Rana : "Aww.... perutku sakit..." (memegang Darah yang mengalir di kakinya) "Darah..." (dan tiba-tiba pingsan)


Romi : "Ya Allah... Rana... bangun Rana..."


Indah : "Rana.."

__ADS_1


Bersambung....


Jangan lupa like, share, komen, dan vote


__ADS_2