Benci Tapi Cinta

Benci Tapi Cinta
Episode 70


__ADS_3

Setelah izin beberapa hari untuk tidak masuk kuliah karena ingin jaga Rana, akhirnya Romi kembali lagi ke kampus, tapi Rana tetap libur karena kondisinya yang masih nggak memungkinkan untuk pergi ke kampus


Di kantin kampus


Indah : "Romi, kamu sendiri Rana mana??"


Ani : "Iya Rana mana katanya sudah keluar dari Rumah sakit."


Romi : "Memangnya Rana nggak ngabarin kalian apa??"


Ani Indah : Hanya menggelengkan kepalanya


Romi : "Tuhkan berarti Rana nggak ngabarin sama sekali ke teman-temannta kalau dia sebenarnya lagi hamil." (batin Romi) "Yahh dia masih butuh istirahat."


Indah : "Tapi kan dia sudah istirahat yang cukup kan, lagian dia juga sudah keluar dari Rumah sakit."


Romi : "Kalian jenguk saja di rumah gue."


Ani : "Tapi Rana nggak ngizinin Rom."


Indah : "Iya benar tuh."


Romi : "Kalian datang saja setelah kelas kita entar. Tapi jangan bilang-bilang aku yang nyuruh yah ?"


Ani Indah : "Oke.. makasih yah Rom."


Sore hari di rumah Romi


"Tingg...tongg." (bunyi bel Rumah Romi)


Bibi : "Iya cari siapa??"


Indah : "Rana nya ada bi?"

__ADS_1


Bibi : "Ada di kamarnya."


Ani : "Bi.. tapi jangan bilang-bilang yah ini kita."


Bibi : "Iya, sini saya antar ke kamarnya non Rana."


Depan kamar Rana


Bibi : "tok..tok.." (ketuk bibi) "Non... Rana ada didalam kamar."


Rana : "Iya bi, masuk saja." (teriak Rana)


Bibi : "Iya non..." (membuka pintu)


Rana : "Kalian... ? kenapa ke sini ??"


Ani : "Rana.. kok tega sih kamu larang kita jengukin kamu kita khawatir tau."


Indah : "Iya Ran, kita kangen tau tidak ada kamu."


Indah : "Tapi Ran, kamu sakit apa sih.. Kok sudah berminggu-minggu kamu tidak ke kampus."


Rana : Bingung mau bilang apa soalnya dia mau kasih kejutan ke mereka setelah masuk nanti


Ani : "Kamu kok melamun Ran, kamu sakit apa??"


Rana : "Sebenarnya..... aku.... HAMIL." (ucap Rana ragu)


Ani Indah : "Apaa ?? Hamil ???"


Rana : "Iya hamil ini sudah masuk 17 hari, yah sudah mau masuk 3 minggu sih."


Ani : "Ya ampun Ran, kok kamu tega banget sih, nggak ngabarin kabar bahagia ini."

__ADS_1


Indah : "Iya kamu kok begitu."


Rana : "Bukannya nggak mau ngabarin, aku sebenarnya mau kasih surprise aja ke kalian saat aku masuk nanti. Tapi karena kalian sudah jengukin aku hari ini. Nggak jadi deh."


Indah : "Jangan ulangi lagi yah... " (memeluk Rana)


Ani : "Iya kami sangat khawatir sekali." (memeluk Rana juga)


Indah : "Ohh.. iya ngomong-ngomong kapan kamu masuk.???"


Rana : "Hari senin aku sudah masuk kok."


Ani : "Ahh... senangnya akhirnya sudah masuk."


Indah : "Tapi kamu tidak apa-apa hamil sambil kuliah?? Tidak kerepotan gitu ???"


Rana : "Nggak kok, asalkan aku tidak banyak melakukan aktivitas yang membuat aku capek nantinya."


Ani : "Tapi kan kuliah capek Ran, apalagi kita sudah semester 8 sudah nyusun skripsi dan belum lagi masih ada beberapa mata kuliah yang belum selesai karena waktu itu ada masalah teknis, makanya kita masih masuk kelas. Kamu tidak mau ambil cuti saja.?"


Indah : "Iya Ran, apalagi kan kamu banyak ketinggalan nih gara-gara beberapa minggu tidak masuk. Pasti kamu kewalahan mengejar ketinggalan."


Rana : "Soal itu tidak usah khawatir selama aku libur, Romi ngasih aku tugas-tugas yang akan dikumpul ke Dosen kok. Jadi selama libur itu aku juga belajar kok. Jadi, mengenai ketinggalan insyaAllah sudah tidak ada karena Romi membantu aku menyelesaikan semuanya. Untung saja aku sama Romi sekelas jadi tidak repot deh."


Ani : "Bagus kalau begitu. Tapi Ran, dari dulu aku mau tau nih soal kamu sama Romi, kok kalian bisa akur sih aku fikir rumah tangga kamu bakal berantakan."


Indah : "Iya aku juga kepo nih Ran. Apa sudah terjadi sesuatu ??"


Rana : menceritakan semuanya dari awal hingga akhir kepada Indah dan Ani sehingga mereka berduapun menangis mendengar cerita Rana


Indah : "Rana... kok sedih sih. Semoga kalian akur-akur yah."


Ani : "Iya Rana aku senang dengarnya."

__ADS_1


Asik-asik ngobrol dan kangen-kangenan, Indah dan Ani pamit pulang ke Rana karena hari mulai gelap. Ani dan Indah sangat senang dan lega karena melihat kondisi Rana yang untung ya sudah tidak apa-apa. Mereka pun pulang, dan diantar oleh bibi sampai pinti depan, Rana tidak bisa ikut karena Rana harus banyak istirahat


Jangan lupa like, share, komen, dan vote yah...


__ADS_2