Benci Tapi Cinta

Benci Tapi Cinta
Episode 14


__ADS_3

Malam.. masih di halaman belakang Rumah Rana dan Siska


Siska : "Bagaimana kak, setuju tidak dengan ideku. ?" (melirik Romi dan Rana)


Rana : "Apa tidak ada ide lain dek.?"


Siska : "Iya kak sudah mentok nih otak aku mikirnya. Siska janji ini sudah jalan yang terbaik buat kalian berdua." (senyum sendiri)


Rana : "Benarkah!? Bagus kalau begitu.. Tapi.. gue tetap aja risih karena harus berstatus sebagai istri si mata keranjang ini.."


Romi : "Idih... gue sudah bilang berapa kali yah apalagi gue juga ogah.. Kalau bukan karena orang tua gue, gue juga malas nikahin lo.."


Rana: "Iiih.. Siapa juga yang mau nikah sama lo.."


Siska : "Iiih.. sudah.. sudah.. Pusing deh urusin kalian berdua, kayak anak kecil aaja kalian.. Gimana? apa kalian setuju dengan ideku tadi??"


Romi : "Oke gue setuju deh.."


Rana : "Hufff.. Kakak juga setuju kalau begitu.." (pasrah)


Siska : "Nah begitu dong, kan enak dengarnya. Salaman dong.??" (tertawa kecil)

__ADS_1


Rana : "Idih gue ogah yah."


Romi : "Lebih-lebih gue tau."


Siska : "Aduh... (menepuk jidat) kalian tuh yah susah benar ditanyain. Tinggal salaman doang." (menarik tangan Romi dan Rana untuk salaman)


Rana Romi : Salaman dengan ekspresi jengkel


Siska : "Nahhh kan bagus kalau begitu.. Ohh iya mendingan kalian atur saja isi kontraknya apa & saran aku sih kalau kalian udah buat kontraknya mulai dari sekarang & menanda tanganinya, dan kalian tuh sebaiknya menyimpannya dengan baik karena kalau orang tua kita melihatnya dan mengetahuinya, maka tamatlah riwayat kita semua.."


Romi : "Kamu tenang saja, kebetulan aku punya brankas rahasia di kamarku & brankas itu hanya bisa dibuka dengan sidik jariku saja, jadi kalau kontraknya sudah disepakati nanti biar aku yang menyimpannya dibrankas rahasiaku itu.."


Siska : "Bagus.. itu ide yg bagus.. gimana kak??"


Siska : "Oke, kalau begitu semuanya sudah setuju & kalian bisa mulai membuat kontraknya besok.."


Rana : "Apa?? Emang harus ya secepat itu??"


Romi : "Iya.. Bukannya terlalu cepat ya kalau kita buatnya besok??"


Siska : "Ya ampun.. Kalian ini gimana sih!? lebih cepat kan lebih bagus, biar orang tua kita nantinya nggak curiga tentang kontrak itu.."

__ADS_1


Rana : "Iya sih.. Tapi...."(masih ragu)


Romi : "Oke, gue setuju kalau begitu.. Gue akan buat kontraknya besok.." (sudah yakin)


Siska :"Bagus kalau bgitu.. Bagaimana dengan kakak??"


Rana : "Hufff.. Baiklah.. Aku akan buat juga besok .." (pasrah)


Siska : "Baiklah, berarti kita sepakat kontraknya akan dibuat & dimulai besok. Huu... senangnya akhirnya kalian akan menikah juga."


Rana : "Inget yah ini hanya terpaksa gue nikah sama lo."


Romi : "Gue juga kali terpaksa."


Siska :"Hhehe.. Maaf ya kak, Siska jahil.. Sebenarnya Siska sengaja lakuin itu biar kalian nggak kabur di pernikahan kalian nantinya & biar kalian juga bisa tetap menikah dan bisa saling mencintai nantinya. Untung saja mereka berdua percaya." (ucapnya dalam hati)


Mbok : "Tuan, non... Kalian dipanggil masuk sama orang tua kalian.."(ucapnya yang tiba-tiba muncul) 


Rana Romi Siska : "Iya mbok makasih yah..." (berjalan masuk ke dalam)


Bersambung

__ADS_1


Siska pintar betul buat membatalkan niat mereka agar tidak jadi nikah .Tapi tidak habis fikir juga yah bisa2nya mereka asal setuju saja dengan ide Siska yang ternyata ngerjain mereka berdua. Mereka emang jodoh ya guys


Jangan lupa like, share, dan komen


__ADS_2