
Keesokan harinya
Rana : "Sayang... bangun sudah pagi." (menggoyang-goyangkan badan Romi)
Romi : "Aku masih cinta sama kamu, Darling." (ngigau Romi)
Rana : Sontak terdiam setelah mendengar ucapan Romi tadi "Masih sayang ?? Romi.. Romi bangun ah." (masih menggoyang-goyangkan badan Romi yang masih tidur)
Romi : Mengucek-ngucek matanya
Rana : "Apa aku tanya saja yah, siapa yang ada dalam mimpinya tadi sampai-sampai dia mengigau begitu. Ahh tidak usah deh, lain kali saja lagian kata dokter aku tidak boleh stress banyak pikiran." (batin Rana)
Romi : "Sayang kamu kenapa ?? kok bengong."
Rana : "Ahh... itu... (menggaruk-garuk kepalanya) Kamu tidak mau pulang ?? Mandi gih, habis mandi baru kamu ke sini."
Romi : "Tapi yang jagain kamu siapa ?"
Rana : "Kan ada suster di sini, kamu sana pulang saja. Aku tidak apa-apa kok."
Romi : "Yakin kamu aku tinggalin, trauma aku tinggalin kamu nanti pingsan lagi."
Rana : "Sayang, aku tidak apa-apa kok aku janji." (memegang pipi Romi)
__ADS_1
Romi : "Ya sudah kalau begitu. Kamu istirahat yah jangan kecapean. Aku pulang dulu." (pamit)
Rana : "Iya... iya.." (salim ke suaminya Romi)
Romi : Sudah meninggalkan Rana
Rana : "Siapa yah yang Romi mimpiin tadi, katanya dia masih cinta ? Ya Allah... jagalah pernikahan kami." (ucap Rana bicara sendiri
Romi telah sampai di rumahnya
Mami Wanda : "Nak Romi ?? Kok kamu disini tidak jagain istri kamu ?"
Romi : "Romi cuma sebentar disini mi hanya mandi dan sarapan serta membawa keperluan buat Rana di sana. Habis itu Romi ke sana lagi kok."
Romi : "Mami jangan khawatir Rana kan di rumah sakit pasti banyak suster kok yang jagain Rana, lagian kalau Rana kenapa-napa pasti kita bakal dihubungin kok dari Rumah sakit. Sudah dulu yah mi, aku mau cepat-cepat mandi supaya bisa ke sana jagain Rana."
Mami Wanda : "Ya sudah kamu mandi sana."
Di dalam kamar Mandi
Romi : "Aggghhh..." (mengacak-ngacak rambutnya) "Ngapain sih dia datang di mimpi gue, gue sudah tidak mau berurusan lagi sama dia. Gue nggak mau jatuh cinta lagi sama dia karena gue sudah punya Rana dan bentar lagi gue sudah punya anak. Semoga saja itu bukan pertanda buruk. Gue nggak mau menyakiti Rana lagi, gue cinta sama Rana dan hanya Rana. Iya... jangan sampai itu terjadi."
Setelah Romi selesai mandi, akhirnya Romi turun untuk sarapan pagi bersama mami Wanda
__ADS_1
Mami Wanda : "Pagi.. sayang. Cepet sarapan dulu, baru kita ke rumah sakit."
Romi : "Nggak usah mi." (mengambil Roti)
Mami Wanda : "Lah.. kok nggak bisa mami sudah janjian tau sama mertua kamu buat nengokin Rana."
Romi : "Mi, pliss yah. Mumpung Romi nggak ada jadwal mata kuliah hari ini. Jadi, Romi pengen habisin waktu Romi berdua dengan Rana. Besok saja yah, kan Romi masuk kampus tuh besok dan full dari pagi sampai sore. Nah mami bisa jagain Rana disana selama Romi tidak ada. Dan sekalian mami Dona juga ajakin."
Mami Wanda : "Tapi nak, mami sudah siap-siap nih. (memperlihatkan pakaiannya) "Dan juga lagian mami sudah tanya ke mertua kamu Dona."
Romi : "Ya sudah, telpon balik saja mi. Bilangin besok saja yah, Romi pengen hari ini habisin waktu berdua bareng Rana kok. Tolong mami ngerti yah."
Mami Wanda : "Ya sudah deh.." (wajah murung)
Romi : "Oke mi... Romi ke rumah sakit dulu yah. Kasian Rana sendirian." (pamit ke maminya)
Mami Wanda : "Ya sudah, ini parsel buat Rana yah itu buah-buahan (menyerahkan parsel ke Romi) "Salam buat Rana yah."
Romi : (menerima parsel tersebut) "Makasih ya mi, Iya nanti Romi kasih salam kok. Pergi dulu ya mi."
Mami Wanda : "Hati-hati yah..."
Romi : "Iya mi... (teriaknya)
__ADS_1
Jangan lupa like, share, komen, dan vote yahh