Cinta Anggita

Cinta Anggita
Diam diam menaruh hati


__ADS_3

"Jessy untuk permainan ini, jangan minta om dan papah kamu buat main ini ya. Kalau om jelas tidak bisa, nah kalau papah kamu. Nanti yang ada papah kamu sudah tidak seperti es balok lagi, papah kamu nanti jadi lentur dan gemulai". Kata Lukman dengan nyeleneh, dapat tatapan tajam dari Gilang.


Jessy,hanya tersenyum mendengar om nya bicara seperti itu. Termasuk Reni yang ikut tersenyum, dan Gita berusaha menahan senyumnya. Karena takut bos nya marah, tapi Gilang melihat sedikit senyuman tersemat di bibirnya Gita


"Kenapa Git ditahan gitu senyum nya. Kalau mau ikut ngeledek juga ga apa apa, terus aja kalian meledek saya. Tau sendiri gaji kalian saya potong 50%, biar kalian tau rasa". Jawab Gilang dengan tegasnya.


Langsung seketika Lukman dan Reni menutup mulutnya sendiri, agar tidak tertawa lagi. Tidak dengan Gita hanya diam saja dapat teguran seperti itu. Mau bagaimana lagi kalau bos yang bicara sudah ngeri, apa lagi sampe bawa bawa potong gaji segala.


"Hihihi... Papah jangan galak galak dong. Kan kasian ka Gita dan ka Reni, pada takut tuh". Celetuk Jessy dan seketika raut wajah Gilang kembali normal tidak garang lagi.


"Jessy memang keponakan om yang paling pintar. Tuh mas dengerin anak nya membela kaum yang lemah, trimakasih ya cantik". Lukman tersenyum kearah Jessy dan ke arah Gilang dengan tersenyum dan kedua alis di naik turun kan.


"Jessy tau ga, tuh Ka Gita bisa tau main permainan dance nya". Ucap Reni,yang menunjuk kearah Gita.


Dan Gita nampak kesal dengan ucapan Reni, dan Gita melototi kearah Reni. Tapi Reni hanya tersenyum dan pura pura tak melihat mata Gita yang melototi dirinya.


"Serius ka Reni". Dan Reni pun mengangguk, lalu Jessy menoleh kearah Gita." Ka Gita bisa ya main permainan ini. Ayo ka main ini, ajarin aku. Siapa tau nanti aku bisa.?" Tanya Jessy dengan polosnya.


Gita bingung harus Jawab apa, dan Gita pun tersenyum kearah Jessy." Ka Gita tidak begitu bisa sayang main ini. Maaf ya sayang, soalnya udah lama banget". Jawab Gita, dan Jessy menunjuk kan wajah sedih dan kecewanya.


Dan itu membuat Gita dan Reni merasa tak tega melihat wajah cantik gadis kecil itu murung.


Gilang pun membujuk Jessy untuk main yang lain, namun Jessy kekeh ingin main itu. Lukman jadi bingung harus berbuat apa untuk menghibur Jessy.


"Git, elo kan bisa main ini, kenapa si loe nolak. Kasian tau tuh bocah, ayolah hibur dikit". Bisik Reni ke Gita,dengan menyenggol sikut Gita.

__ADS_1


"Lagian elo si pake bilang gue bisa segala, dari tadi gue diem aja, ga mau ujuk tangan kalau gue bisa. Malah elo pake bilang, rese banget Lo Reni". Jawab Gita berbisik dengan rasa kesalnya.


"Jessy maaf ya,Kaka bikin kamu sedih. Yasudah yuk main lagi itu, tapi jangan diketawain ya kalau Kaka dance di game itu". Dan seketika raut wajah Jessy berubah ceria kembali.


"Iya Ka, Jessy janji, Ayo ka kita main itu. Pertama ka Gita dan ka Reni main itu ya, nanti baru aku.." Dengan semangat nya Jessy sendiri yang memberi aba-aba untuk dua gadis dewasa itu.


Gita dan Reni tersenyum dan mengangguk kan kepalanya tanda setuju.


Kini Gita dan Reni sudah berdiri di tempat pump it up. Yaitu tempat permainan dance yang Jessy inginkan. Lalu Lukman pun memasukkan koinnya.


One


Two


Three


Terdengar suara musik, Gita dan Reni siap siap menggerakkan kaki nya. Gita dan Reni menggerakkan kakinya ke kanan ke kiri,kedepan dan kebelakang. Dengan badan di goyang goyangkan mengikuti nada, serta senyuman yang terus mengembang di bibirnya.


Membuat Lukman dan Jessy takjub melihat dua gadis itu memainkan, permainan itu. Tentunya Gilang pun ikut terpesona melihat Gita yang menari dengan lincah serta senyuman manisnya yang menghiasi bibirnya.


Entahlah Gilang tak mengerti akan yang dia rasakan. Gilang merasa seperti ABG kembali, saat pertama kali mengenal akan arti cinta. Apalagi dengan setatus Gita yang habis putus dari pacarnya, hampir tiap malam Gilang dihantui bayang bayang Gita. Dan setiap kali jantung nya sering berdebar-debar di saat dirinya berdekatan dan bertatap mata dengan Gita. Itu benar benar membuat Gilang semakin gila saat mengingat tentang Gita. Dan apa lagi sekarang berhadapan langsung dengan Gita, yang menari dan senyuman yang selalu menghiasi bibirnya. Benar benar membuat Gilang terpesona akan diri Gita.


Saat Gilang sedang tersenyum memperhatikan Gita menari, Lukman menangkap basah kakak sepupu nya seperti nya tertarik dengan Gita.


Lalu Lukman menggeser tubuhnya ke samping Gilang. "Mas di liatin aja, kenapa terpesona ya sama Gita". Kata Lukman dengan menaik turunkan alisnya, meledek Gilang.

__ADS_1


Sedangkan Gilang hanya melirik Lukman saja dengan tatapan garang nya. Lalu menoleh ke arah Gita dan Reni.


"Udah mas, Gita baik loh, manis dan lucu pula. Dan seperti nya Jessy sangat menyukai Gita, lihat saja Daria tadi Jessy tak mau lepas dari Gita. Kan sekarang Gita sudah aman, bukan milik siapa siapa lagi. Nanti keburu ada yang gaet lagi loh Gita nya mas". Lukman terus meledek kakak sepupunya itu.


"Terus saya harus bagaimana, saya juga tidak mau seperti ini Terus. Dia juga terus melintas di pikiran Saya, di mana pun dan kapanpun". Lukman terkejut dengan ucapan kakak sepupu nya itu, niat nya hanya meledek malah di jawab dengan jujur.


"Jadi mas diam diam menaruh hati sama Gita.?" Lukman menatap dengan tatapan menyelidik.


"Entah lah, tapi setiap kali bayang bayang Gita selalu hadir dalam mimpi mas". Jawab Gilang dengan wajah bingung.


"Ya sudahlah mas, di ungkapin aja ke orangnya. Dari pada tersiksa sendiri, mending di ungkapin langsung. Syukur syukur di terima, kalau nggak paksa aja mas". Lukman memberikan usulan gilanya, sambil terkekeh.


"Gila kamu Man, usulan kamu itu ga waras. Masa maksain buat Nerima perasaan orang". Gilang tak terima dengan usul Lukman.


" Yee kalau di bilangin, itu usulan bagus mas. Apalagi mas menyebutkan nama Jessy, beeeuuuhh.... Pasti Gita mikir mikir untuk menolak, secara Gita tak tega kalau sama anak kecil. Dan Jessy sepertinya lengket banget sama Gita, begitupun juga Gita. Tapi mas ada yang harus di ubah, jangan terlalu garang. buang tuh wajah dinginnya, ubah jadi wajah hangat. Di jamin Gita meleleh sama mas". Lukman memberikan usulan untuk Gilang, sambil terkekeh.


Dan Gilang nampak berpikir dengan semua ucapannya Lukman.


"Ka Gita sekarang giliran aku". Suara Jessy membuyarkan lamunan Gilang.


Dan Gilang kembali fokus dengan anaknya kembali. Gilang melihat Jessy, yang mengikuti gerakan Gita. Dengan tawa jenakanya membuat Gilang pun turut tersenyum melihat Jessy yang mengikuti gerakan Gita.


Setelah musik dari permainan itu pun habis, keluar lah tiket kertas dari permainan itu. Untuk ditukar kan dengan sesuatu dengan jumlah yang sama.


Setelah semuanya kertas itu terkumpul lalu mereka menukar nya dengan barang.

__ADS_1


Dan ternyata Jessy mendapatkan boneka kelinci yang lucu, dan cukup besar. Karena kertas yang Jessy dapatkan cukup banyak, dan Jessy pun begitu senang mendapatkan hadiah nya.


__ADS_2