Cinta Anggita

Cinta Anggita
Mendengarkan cerita Gita .


__ADS_3

Gilang mengoleskan salep pada luka cakaran di lengan Gita, dan Gita pun sedikit meringis saat lukanya di berikan salep berwarna putih bening tersebut." Sakit ya Git?" Tanya Gita dan lagi lagi Gita hanya mengangguk." Tidak apa-apa sakit nya hanya sebentar ko. Nanti juga hilang kamu tahan saja ya." Dan lagi lagi Gita hanya mengangguk. Entah lah mungkin Gita sudah lelah, atau memang malas bicara , hanya Gita saja yang tahu.


"Git kamu tidak apa-apa?" Tanya Gilang yang


melihat Gita hanya diam saja.


"Saya tidak apa-apa pak, sekarang kita pulang ya pak. Saya ingin istirahat.


"Iya saya antar kamu pulang, tapi kamu sudah baik baik saja kan. Saya tidak mau keluarga kamu


nanti bertanya keadaan kamu seperti ini." Gita hanya diam dengan perkataan Gilang.


"Tunggu kamu tenang dulu ya,baru saya antar kamu pulang." Lalu Gilang mengambil minum lalu di berikan ke Gita," Sekarang kamu minum ya,agar kamu sedot lebih tenang. Saya tidak mungkin mengantarkan kamu pulang Git, dengan keadaan seperti ini". Gita pun meminum minuman yang bos nya berikan. Dan Gilang melihat Gita sedikit tenang.


"Trimakasih pak,atas minuman dan sudah mengobati luka saya. Saya sebenarnya tidak mau seperti ini di depan bapak, saya sudah tahan semampu saya tapi tidak bisa. Sa..saya jadi teringat yang pernah saya alami." Gita pun membuka suaranya, namun dengan pandangan menunduk.


"Maaf Git, sebelumnya kamu pernah seperti ini. Kamu pernah trauma sama masalalu kamu, maaf saya jadi bertanya masalah pribadi kamu Git.?" Gilang coba bertanya dengan hati hati.

__ADS_1


Gita pun mengangguk." Aku trauma pak ,aku pernah merasakan di bully seperti tadi".


"Apa kamu mau menceritakan itu ke saya, agar kami sedikit lega." Gita pun mengangguk. Lalu Gita pun menceritakan masalalu nya


Flashback on


Waktu kecil, saat usia ku sembilan tahun, aku tinggal bersama nenek ku di kampung, untuk liburan sekolah. Aku main bersama teman teman, bermain di rumah teman bernama Vira. cukup lama aku main dirumah Vira . Tiba tiba neneknya Vira marah dengan ku, dan aku dituduh mengambil uang nya yang Berada di dalam dompet, di atas meja. Dan kebetulan aku duduk di dekat meja itu dan aku juga habis jajan. Dan memang kebetulan aku di kasih duit oleh nenek aku untuk jajan. Entah kenapa diriku dituduh mengambil uang sang nenek. Tanpa mendengar penjelasan ku, diriku di arak warga dan di tuduh mengambil uang. Aku di adukan ke nenek hingga nenek jatuh sakit. Di marahin sama keluarga ibu, di bilang nyusahin, dan bikin malu keluarga,dan membuat nenek ku sakit. Akhirnya kedua orang tua ku pun menjemput. Ayah sempat marah, namu ibu berusaha menenangkan, karena ibu melihat diriku sudah sangat ketakutan. Ibu tidak marah, ibu percaya aku tidak melakukan itu


Hingga suatu ketika aku sakit, aku teramat takut dengan peristiwa yang pernah aku alami untuk yang pertamakali. Ayah dan ibu memutuskan untuk pulang, namun saat kami berkemas, datang datanglah pak RT, dua warga, beserta keluarga dari Vira nenek Vira pun ada. Mereka datang kerumah nenek ku untuk meminta maaf kepada ku. Terutama neneknya vira, Karena waktu itu aku sedang sakit, ayah tidak mengizinkan warga untuk meminta maaf kepadaku. Ayah ku sangat marah dengan warga setempat. Karena mengambil tindakan sendiri tanpa mendengar penjelasan dari aku. Ayah juga marah dengan keluarga ibuku. Yang mudah percaya dengan orang lain, dan menghina aku seenaknya. Saudara ibu juga ikut merasa bersalah karena sampai membuat aku sakit


Ayah dan ibuku membawa ku pulang ke Jakarta, dan ayah berjanji tidak akan membiarkan aku ke kampung ibu ku lagi.


Flashback of.


Gilang mendengar kan cerita Gita nampak serius.lalu Gita melanjutkan ceritanya." Aku juga pernah merasakan di bully waktu SMA. Aku di bilang seperti kerbau, yang mempunyai tubuh besar. Apa semua orang nampak hina dan buruk kalau mempunyai tubuh yang kurus atau besar. Kalau memang salah di mana letaknya di bentuk tubuhnya. Seolah-olah mereka itu sempurna dengan mempunyai bentuk tubuh yang indah. Semua menghina mencemooh setiap melihat orang yang mempunyai bentuk tubuh yang besar. Harusnya orang yang mempunyai tubuh yang besar harus di dukung untuk bisa sehat atau kurus, Bukan di hina. Membuat orang itu semakin sedih. Tidak ada yang mau berteman dengan ku, sekali nya ada yang berteman ya hanya untuk meledek ku saja. Bukan yang tulus untuk berteman, dan hanya Andi dan Reni mereka yang tulus berteman dengan ku. Mereka membuat ku semangat dan tersenyum hingga aku mempunyai rasa percaya diri kembali.


Dan sampai aku mulai merasakan jatuh cinta , ketika ada seorang pria mendekati ku. Dan bilang dia itu jatuh cinta sama aku. Aku percaya dia tulus hingga suatu ketika aku melihat dia sedang bersama seorang wanita di belakang gedung sekolah. Dan mereka sedang berciuman di belakang sekolah,Reni dan Andi pun juga melihat adegan itu. Aku marah aku tanya status dia dengan gadis itu, dan hubungan aku dengan dia. Dia bilang,dia tidak suka dengan aku,dia hanya dekat dengan ku hanya taruhan dan memanfaatkan kepintaran ku untuk hasil nilai dia dan gadis itu.

__ADS_1


Aku di permalukan di depan teman-temannya, aku kembali teringat masalalu ku. Hingga ku terjatuh dan tak sadarkan diri. Aku di larikan kerumah sakit, kata dokter aku mengalami.


PTSD (post-traumatic stress disorder) atau gangguan stres pascatrauma adalah gangguan mental yang muncul setelah seseorang mengalami atau menyaksikan peristiwa yang tidak menyenangkan.


Akibat bully itu aku jadi trauma dan histeris seperti orang gila. Hingga aku waktu ujian pun aku tak ikut


Dan itu membuat ayah dan ibu ku tak tega dengan diriku. Hingga ayah dan ibu, memutuskan aku berhenti sekolah dan dirumah. Dan aku pun bersekolah setara paket dan aku pun ujian lewat sekolah paket C.


Ayah ibuku selalu bersedih saat melihat ku. Kata ayah seandainya ayah orang Berada,ayah akan menuntut semua yang sudah menyebabkan aku seperti itu akibat bully..tapi nyata nya kita tidak mampu. Mangkanya ayah, ibu, Andi dan Reni. Mereka selalu melindungi aku. Mereka selalu ada untukku, apalagi Reni sampai sekarang dia selalu ada untuk ku.


Gilang mendengar kan Cerita Gita membuat dirinya tak percaya. Gadis yang selalu membuat anak gadisnya ceria, ternyata menyimpan masalalu yang menyedihkan.


"Apa kamu sering mengalami seperti itu setelah sekian lama berlalu".


"Alhamdulillah tidak pak, karena aku bisa menahan nya sedikit, walaupun masih merasa kan sedikit. Tapi Kalau tadi aku hanya merasakan sesak aja pak, yang saya harus keluar kan agar tidak merasa sesak pak". Ucap Gita yang sedikit lebih tenang, namun Gilang masih dapat melihat wajah ketakutan Gita.


"Kalau kamu sudah lebih baik, saya akan antar kamu pulang Git". Tanya Gilang, dan di angguki oleh Gita.

__ADS_1


Lalu Gilang menyalakan mesin mobilnya kembali, lalu Gilang mengendarai dan melaju kendaraan,dan mengantarkan Gita pulang.


bersambung..


__ADS_2