Cinta Anggita

Cinta Anggita
Maaf dan penyesalan


__ADS_3

Bu ida membawa Gita Sampai masuk ke dalam kamarnya, setelah itu Bu Ida pun keluar. Gilang yang menunggu Bu Ida untuk meminta bantuan kepada Bu Ida.


"Bu saya trimakasih ya sudah mau menemani istri saya. Maaf sebelumnya saya jadi merepotkan ibu disini."


"Tidak apa-apa mas Gilang, selagi kita masih bisa menolong ibu merasa senang".


"Bu saya boleh minta tolong.?"


"Tolong apa mas, kalau ibu bisa insyaallah ibu bantu".


Gilang tersenyum." Saya hanya minta tolong belikan susu ibu hamil untuk istri saya,yang macam macam rasa ya Bu." Bu Ida pun mengangguk kan kepalanya. Lalu Gilang memberikan 10 lembar uang berwarna merah ke ibu Ida." Kalau uang nya masih ada, belikan saja apa yang di butuhkan untuk di dapur".


"Iya mas Gilang, nanti ibu cek lagi di dapur. Soalnya yang kemarin mba Gita dan mas Gilang beli masih ada. Kalau begitu ibu permisi ya ". Gilang pun mengangguk, dan Bu Ida pun pergi ke dapur.


Saat Bu Ida pergi, Gilang masuk ke dalam kamarnya. Cklek.... Suara pintu terbuka, Gilang melihat istrinya membelakangi dirinya. Gilang menutup pintu dan menguncinya. Gilang duduk di samping istrinya, mata Gita tetap memandang lurus kedepan. Dengan tangannya memegangi perutnya yang masih rata.


Gilang menarik nafasnya lalu membuangnya. Gilang merasa bersalah apa yang ia lakukan semalam. Gilang menatap wajah istrinya dari samping, terlihat bibir istrinya terlihat pucat. Matanya yang sembab hingga terlihat mengecil.


Lalu Gilang menyentuh tangan istrinya, lalu di bawa kepangkuan nya dan di genggam oleh Gilang sangat erat.


" Kamu mau makan apa sayang, nanti aku belikan, atau aku buatkan.?" Tidak ada jawaban dari Gita.


"Aku minta maaf sama kamu, aku menyesal sudah marah sama kamu. Karena mendapatkan foto kamu dengan Riko. Aku menyesal sayang, aku minta maaf sama kamu.?"


Gita kembali menangis mendengar suaminya bicara seperti itu. Padahal Gita berusaha menahan untuk tidak menangis, namun air mata itu mengalir dengan sendirinya.

__ADS_1


"Simpan kata kata sayang kamu itu, aku gak ingin mendengar nya. Kamu lebih percaya sama orang itu kan, siapa namanya Bella? Ya Bella nama itu kamu tulis dengan nama Bella. Kamu lebih percaya dengannya kan daripada aku, istri kamu sendiri. Yang tidak bisa memberikan contoh yang baik untuk Jessy." Gita menangis sesenggukan membuat Gilang semakin merasa bersalah kepada dirinya sendiri." Mas Kalau kamu sudah tidak ada lagi, rasa saling percaya. Kembalikan aku ke rumah orang tua ku mas, aku gak mau menjalani hubungan tanpa rasa percaya." Huuuu...huuu....huuuu.... Hiks.. hiks.. Gita menangis sesenggukan.


Mendengar istrinya mengucapkan kalimat itu, Gilang sangat terkejut. Gilang langsung berlutut di hadapan Gita yang sedang duduk. Gilang menggelengkan kepalanya dengan cepat, lalu memeluk perut Gita. Lalu Gilang mencium perut istrinya,yang masih rata. Lalu Gilang menatap wajah istrinya yang sudah basah karena air mata.


"Gak, gak akan aku biarkan kamu pergi dari rumah kita ini. Kamu segalanya untukku dan Jessy. Maafkan aku Git, maafkan aku. Jika kamu pergi aku bisa gila tak ada kamu di sini." Gilang menggenggam tangan Gita,lalu mencium tangan istrinya dengan rasa bersalahnya." Aku minta maaf, aku hanya laki laki posesif, yang mempunyai rasa cemburu. Rasa cemburu yang takut akan kehilangan kamu, aku tidak mau kehilangan untuk ke dua kalinya. Lihat aku Git, aku mohon". Gita menatap wajah suaminya." Kamu segalanya untukku, kamu pelangi dalam keluarga ini, kamu pelita di kehidupan aku dan Jessy. Aku gak ingin kehilangan lagi orang yang aku dan Jessy sayang. Jadi aku mohon kamu jangan pergi Git, apalagi sampai kemvali ke rumah orang tua kamu." Gilang bicara seperti itu, dengan wajah memohon. Dan Gilang pun menangis mengucapkan kata-kata itu.


Kesannya memang lebai, tapi memang itu lah sosok Gilang. Akan sangat rapuh jika orang yang di cintai nya pergi meninggalkan nya.


"Aku cinta dan sayang sama kamu Anggita, bersusah payah aku menjauh dari kamu. Agar aku tak berharap banyak sama kamu, di saat kamu bersama nya. Tapi semkin jauh semakin gila aku akan bayang bayang kamu Git. Bersusah payah ku membuka hatiku untuk kamu, karena permintaan anak ku. Dan bersusah payah juga aku mendapatkan kamu seutuhnya untuk ku, dan mana mungkin aku membiarkan kamu pergi Git".


Mendengar itu hati Gita terenyuh, sebenarnya pun Gita merasa kan rasa yang Sama.


"Maafkan aku ya Git, maaf. Apapun yang kamu minta aku turuti, tapi asal jangan pergi sayang. Aku mohon Git". Gilang mencium tangan Gita, dengan terus meminta maaf.


"Baik aku akan keluar." Gilang pun keluar dari kamarnya.


Siang hari Gilang membawa makanan dan minuman untuk istrinya. Sebagai penebus dosa nya Gilang sengaja tidak ke pabrik, Gilang akan menemani istrinya.


"Assalamualaikum sayang, aku bawa makanan nih. Plus susu untuk ibu hamil,yuk di minum."


Gilang meletakkan makanan nya di atas meja, lalu mengambil piring yang berisi makanan nya.


"Kamu boleh marah sama aku, tapi ga boleh sampai gak makan. Karena ada anak aku juga di dalam perut kamu, aku suapi ya". Gita pun mengangguk kan kepalanya.


"Aaaaa......aaamm. " Gilang tersenyum melihat Gita mau memakan suapannya.

__ADS_1


" Sebentar ya aku ambil sesuatu buat kamu, ada yang ketinggalan". Gita pun mengangguk, Gilang menepuk kepala Gita lalu tersenyum. Gita memang marah tapi tidak bisa marah terlalu lama, Apalagi sama suaminya. Cuma Gita hanya masih merasakan kesal saja terhadap suami nya.


Saat Gilang keluar, Gita menyendok nasi, lalu di masukan ke dalam mulutnya. Tiba-tiba Gita merasakan mual, perutnya terasa di aduk aduk. Gita segera mengambil minum, untuk mendorong nasi nya.


"Kenapa jadi gak enak begini sih nasi nya, tadi di suapi mas Gilang enak enak aja." Dumel Gita melihat nasi bergidik ngeri.


Cklak...pintu kamar terbuka, nampak Gilang masuk dengan membawa paper bag. Gilang heran melihat tingkah istrinya." Kenapa sayang, ko ga di makan nasi nya.? Heem..."


"Tiba-tiba rasanya gak enak, apaan tadi enak enak aja." Jawab nya dengan nada ketus. Gilang tersenyum mendengar Gita ngedumel seperti itu.


"Yasudah sini aku suapi lagi ya.? Anak papah ingin di suapi sama papahnya ya. Kenapa pengen di maja sama papah, tapi yang ingin di manja nya kamu apa Mamahnya.?" Goda Gilang, membuat Gita berusaha menahan senyumnya.


Gilang menyendok nasi dan lauknya, lalu di suapi ke arah Gita. Gita pun tak menolak saat di suapi oleh suaminya.


"Loh kenapa rasanya jadi enak lagi, padahal tadi aku makan sendiri gak enak". Ucap Gita dalam hati. Tanpa sadar nasi di atas piring pun habis. Lalu Gilang memberikan minuman ke istrinya.


"Habis ini minum susunya ya.?" Gita hanya mengangguk.


Gilang yang melihat reaksi istrinya masih marah, Gilang hanya pasrah.


Gilang memberikan bingkisan ke Gita.


"Ow iya Git, nih aku punya sesuatu untuk kamu. Kamu buka ya, aku gak tau kamu suka ga.? Tadi aku sempat keluar dan mencari sesuatu untuk kamu, semoga kamu suka ya.?"


Bersambung

__ADS_1


__ADS_2