
Gilang pun mengendarai mobil nya menuju rumah orang tuanya. Dimana dirinya harus membujuk Jessy dan meminta maaf kepada gadis kecil nya itu.
"Maafkan papah nak. Papah sudah membuat kamu menangis kamu segalanya buat papah nak." Gilang berbicara sendiri di dalam mobilnya.
Gilang terus mengendarai mobilnya dengan sangat cepet. Dan sampai lah Gilang di rumah orang tuanya. Gilang masuk ke dalam dan berjalan menuju kamar di mana gadis kecilnya itu berada.
Di kamar Jessy sudah ada bunda Yuni yang menemani Jessy tidur.
"Bun Jessy sudah tidur?" Tanya Gilang yang mendekati sang anak yang tertidur.
Sang Oma pun yang masih berada di samping cucunya hanya diam dan mengusap kening Jessy." Kamu liat Jessy kan. Dia sudah tertidur, makan pun hanya sedikit. Bunda tidak mau sampai cucu bunda kenapa kenapa Lang. Kamu membentak anak kamu hanya untuk gadis yang seperti ulat bulu itu. Awas sampai kamu menikah dengan dia bunda tidak akan setuju".
"Bun Gilang juga tidak punya hubungan apa-apa sama Bella. Itu dia saja yang menyimpulkan itu. Aku tidak pernah memberikan harapan untuk menikahi dia. Buat aku Jessy segalanya. Aku akan menikah kalau anak ku yang meminta itu ." Ucap Gilang yang masih membelai kening sang anak.
"Bagus nak kalau kamu berpikir seperti itu . Jujur bunda tidak suka sama dia, kalau sampai kamu sama gadis itu. Bunda khawatir cucu bunda tidak akan terurus oleh dia ". Ucap sang bunda Gilang.
"Bunda kalau mau istirahat ke kamar saja. Jessy biar Gilang yang temani". Pinta Gilang.
"Tidak Lang, tadi Jessy meminta bunda untuk temani dia tidur. Kamu istirahat lah di kamar kamu pasti lelah. Biar bunda saja yang di sini. Kamu sudah makan Lang? makan lah dulu lalu istirahat." Ucap sang bunda. Walaupun sedikit kesal dengan sang anak, namun masih perhatian dengan anaknya itu.
Gilang pun hanya mengangguk dan berjalan meninggalkan kamar Jessy. Gilang berjalan menuju meja makan di sana makanan sudah tersedia. Gilang pun makan malam tanpa nafsu. Karena Gilang kepikiran dengan anaknya. Gilang hanya makan sedikit lalu pergi menuju kamarnya.
Gilang bersih bersih badannya, setelah bersih bersih Gilang merebahkan dirinya di atas kasurnya. Gilang teringat ucapan mendiang istrinya sewaktu masih hidup.
"Mas, jaga anak mu. Jangan buat anak mu bersedih karena itu juga akan membuat ku bersedih. Jika kamu ingin melihatku bahagia. Buatlah anakmu bahagia". Ketika Gilang tak sengaja memarahi Jessy Gilang selalu teringat kata-kata sang istrinya dulu.
"Maaf kan mas Monic, kenapa kamu pergi meninggalkan aku dan Jessy. Mas akan berjanji akan membahagiakan Jessy. Mas tidak akan memikirkan keinginan mas sendiri." Gilang berbicara sendiri di dalam lamunannya.
Tiba-tiba saja handphone milik nya berbunyi. Gilang pun terkaget, Gilang melihat siapa yang menelepon malam malam. Terdapat panggilan dari Lukman." Lukman malam hari telpon ada apa ya?"
Lalu Gilang menekan warna hijau.
📞"Hallo assalamualaikum..Ada apa Man?"
__ADS_1
📞.....
📞"Gita, Citra dan Bu Mutia berantem. Kenapa memangnya?"
📞....
📞"Aaahh... Tangan Citra di cengkram sama Gita.
📞......
📞 "Ooo...Yasudah besok kita bicarakan lagi. Kamu istirahat lah, saya mau tidur.
📞....
📞"Iya waalaikumsallam.
Panggilan pun terputus." Hebat juga gadis itu, bisa beladiri, bisa main gitar. Unik gadis seperti Gita. Kenapa aku jadi mikirin gadis itu. Tidur lah sudah lelah juga ni badan". Gilang pun merebahkan dirinya kembali. Dan menarik selimut ke badannya. Lalu memejamkan matanya dan tertidur..
****
Reni dan Gita tidak langsung pulang mereka berjalan jalan sejenak ke taman yang mereka berdua datangi. Sekalian Reni dan Gita jajan dan duduk duduk di taman.
Reni dan Gita membeli cilok dengan bumbu kacang dan saos di tambah bubuk cabai untuk penambah rasa pedas. Tak lupa juga mereka membeli minuman untuk menghilangkan rasa pedas pada mereka.
Gita karena dia sedang merasa kesal cilok yang ia beli sudah habis dengan cepat ia lahap. Reni yang melihat cilok Gita. sudah habis Reni tertawa." Gila Lo laper, Maruk apa doyan Git. Cilok elo langsung habis. Awas Lo punya gue Lo makan juga."
"Berisik Lo, gue laper dari pada gue makan orang mending cilok yang gue makan." Kata Gita dengan merasa kesal namun ada senyum kecil yang terlihat.
Reni pun ikut tersenyum. Iya sih mending Lo makan cilok, dari pada makan orang gue ngeluarin diri jadi temen lo. Nanti kalau gue masih jadi teman Lo, setiap Lo makan nanti gue jadi sasaran Lo lagi. Hahahaha.....
"Emang Lo sasaran ngapain. Lagian kalo elo gue makan juga nggak enak". Jawab Gita dengan terkekeh.
" Eeh.. sekate Kate. Siapa bilang nggak enak.. enak lah gue kasih micin tau biar gurih. Hahaha.... Eehh iya dah nggak enak gue. Nanti pas Lo tau kalau gue gurih nanti Lo diem diem makan gue lagi. Iiih..." Reni pura pura bergidik ketakutan.
__ADS_1
" Apaan si Lo Ren gaze banget dah." Gita ikut terkekeh.
" Nah gitu donk. Eehh... Gue mau tanya memang tadi siang beneran itu Lo berantem ma Citra.?
"Bukan gue si yang berantem si Gina dan Citra, cuma gue di bawa bawa Citra".
"Maksudnya elo di bawa bawa Maimunah?" Reni masih belum paham.
"Gini, Citra katanya nggak sengaja nyenggol lollipop gue. Yang gue taro di ruangan packaging. Maksud gue biar gue langsung bungkus kalo udah nggak terlalu dingin Banget. Lumayan lima belas, atau dua puluhan lollipop. Terus kata Gina bilang apa gitu. Eehh Citra malah bilang eeh Gina elo belain Gita memang di bayar berapa si sampe segitu nya. Kata Gina Lo bukan nya minta maaf malah nyolot. Elo kira bikin ini gampang. Citra nggak terima malah ngatain gue. Dan bilang eehh Git itu Gina Lo bayar berapa sampai belain Lo segitunya. Ya gue kesel benget. Gue tahan gue nggak enak apa lagi di ruang kerja berantem juga nanti pasti rame. Gue suruh GINA hitung lollipop yang hancur. Bagus aja Fahri mau bantuin. Kalau nggak tugas gue makin banyak Ren".
Lalu Gita melanjutkan ceritanya yang dia bisa kesal karena ucapan Citra. Reni yang mendengar nya pun juga ikutan kesal.
"Gila tuh cewek kalau jadi gue, udah gue pelintir tuh tangan dia.kurang ajar banget. Tenang Gita kalau dia besok ngomong macem-macem gue belain elo."
" Gue nggak peduli si Reni, dia mau bilang apa. Lagian CC TV di pos satpam ada di luar, Pak Gilang tinggal liat aja, Gue males debat Ren.
"Iya gue mau bawa motor gue. Lagian si manis udah lama gue nggak pakai pakai pasti kangen sama bos nya yang manis juga. Hahahaha.....Jawab Gita dengan tertawa." Balik yuk udah sore gue cape banget mau istirahat.
Lalu mereka pergi meninggalkan taman itu. Dan Reni mengantar Gita kerumahnya, lalu Reni langsung pulang.
*****
Sedangkan di suatu rumah. Gilang yang sedang tertidur di kaget kan dengan panggilan dan teriakan dari Suara Bunda nya yang memanggil namanya." Gilang bangun Lang Jessy Lang".
Gilang yang sedang tertidur langsung terbangun saat sang bunda menyebutkan nama Jessy ." Jessy Kenapa Bun ?"
"Anak kamu badannya panas banget Lang. Dia mengigau, Memanggil mamahnya. Bunda bingung sudah di kompres dan di kasih obat penurun panas tetapi panas nya nggak turun juga.Ayo Lang kita bawa kerumah sakit, bunda khawatir nak." Gilang pun segera mengambil jaket dan mengambil kunci mobil. Lalu Gilang berlari ke kamar Jessy.
Gilang menyentuh kening Jessy, terlihat wajah khawatir Gilang ." Ya Allah panas sekali badannya. Jessy sayang bangun nak ini papah sayang. Ayo bangun ya sayang jangan buat papah takut nak.
Tetapi Jessy masih saja mengigau Memanggil mamahnya." Mamah... Mamah.. Jessy sakit mah. Jessy mau di peluk mamah." Hati Gilang bagaikan di cubit sakit rasanya kalau Jessy sakit selalu memanggil nama Mamah nya.
" Jessy ini papah sayang. Kita kerumah sakit ya sayang. Jessy mau apa sayang papah ikuti sayang." Gilang berucap seperti itu dengan mata yang sudah basah karena tak tega melihat Jessy yang terus memanggil nama mamahnya .
__ADS_1