
Dan malam itu seluruh keluarga berkumpul menunggu Reni di rumah sakit. Karena mau kembali juga sudah larut malam.
Esok harinya, keluarga Gilang datang. Gita membawakan makanan untuk keluarga yang menunggu di rumah sakit.
"Tanteh om semuanya ini makanan untuk kalian. Ayo di makan, pasti kalian lapar pasti menunggu Reni.?"
"Iya Henn, ini Gita masak pagi pagi katanya untuk kalian." Timpal bunda Yuni.
"Iya sayang Trimakasih ya. Ayo mas, pak, Bu di makan. Masakan Gita enak loh.!".ajak mamah Henny kepada dua besannya.
"Iya Bu, masakan Gita memang enak. Git, ayah makan ya masakan nya, pak Hendra Bu Yuni yuk makan.?" Kata pak Romi yang mengambil bungkusan nasi kotak nya.
'Ow jadi bapak ibu pernah makan masakan Gita.?" Tanya mamah Henny.
Sedangkan Gilang dan Gita saling menatap satu sama lain.
Dan kebetulan saat itu Riko baru keluar dari kamar Reni, mendengar ucapan ayahnya, dan pertanyaan mamah Henny.
Riko memberi isyarat ke ibu nya untuk tidak berkata jujur tentang Gita.
"Ini Bu, Gita kan teman Reni. Jadi mereka suka main, kadang Gita suka membantu saya masak. Mangkanya kami tau masakan Gita itu enak." Kata Bu Reka yang menimpali pertanyaan besan nya itu.
"Ow iya Git, Kalau kamu mau jenguk Reni masuk aja.?"
"Iya tanteh, aku masuk duluan ya Bun." Gita pamit ke mertuanya.
"Iya nak kamu duluan nanti baru kami". Gita dan Gilang pun mengangguk.
Saat Gita berbalik arah, Gita terkejut karena ada Riko dengan belakang nya. Dan Riko menatap wajah Gita, dengan sedikit senyuman nya itu.
Gilang menatap Riko tanpa ekspresi. Gilang merangkul pinggang Gita, dengan sangat erat.
Gita tau ,kalau suaminya mulai cemburu dan posesif lagi. Kalau berhadapan dengan Riko, Gilang masih merasa was-was jika bertemu dengan mantan kekasih Gita.
"Maaf ka ,aku gak liat ada KA Riko .?"
"Gak apa-apa Git, kalau mau jenguk Reni masuk saja. Ada mas Lukman di dalam".
__ADS_1
" Iya trimakasih KA, aku masuk ya.?" Riko mengangguk, sedangkan Gilang tak melepaskan rangkulannya di pinggang Gita.
Pak Hendra paham akan sikap anak nya itu. Pak Hendra yakin antara Riko dan Gita itu pasti pernah menjalin hubungan. Mangkanya pak Romi bicara seperti itu.
Gilang dan Gita pun kini masuk ke dalam kamar Reni di rawat.
"Selamat ya Zubaidah, akhirnya Gandi mempunyai teman main.?" Kata Gita yang datang langsung memeluk Reni, lalu cipika-cipiki.
" Trimakasih Maimunah senang banget gue elu datang jenguk gue."
"Pasti dong, elo kan sahabat gue. Bukan hanya sahabat kita sekarang saudara.?" Reni pun mengangguk.
" Selamat ya mas Lukman, sekarang sudah mempunyai baby.?"
"Trimakasih Git, trimakasih sudah jenguk Reni".
"Sama sama mas". Gita dan Lukman tersenyum.
Lalu Gilang memberikan selamat kepada adik sepupunya,dan tak lain sahabatnya.
" Selamat ya Man,atas kelahiran putri kalian. Semoga anak kalian menjadi anak yang Sholehah, berbakti kepada kedua orang tua".
"Selamat ya Ren, sekarang kamu sudah menjadi ibu. Jaga kesehatan ya, biar bisa kumpul dengan kami".
"Trimakasih mas Gilang." Kata Reni dan Gilang pun mengangguk.
"Hadiah untuk kamu mana mas.?" Tanya Lukman dengan senyum ngeledek.
"Bukan untuk kamu, tapi untuk Reni dan anak kamu. Hadiahnya ada di rumah, nanti kalau kalian sudah kembali kerumah. Baru saya kasih untuk anak dan istri kamu, tapi bukan untuk kamu Man.?" Ledek Gilang balik, membuat Lukman bersungut.
Gita dan Reni hanya tersenyum melihat wajah bete Lukman.
"Ow iya anak kalian mau dikasih nama siapa.?" Tanya Gita.
"Aku mau kasih nama Rania Az-Zahra Suherman." Kata Reni.
"Nama yang bagus". Kata Gita membuat Reni dan Lukman tersenyum.
__ADS_1
******
Tiga hari kemudian Reni sudah di perbolehkan kembali kerumah, dan kini Reni sudah berada di kediaman rumah mamah Henny. Rumah Lukman pun jadi rame terdengar suara tangisan dari anak Reni dan Gita.
Tentu itu suasana yang selalu di nantikan oleh mamah Henny, rumah nya rame.
Kini Seluruh keluarga sudah berkumpul. Keluarga Lukman, Gilang, Reni, bahkan Andi dan istrinya pun turut hadir memberikan selamat dan melihat anaknya Reni dan Lukman. Dulu nya sahabat kini menjadi saudara ipar.
Dan di saat sedang berkumpul, Tiba tiba terdengar suara tamu datang. Dan ternyata Riko datang untuk menjenguk adiknya itu. Namun alangkah terkejutnya Andi saat melihat Riko yang datang, dan mereka saling menatap satu sama lain.
Tidak ada yang saling berbicara, yang ada hanya saling menatap dengan tatapan dingin mereka. Mereka paham di antara mereka tidak ada yang berhasil mendapatkan Gita. Justru yang mendapatkan orang yang jauh dari perkiraan mereka.
Di saat Gita dan gilang, serta dengan Jessy dan Abi. Mereka berpamitan untuk pulang, karena baby Gandi mungkin lelah dan tidak nyaman dengan suasana yang ramai.
Di saat Gita berjalan menuju mobilnya, Riko dan Andi dari jauh masih menatap kepergian Gita dengan keluarganya.
Jujur saja bagi Riko dan Andi sangat sulit melupakan Gita dari hatinya. Walaupun kini sudah ada pengganti Gita, namun hati mereka tak menampik itu. Jika perasaan mereka masih ada sedikit nama Gita di hati mereka.
Terutama Andi, yang menganggap Gita itu cinta pertama. Bahkan menginginkan Gita itu cinta terakhir nya. Namun apa daya semua itu Hanya tinggal kenangan semata.
"Jujur Git, di hati ku masih ada terukir namamu. Jujur aku masih belum bisa melupakan mu, sulit sekali melupakan kenangan kita. Kenangan yang pernah kita lalui, semenjak masa masa sekolah. Aku membencimu, tapi rasa benci itu hilang karena sikap kamu yang membuat ku kagum. Dan aku pula yang membuat kamu membenci ku, dan bahkan aku lah yang sudah menyakiti kamu. Semakin aku berusaha melupakan kenangan itu, semakin sering kenangan indah kita yang terlintas di pikiran ku. Ya ampun Andi ayo dong lu lupain Gita, ingat sekarang lu udah punya keluarga sendiri. Ada istri ku yang membutuhkan elu di sampingnya. Ya Tuhan bantu aku untuk melupakan kenangan itu bersama dengan Gita. Aku tak tahu ingin ada yang terluka kembali, cukup hanya Gita yang merasakan sakit itu. Aku tak ingin ada yang terluka kembali, ikhlaskan lah hati ini ya tuhan". Gumam Andi dalam hatinya saat melihat Gita menghilang dari pandangan nya.
Sedangkan di dalam mobil mereka tidak ada obrolan, yang ada hanya suara Jessy dan Abi yang tertawa.
"Mah, aku sekarang mempunyai adik dua ya mah. Anak tanteh Reni cantik ya mah, aku sampai gemas liat nya. Hihihi.... Cerita Jessy membuat Gita tersenyum mendengar nya.
"Papah ko papah diam saja dari tadi. Papah sakit ya.?" Gilang menoleh ke arah Jessy sekilas dan tersenyum.
"Tidak sayang papah tidak kenapa-kenapa ko. Kan papah lagi menyetir, kalau papah ikut cerita nanti papah tidak konsen nyetir mobilnya.?"
Jessy mengangguk kan kepalanya, lalu berlanjut berbicara sama Abi.
Gita memperhatikan memang suami nya diam saja, sejak di rumah Lukman tadi.
"Mas Gilang, Benar mas kamu tidak kenapa-kenapa. kamu soalnya diam saja loh, dari tadi.?"
"Aku gak apa-apa". Jawab nya singkat tanpa senyuman.
__ADS_1
Kini Gilang sudah sampai rumah, namun Gilang masih enggan untuk bicara dengan Gita. Sedangkan Gita sendiri pun bingung apa yang terjadi dengan suaminya itu. Ingin sekali Gita bertanya langsung saat di mobil tadi, namun tak mungkin karena di sana ada dua anaknya. Terutama Abi dia peka sekali jika orang tuanya ada masalah.