Cinta Anggita

Cinta Anggita
Istri Andi melahirkan


__ADS_3

Kini Gilang sudah sampai rumah, namun Gilang masih enggan untuk bicara dengan Gita. Sedangkan Gita sendiri pun bingung apa yang terjadi dengan suaminya itu. Ingin sekali Gita bertanya langsung saat di mobil tadi, namun tak mungkin karena di sana ada dua anaknya. Terutama Abi dia peka sekali jika orang tuanya ada masalah.


Jessy dan Abi kini sudah berada di dalam kamarnya untuk istirahat. Sedangkan baby Gandi sudah tertidur di tempat tidurnya. Sedangkan Gilang kini masih di luar balkon kamarnya.


Angin malam begitu menusuk kulit. Gita merasa kalau suaminya selalu menghindar dari dirinya. Gita pun lalu menghampiri Gilang.


"Mas, sudah malam masuk yuk...!"


"Aku masih ingin di sini Git, kamu tidur lah duluan."


Kini Gita berdiri di samping Gilang, Gita menatap lurus kedepan, tanpa menoleh ke arah suaminya.


"Kamu kenapa sih mas, kenapa kamu diami aku. Apa aku punya salah sama kamu, ngomong mas jangan kamu diami aku.?"


Kini Gilang lah yang menatap wajah istrinya.


"Kami gak salah, ini hanya perasaan aku saja.?"


"Perasaan kamu, perasaan apa.? Jangan bilang kamu masih memiliki rasa cemburu saat melihat Riko dan Andi tadi di rumah mas Lukman.?" Gita melihat suaminya di sampingnya.


Gilang tersenyum kecut,saat mendengar itu." Maaf Git, aku ga munafik. Aku masih merasakan cemburu dengan kedua mantan mu itu. Aku yakin mereka masih menyimpan rasa sama kamu, aku tau Git." Gilang menatap wajah istrinya.


" Contohnya Andi, aku tau dia masih memiliki rasa sama kamu. Dari cara dia memandang kamu, masih sama cara menatap kamu saat kejadian waktu di mall. Walaupun dia sudah menikah, aku yakin dia masih memiliki rasa sama kamu Git. Dan Riko, aku tau dia masih menyimpan rasa sama kamu. Walaupun dia tau kamu sudah milik aku Git."


"Mas biarkan dia menyimpan rasa mereka, itu urusan mereka mas. Aku yakin lama kelamaan mereka bisa ko melupakan itu. Semuanya itu butuh waktu dan proses, sama seperti aku yang membutuhkan waktu untuk melupakan semua. Aku mohon jangan pernah menoleh kebelakang mas, karena semuanya itu hanya masalalu mas. Kita hanya cukup memandang ke depan, untuk kebahagiaan keluarga kita mas".


"Tapi aku tidak rela Git, kalau kamu itu masih di pikiran mantan pacarnya kamu itu.?"

__ADS_1


Gita malah terkekeh mendengar ucapan suami nya itu." Posesif sekali Suami ku ini?" Goda Gita.


"Aku posesif aku sayang kamu Git. Aku ingin serakah, aku hanya ingin memiliki kamu. Aku tidak ingin ada pria lain yang masih memikirkan kamu".


"Sweet banget sih Suami ku ini, sudah ya jangan mikirin itu terus. Aku juga tidak ingin, seperti itu. Aku hanya ingin kalau kamu lah yang selalu mikirin aku dan kamu slalu di pikiran ku ini." Sambil mengerling kan sebelah mata nya.


Gilang terkekeh melihat istrinya menggodanya. Seketika marah Gita hilang begitu saja, melihat istrinya seperti itu.


Gilang langsung menarik tubuh istrinya untuk mendekat." Kamu sudah pintar yang membujuk aku untuk tidak kesal dan marah." Gita hanya tersenyum mendengarnya.


"Git, mungkin kamu kesal dengan sikap posesif dan cemburuan aku ini. Tapi ini memang kelemahan aku, aku paling tidak suka ada yang masih memikirkan kamu. Aku memang egois, tapi dengan inilah aku menunjukkan kalau aku itu sayang kamu. Aku tidak ingin kehilangan kamu, aku hanya ingin kamu."


Gita langsung memeluk suaminya dengan sangat erat." Aku juga tidak ingin kehilangan kamu mas. Walaupun kamu nyebelin, ngeselin, cemburuan. Tapi hanya kamu yang membuat aku nyaman saat kita bertemu dulu. Aku selalu nyaman saat bersama kamu mas, mangkanya aku tidak ragu untuk menjawab perasaan kamu. Karena aku mengikuti kata hati ku saja."


"Ow ya, masa sih. Jadi setiap kali aku sama kamu dulu. Kamu selalu nyaman sama aku sayang. Bahkan saat kamu masih sama mantan kamu.?" Gilang menatap wajah Gita, dan Gita pun mengangguk kan kepalanya.


"Kamu tau sayang. Aku sebenarnya merasa berdosa sama kamu, kamu tau kenapa sayang.?" Gita menggelengkan kepalanya." Karena sebenarnya aku orang pertama yang bahagia di saat hubungan kalian hancur".


"Iiih... Jahat nya kamu.." kata Gita dengan meledek, Gilang tersenyum mendengar nya.


"Ya kesannya jahat memang, tapi semua itu juga karena kamu. Karena stiap kali dekat kamu, jantung ku berdebar. Sampai aku pernah menjauh dari kamu, tapi bayangan kamu itu tak pernah lepas dari pikiran ku. Dan satu lagi, di saat kamu sakit waktu itu, aku sangat khawatir sama Git".


"Yang kapan sih mas.?" Gita lupa, namun Gilang malas menjelaskan nya.


"Waktu kamu masih sama Andi, sebelum kamu mendengar kejujuran Andi kalau dia sudah menikah". Jawab Gilang ketus, namun Gilang melihat istrinya dengan tatapan menyelidik.


"Ow saat itu, ya sudahlah itu memang masa masa terburuk. Tapi yang penting sekarang ada kamu yang spesial di sini untuk aku mas". Sambil menujuk arah dadanya.

__ADS_1


Gilang tersenyum, lali gilang semakin mempererat pelukannya pada Gita.


Kejujuran yang Gita sembunyikan.


Sebenarnya jujur bayang bayang saat Gita bersama Andi masih suka terlintas di pikiran Gita. Dan Antara Andi dan Riko memang ke duanya pria baik bagi Gita. Dan keduanya sama sama mantan terindah Gita. Namun Gita segera membuyarkan bayang bayang saat saat bersama mereka. Memang kenangan itu sulit di lupakan, namun kita harus bisa menutup kenangan itu untuk menghargai pasangan sekarang.


Setiap kali Gita melakukan sesuatu bersama Gilang. Gita jadi mengingat kembali Saat saat Gita melakukan kegiatan itu bersama Andi dulu. Di saat mengingat itu Gita sering bermanja manja dengan suaminya, tanpa Suami tau.


****


Seminggu kemudian, Gita mendapatkan kabar. Kalau Anisa atau Ica istrinya Andi kini melahirkan. Dan anaknya pun seorang putri cantik. Jadi papah Ridwan mempunyai dua cucu yang cantik cantik.


Anak Reni dan Lukman bernama Rania Az-Zahra Suherman. Dan anak Andi dengan Anisa di beri nama Andini Alisia Ridwan.


Dan kini Andi dengan Lisa sementara ikut tinggal dengan keluarga Lukman. Karena papah Ridwan ingin sekali memperhatikan putri nya yang selama ini jauh darinya. Dan tentunya mamah Henny pun tidak keberatan dengan permintaan suaminya itu.


Justru mamah Henny senang rumah jadi rame, karena kedua anak, menantu dan cucunya kini kumpul di rumahnya.


Dan semenjak kelahiran putri nya, Andi begitu bahagia. Karena saat ini yang ada di pikirannya hanya ada istri dan anaknya. Apalagi dengan status sebagai ayah baru, Andi ingin memprioritaskan keluarga nya.


Walaupun bayang bayang Gita masih suka hadir, tapi Andi berusaha untuk menutup kenangan itu.


Dan tentu Anisa begitu bahagia melihat perubahan pada diri suami nya saat ini. Yang berubah menjadi perhatian kepadanya, dan putri nya.


Pernikahan yang tak di dasari cinta, hanya karena rasa kasian. Tapi perlahan rasa cinta itu tumbuh pada dirinya dan juga Andi. Sampai mereka berdua kini mempunyai buah cinta mereka.


Bersambung....

__ADS_1


__ADS_2