
Mereka kini duduk saling berhadapan dan saling menatap satu sama lain. Ada debaran debaran cinta yang mereka rasakan. Dan malam ini adalah malam pertama bagi mereka menjadi pasangan suami istri. Walaupun bagi Henny, Ridwan dulu adalah adik iparnya, dan kini menjadi suaminya.
Henny berusaha membuka hatinya untuk pria yang kini ada di hadapannya dan bersetatus suaminya nya.
Setelah pernikahan mamah Henny dan Ridwan. Kini dua bulan sudah berlalu, dan kini usia kandungan Gita berjalan tujuh bulan.
Di usia kandungan nya Gita tujuh bulan ini, Gilang ingin mengadakan syukuran tujuh bulan kehamilan nya istrinya. Gilang mengadakan pengajian, mengundang teman-teman Gita dan Gilang pun juga tak lupa mengundang anak yatim piatu.
Semua orang tua Gilang dan Gita datang ke kediaman Gilang. Termasuk keluarga om Ridwan dan keluarga Reni. Gilang pun juga mengundang teman teman nya Gita di sini pabrik.
Setelah acara pengajian tujuh bulanan Gita selesai. Para tamu undangan sudah pulang, hanya tinggal keluarga dan teman-teman Gita yang masih ada di rumah Gilang.
Gita yang dari tadi' bersama suaminya, melihat Reni yang sedang berkumpul dengan teman-teman sewaktu kerja dulu.
" Mas aku mau gabung sama teman-teman ya.?"
"Yasudah gabung lah sana sama temen-temen kamu
Kini Gita pun berjalan menghampiri Reni dan teman teman nya semasa kerja di pabrik. Namun saat akan menghampiri Gita seperti melihat dua orang yang sedang mengobrol dan sambil tersenyum.
Gita mengernyitkan matanya, ada senyuman di bibir Gita saat melihat sepasang orang yang sedang asyik berbincang.
"Gina, Ka Riko. Ternyata di sudah akrab, syukurlah. Semoga mereka berjodoh, Gina juga gadis baik." Batin Gita.
Saat Gita sedang melihat Riko sedang mengobrol dengan Gina. Ada suara seseorang yang mengagetkan Gita.
Ekhem...." Biasa aja sayang kalau melihat mantan gak usah sampai segitunya..?"
"Astaghfirullah mas Gilang ngagetin aja sih". Sambil menepuk dadanya dengan pelan, karena kaget.
"Habisnya kamu ngeliat mantan sampai segitunya. Inget itu perut udah maju ke depan". Sambil menujuk ke arah perut Gita.
Gita menahan geram nya melihat suaminya yang pencemburu itu..
"Ya ampun mas. Aku sadar, aku sedang hamil besar. Aku ngeliat Ka Riko karena aku melihat di sedang mengobrol dengan Gina itu lihat.." Mata Gilang melihat ke arah Riko yang sedang asik mengobrol dengan Gina.
Di sana terlihat Gina dan Riko terlihat Bahagia, Gina yang bercerita sedangkan Riko menyimak cerita Gina. Riko hanya menggaruk kepalanya dan tersenyum malu. Sedang Gita sengat kesal dengan sikap suaminya yang cemburuan.
__ADS_1
Gita jadi kesal melihat suaminya sendiri. Gita pun langsung berjalan meninggalkan suaminya yang masih diam mematung. Gilang pun sedikit takut kalau sudah membuat istri nya marah.
Gita pun melanjutkan langkahnya menujuk teman teman nya.
"Hai .... Bu mil satu ini makin terlihat aura ibu hamil nya." Ledek Lia, teman sewaktu di pabrik.
"Trimakasih Lia. Ow.. iya kalian udah makan belum.?"
"Udah Gita, trimakasih ya sudah mau ngundang kita ke Acara kamu ini".
"Ya ampun apaan si kalian. Kalian semua ini kan teman teman ku di pabrik, masa iya aku gak undang kalian".
"Iya Gita, walaupun kamu sekarang sudah jadi istri bos kita. Tapi kamu gak sombong, masih tetap anggap kita teman." Timpal Mpo Ati.
"Emang mpo Ati ini mau di anggap apa Hem...? Kalian itu teman teman baik ku, andai aja mas Gilang ngizinin aku balik kerja di pabrik. Pasti seneng banget bisa kumpul lagi dengan kalian.?"
"Ya gak mungkin Bu mil, kamu di izinkan kerja. Secara kamu menikah dengan duren, anak pemilik pabrik kita. Di tambah lagi usahanya pak Gilang di mana mana. Gak mungkin lah kamu di izinkan kerja. Apalagi di pabrik di sana ada Fahri, yang pernah menaruh hati nya sama kamu.?" Cerocos Joko, membuat Gita membenarkan apa yang di cerita kan Joko benar adanya.
Gita jadi mengingat saat Fahri mengungkapkan perasaan nya ke Gita.
Setelah mereka saling mengobrol seluruh teman teman pabrik pun izin pamit untuk pulang. Tentunya mereka semuanya pun membawa bingkisan yang sudah Gilang dan Gita siapkan. Dengan di antar oleh supir di pabrik mereka pun meninggalkan kediaman rumah Gita.
Tepat di saat itu juga Reni Riko dan Gina menghampiri Gita yang sedang bersama Gilang.
"Pak Gilang , Gita aku pamit ya.?" Pamit Gina.
"Aaah iya trimakasih ya sudah hadir di acara aku Gin." Gina pun mengangguk.
" Kamu di antar siapa Gin.?" Tanya Gina.
"Di antar Abang Riko dong, hihihi.... " Goda Reni membuat Gina tersenyum malu.
Gita melihat Riko yang menganggukkan kepalanya." Iya Git, aku yang akan antar Gina. Kamu tenang saja."
"Jadi kalian berdua mempunyai hubungan.?" Riko mengangguk, sedangkan Gina tersenyum.
"Yasudah semoga kalian cepat menyusul Reni dan Gita ke pelaminan".
__ADS_1
"Amiin.... Iya mas doakan saja semoga di lancarkan niat baik kami. Sekali Lagi selamat ya mas Gilang, Gita. Semoga kamu dan kandungan kamu di berikan kesehatan, dan di permudah persalinan, dan selamat dua duanya. Amiin.. "
"Amiin.... " ucap Gita dan Gilang sambil mengusap wajah mereka.
"Trimakasih Ka Riko." Kata Gita.
"Trimakasih Rik". Riko pun mengangguk.
" Kalau begitu saya dan Gina pamit ya, trimakasih atas undangan nya." Riko bersalaman dengan Gilang.
"Saya yang harusnya trimakasih, kalian sudah hadir dan turut mendoakan istri saya." Kata Gilang dengan senyuman ramahnya.
" Sama sama mas, kita sesama manusia memang harus saling mendoakan yang terbaik. Kalau begitu saya pamit, Gita aku pamit. Sehat sehat ya kalian dua bumil." Rok bersalaman ke Gita.
"Trimakasih ya ka Riko, Gina." Gina dan Riko pun mengangguk, lalu meninggalkan dua bumil yang masih melihat Riko dan Gina berjalan.
Sedangkan Gilang mengejar Riko dan Gina dengan membawa bingkisan untuk mereka.
"Ini untuk kalian,masa gak di bawa. Kasihan nanti bumil nya ngambek.?"
"Ya ampun mas, pake repot repot. Trimakasih sekali lagi." Ucap Riko yang mengambil bingkisan dari tangan Gilang. Lalu di letakan di dalam mobilnya.
"Gak ngerepotin ko. Yasudah kalian hati hati ya." Riko dan Gina mengangguk. Lalu mereka masuk kedalam mobil , dan Riko mengendarai mobilnya meninggalkan kediamannya Gita.
"Senangnya kakak gue bisa move on dari elo Git ." Kata Reni, Gita pun menyenggol lengan Reni untuk berhenti karena ada Gilang datang." Uuupps.... Sorry ada suami Lo yang cemburuan ya. " Kata Reni dengan terkekeh.
Sedangkan Gita ya g tersenyum mendengar ucapan Reni itu. Dan saat itu juga Lukman dan Gilang datang menghampiri istri mereka.
"Loh, teman teman udah pada balik semua Ren.?" Tanya Lukman.
" Udah mas, barusan tuh Gina dan mas Riko yang balik." Lukman hanya mengangguk." Mas, balik yuk. Kepala ku sedikit pusing, badan ku rasa nya lelah". Ucap Reni, yabg terlihat wajah lelah nya.
"Yasudah Reni kamu istirahat aja. Man anterin istri kamu balik, kasihan pasti lelah. " Ucap Gilang, dan Riko mengangguk.
" Yasudah mas, aku antar istri ku ya mas." Gilang pun mengangguk." Yuk kita pamitan dulu sama orang di dalam, dan ada orang tua kamu juga. Barangkali ibu dan ayah ingin mampir ke rumah". Tawar Lukman dan di angguki oleh Reni.
Dan akhirnya mereka pun kembali masuk ke dalam untuk pamitan oleh orang tua mereka yang sedang mengobrol di dalam.
__ADS_1