Cinta Anggita

Cinta Anggita
Tempat penginapan


__ADS_3

Dan akhirnya Gita pun mengambil tasnya dan ikut bersama Jessy." Yasudah pak saya ikut di mobil pak Gilang." Ucap Gita dengan terpaksa, dan Gilang pun tersenyum.


Lalu Gilang pun entah dia sadar atau tidak dia menggandeng tangan Gita di depan para karyawan nya hingga pusat perhatian seluruh karyawan di dalam bus nya. Ada yang menganga, ada yang menutup mulutnya sendiri, ada yang menunjukkan wajah terkejutnya. Karena melihat adegan yang tak pernah di lihat secara live di depan mata. Bis nya yang seperti beruang kutub menggenggam tangan Gita yang hanya karyawan nya saja.


"Hei kita gak salah liat kan, kalau pak Gilang itu memegang tangan nya tuh Gita.?" Tanya citra ke Fani teman sebangkunya.


"Iya ya pak Gilang menggenggam tangan Gita sampai kaya gitu. Uwuh banget tau ga.?" Jawab Fani yang di buat lebay.


"Apaan sih loe,biasa aja kali. Cantikan juga gue dari pada Gita. " Kata Citra dengan rasa percaya diri.


" Hei Citra, kamu memang cantik, tapi lebih menarik Gita dari pada kamu. Cantik wajah biasa, tapi yang pak Gilang cari itu cantik hatinya. Gita itu lebih menarik dari pada kamu, ya ga Zal." Dan Rizal mengangguk sambil menaikkan kedua alisnya. Tanda apa yang di ucapkan Joko itu benar.


Tapi tidak dengan Fahri seperti nya dia sedikit kecewa dengan pemandangan yang ia lihat. Dan sebenarnya Rizal pun juga sama, dia juga diam diam menyukai Gita. Karena bagi Rizal dan Fahri, Gita itu gadis yang baik, selain baik juga mempunyai hati yang tulus.


Wajar kalau Fahri diam diam menyukai Gita, niat nya dia akan memberi tahu akan perasaan nya ke Gita. Namun kini gugur dalam berperang, melihat Gita sudah berpegangan tangan dengan bos nya sendiri.


Kalau Rizal dia berbeda, dia pernah sempat bilang ke Gita akan perasaannya. Namun Gita menolak karena dia sudah berpacaran dengan Andi. Tapi Rizal masih bisa mengontrol perasaan nya sekarang, walaupun masih terasa sesak menyaksikan adegan itu.


Uuuhhh.... kasian sekali dua cogan itu, siapa yang mau tuh.? Hehehe


Back to Gita


Gilang terus menggenggam tangan Gita, sampai Gita hanya menundukkan kepalanya. Karena jadi pusat perhatian teman teman nya. Begitu pun saat turun dari bus, Gilang membantu Gita memegang tangan dan pinggang nya. Karena Gita terpeleset, dan hampir terjatuh.

__ADS_1


Dan saat itu mata mereka saling bertemu, degup jantung mereka pun bernada seirama, mengikuti irama di hati mereka berdua.


Begitupun juga pak Hendra, bunda Yuni, dan mamah Henny. Mereka juga menyaksikan adegan dua sejoli itu, dari dalam mobil nya.Para orang tua hanya tersenyum melihat Gita dan Gilang. Terutama pak Hendra yang menyaksikan, dia seakan mengingatkan masalalu nya saat jatuh cinta kepada istrinya itu.


Kini mobil pak Hendra yang di kendarai oleh supir nya pun sudah melaju kendaraan nya lebih dulu.


Tiba tiba. "Pak Gilang apa ada yang di tunggu lagi, kalau memang tidak kami akan jalan.?" Terdengar suara seseorang, membuyarkan adegan mereka yang saling menatap.


Gita pun melepaskan tangannya yang berada di pundak Gilang. Begitu pun juga


Gilang, dia pun juga melepaskan tangannya di pinggang Gita.


"Tidak ada yang di tunggu lagi, kalian bisa


Jalan duluan. Nanti saya mengikuti dari belakang, ingat jalan nya hati hati. Kalian membawa banyak karyawan saya, Jangan ugal-ugalan." Pesan Gilang dengan ekspresi kembali datar,tanpa senyum.


Lalu Jessy pun berlari menghampiri Gita dan Gilang." Yeee.... Ka Gita akhirnya ikut juga sama aku. Kalau Ka Gita ga ikut di mobil sama papah, aku mau ikut sama Ka Gita aja di bus". Kata Jessy dengan bibir cemberut.


"Kalau kamu di bus, papah Sam om Lukman saja di mobil. Papah juga gak mau lah, mending papah ikut kalian juga. Ga asyik kalau sama om Lukman saja tapi tidak ada kamu". Gilang bergaya merajuk, sungguh Gita ingin tertawa melihatnya. Namun ia tahan karena tak enak hati.


"Woy kalian mau nungguin apa lagi, ayo berangkat.!" Lukman berteriak dari depan mobil. Memanggil Jessy, Gilang dan Gita.


Gilang melihat arah Lukman hanya tertawa." Ayo Jessy kita kesana om kamu sudah bawel." Jessy pun mengangguk dan berlari ke arah Lukman dan Reni.

__ADS_1


Lalu Gilang dan Gita pun ikut menyusul Jessy ke mobil. Kini Lukman duduk di depan memegang kendali mobil,di sampingnya ada Gilang. Reni duduk di belakang Lukman,Gita duduk di belakang Gilang, dan Jessy duduk di tengah-tengah dua gadis itu.


Dan mobil pun terus melaju, menyusul bus dan mobil yang di tumpangi oleh pak Hendra. Sepanjang jalan Jessy terus bercerita dengan Gita dan Reni. Bahkan Gilang selalu mendengar Jessy yang tertawa dengan jenaka.


Lukman dan Gilang pun sampai tersenyum, mendengar tiga gadis yang sedang duduk di belakang tertawa dengan ceria. Sekali Gilang melirik ke arah Gita,dari kaca spion, dia saat Gita sedang tersenyum. Dan sesekali Gilang memergoki Gita yang juga melirik ke arah Gilang dari spion depan, hingga membuat Gilang pun juga tersenyum.


Entahlah Gilang seperti merasakan seperti ABG kembali, saat dekat dengan Gita. Dan Lukman yang diam diam memperhatikan gerak-gerik Gilang yang tersenyum ke arah Gita, hanya tersenyum melihat tingkah kakak sepupu nya itu.


Gilang melihat Jessy yang tak bersuara. Saat Gilang menoleh kebelakang, melihat Jessy yang tertidur dengan bersandar kepada Gita. Dan Reni pun juga tertidur, dengan mendengarkan lagu di headset terpasang di kupingnya.


Tapi tidak dengan Gita, dia sedang mengusap usap rambut Jessy yang terlelap dengan bersandar kepadanya.


"Gita, maaf ya Jessy tidur sandaran ke kamu. Kalau kamu cape bangunkan saja, agar di bersandar di kursi mobil. Biar dia pakai bantalan untuk tidur, dia memang seperti itu suka tertidur kalau lelah bercerita". Pinta Gilang yang memang tak tega, melihat Jessy bersandar ke Gita.


"Jangan di bangunkan kasian, aku nggak kenapa kenapa ko. Nanti juga Jessy bangun sendiri, kasian kalau di bangunin". Tangan Gita masih mengusap usap rambut Jessy.


"Yasudah terserah kamu, tapi kalau kamu lelah kamu istirahat aja". Gita hanya mengangguk.


Kerang lebih lima jam perjalanan, yang mereka tempuh. Kini mereka pun sampai di tempat yang mereka tuju.


Kini seluruh karyawan yang berada di dalam bus pun turun satu persatu dari dalam mobil. Kini mereka pun berkumpul, untuk mengikuti Gilang menuju tempat penginapan. Karena mereka sampai di tempat penginapan sore hari, jadi sekalian untuk istirahat.


Kini seluruh karyawan pun sudah berada di kamar, di sana ada delapan kamar tidur. Untuk pak Hendra, dan Bu Yuni. Lukman dan mamah Henny. Gilang dan Jessy. Reni, Gita, dan mpo Ati, karena Jessy juga sudah memesan ingin tidur bareng Reni dan Gita. Dan sisa kamar yang lain pun di bagi bagi, dengan khusus perempuan dan laki-laki di pisah. Ada juga yang ingin tidur di ruang tv dan ruang tamu.

__ADS_1


Kini mereka makan malam bersama dengan makanan catering,yang sudah Gilang pesan. Setelah makan malam, sebagian ada yang berkumpul di taman belakang. Di taman belakang ada saung kecil, dengan ada sebuah kolam ikan. terdengar gemericik air dan suara jangkrik yang saling bersautan. Membuat suasana menjadi begitu tenang, membuat suasana semakin terasa nyaman.


Bersambung....


__ADS_2