
Memang bagi Lukman Reni itu gadis yang istimewa, bagaimana tidak istimewa. Dia begitu sangat di sayangi oleh kakaknya, dan Lukman berharap bisa menyayangi Reni dengan segenap hatinya, Karena Reni membuat hidupnya berwarna selama ini.
*****
Kini pernikahan Gita dan Gilang semakin dekat. Kedua nya di sibukkan dengan prewedding, fitting baju pengantin.
Gita dan Gilang melakukan prewedding di dalam studio. Dengan latar belakang yang menarik serta property yang lucu-lucu, dengan tema yang Gita dan Gilang inginkan.
Gilang dan Gita juga melakukan prewedding di alam terbuka. Di sebuah taman bunga, serta pemandangan alam yang Mereka jadikan latar belakang prewedding mereka berdua.
Gilang dan Gita juga bukan hanya berdua saja, mereka juga mengajak Jessy di tengah-tengah mereka. Jessy pun begitu bahagia di ajak pemotretan dengan papahnya dan calon ibu sambung nya.
Kini urusan semua pernikahan pun sudah selesai, dari prewedding, undangan, dan fitting baju pengantin pun Sudah selesai. Dan seragam untuk ibu ibu yang membantu di tempat prasmanan dan untuk pagar ayu pun juga sudah siap. Hanya tinggal menunggu hari di mana yang mereka nantikan.
Kini tiga hari sebelum hari pernikahan Gita dan Gilang. Yang akan di lakukan di sebuah gedung pernikahan yang sudah di siapkan oleh keluarga Gilang.
Walaupun pernikahan mereka di adakan di sebuah gedung, bukan berarti rumah mereka sepi. Justru para tamu mereka, pun semua ngumpul di rumah masing masing para pengantin.
Apa lagi pihak pengantin perempuan, di kediamannya yang paling super sibuk. Pasti saudara yang jauh pun akan datang mengunjungi rumah Gita.
Dari keluarga Bu Siti atau pun dari saudara pak Jaka semua berkumpul di rumah Gita.
Di mana tiga hari sebelum hari pernikahan. Gita melakukan puasa mutih, dan di pingit. Karena itu sudah tradisi keluarga turun menurun.
Gita melakukan puasa mutih selama tiga hari, sebelum pernikahan.
__ADS_1
Pengaturan waktu ini dipercaya dapat membuka aura kecantikan pengantin wanita.
Memang Di dalam islam, baik dalam Alquran ataupun sunnah Rasul, tidak ada yang dinamakan dengan puasa sebelum menikah. Secara formal ajaran islam tidak pernah mensyariatkan hal tersebut. Untuk itu, puasa sebelum menikah tidak ada di dalam ajaran islam. Pernikahan yang sah dan berkah adalah yang sesuai dengan syarat-syarat akad nikah saja.
Namun itu hanya adat dan tradisi dari turun temurun setiap keluarga. Dan tak lupa juga Gita melakukan shalat hajat dua raka'at, berzikir, dan membaca Alquran. Agar pernikahan mereka lancar, dan menjadi keluarga yang sakinah, mawadah, warohmah.
Gita pun juga melakukan pingit di rumahnya, dilakukan Gita selama dua hari sebelum pernikahan.
Gita di dalam kamarnya tidak boleh melakukan apapun, hanya boleh istirahat dan Gita juga di lulur oleh seorang wanita paruh baya, yang biasa melakukan pingitan, pada setiap calon pengantin.
Gita hanya menghormati dan menghargai apa yang ibunya lakukan pada Gita, agar anaknya cantik pada saat mejadi pengantin nanti. Gita di pijat, di lulur dipakai kan masker di wajahnya.
Dan saat buka puasa pun Gita hanya boleh berbuka dengan air putih, nasi putih dan putih telur saja yang sudah di rebus. Bahkan saat puasa terakhir Gita berbuka puasa hanya menggunakan cabai rawit saja, itu pun juga cabai yang baru di petik langsung dari pohon di belakang rumah Gita.
Kata nya agar pedas nya kehidupan nanti di dalam rumah tangga Gita, agar Gita bisa menjalaninya dengan sabar dan ikhlas. Itulah para tertua memberikan nasehat ke Gita, dan Gita hanya mengikuti saja.
"Ren, enak benget nih makanan begini. Ini kan makan kesukaan Gita, Hadeeeuuuhhh kasian banget si Gita malah di pingit, eeh makanan nya enak enak beud." Kata Fitri sengaja meledek Gita, dengan suara sengaja di besarkan agar Gita dengar yang sedang berada di kamarnya.
"Iya Ka Fitri mantab banget ini makanan, kalau ada Gita pasti dia selalu bilang. Eeh Zubaidah inget kalau makan, bukan elo doang yang doyan tuh makanan, gue juga doyan. Hahahaha". Timpal Reni, semangat banget bikin Gita kesal.
Gita yang mendengarnya cemberut saat sahabat dan saudaranya meledek dirinya.
Sedangkan Gita di dalam kamarnya hanya pasrah mendengar suara tawa dari orang-orang di luar. Menikmati momen kebersamaan acara masak masak di rumah Gita. Karena malam nanti di rumah Gita akan mengadakan selamatan untuk Gita sang calon pengantin.
****
__ADS_1
Sedangkan di tempat kediaman calon mempelai pria, di sana pun juga sedang sibuk. Di rumah Gilang juga sedang banyak orang yang datang ke acara selamatan Gilang. Karena sejak dari kemarin rumah Gilang selalu rame, karena ada teman Gilang yang membantu membuat kan parcel pernikahan untuk Gilang.
Kini sudah menunjukkan jam 9 malam, Lukman dan teman nya pergi untuk mengambil pesanan nya, yaitu roti buaya.
Ya karena Gita orang Betawi, seserahan pengantin pun harus ada roti buaya. Ya di sini memang yang paling sibuk Lukman, karena adik Gilang belum bisa datang saat pernikahannya. Dia akan datang sehabis kakaknya menikah, di karenakan sedang ada tugas yang tidak dapat ia tinggalkan.
Sampai kini waktu tengah malam, seluruh keluarga pun baru bisa beristirahat. Begitupun Lukman dia pun sangat lelap di kamarnya, tapi tidak dengan Gilang yang tidak dapat tidur.
Gilang selalu gelisah, padahal matanya nya pun sudah terasa pedih, namun tak dapat terlelap. Sampai pukul dua pagi, akhirnya Gilang baru merasakan berat di matanya, dan tertidur.
Keesokan pagi di kediaman rumah pak Jaka. Sebelum Subuh Gita sudah bangun, Gita pun sama ia juga tak dapat tidur, Jantungnya seperti sedang lari maraton. Sampai selesai shalat subuh Gita pun di suruh oleh Bu Tini yang sudah membantu Gita untuk di pingit.
Gita di suruh melepaskan seluruh pakaiannya, dan hanya menggunakan kain di tubuhnya. Gita di suruh duduk di sebuah kursi, dan di bawah Gita ada sebuah bak berisi kan air panas dan aroma wangi wangian, yang di letakan tepat di bawah kursi Gita.
Dan seluruh tubuh Gita di tutup dengan sebuah kain, hingga uap panas Dari air panas tersebut memenuhi kain Gita. Dan Gita pun yang berada di dalam kain tersebut terkena uap panasnya. Hingga tubuh Gita yang berada di dalam kain itu basah, panas, pengap yang Gita rasakan saat ini.
Dan acara uap untuk Gita pun selesai kini Gita sudah di antar ke kamarnya. Setelah di dalam kamar, Gita mengeringkan rambutnya di bantu Fitri. Gita terlihat nampak segar, saat di lihat sehabis di uap,dengan air panas.
Sampai pukul 6 pagi, perias pengantin Gita pun, kini sudah datang. Gita menggunakan MUA pengantin yang di utus dari bunda Yuni, agar Gita semakin terlihat cantik.
Bersambung....
... **Hai hai hai maaf ya untuk akhir akhir ini, aku update hanya bisa satu bab saja. Ingin nya sih lebih, untuk membuat cerita halu ku. Namun sangat sering tertunda oleh kegiatan ku yang lain di dunia nyata. Hihihihi......
Tapi ku sangat senang masih ada yang menanti cerita receh ku ini. Oooh iya siap siap ya besok untuk datang ke acara pernikahan nya Gilang dan Gita. author lupa kemarin kasih undangannya ke kalian. heheheeh....
__ADS_1
...Dan untuk kalian jangan lupa ya tinggalkan jejak kalian. Like dan komentar nya yang positif, dan kalau memang berkenan boleh juga kasih author hadiahnya. heheheh...😄😄🙏🙏🙏👍**...