Cinta Anggita

Cinta Anggita
Riko dan Gita 2


__ADS_3

"Yang salah itu bukan kamu Git. Yang salah itu sebagai cowok.kalau sudah yang namanya perasaan susah Git. Kamu tau cowok kalau sudah kenal sama cewek apa lagi tuh cewek udah buat kita nyaman, kenyamanan itu yang di cari cowok Git. Apa lagi Kalau cewek punya hati yang baik dan tulus itu nilai bagus lagi Gita. Kalau namanya fisik dan penampilan itu relatif Git. Bisa di bilang itu bonus untuk cowok. Jadi kamu nggak perlu lah dengerin omongan orang yang kaya gitu yang nggak penting . Jadi diri sendiri itu yang penting jangan jadi diri orang lain pada diri kamu. Kalau ada banyak cowok yang dekat dengan kamu itu bonus kamu Git. Tapi kamu jangan mainin perasaan diya Git. Kalau memang kamu suka kamu pilih salah satu dari mereka. Jangan semuanya nanti Reni dapat siapa. Nggak kedapatan donk Reni " Kata Riko di akhir kalimat nya ia terkekeh karena meledek adiknya sendiri .


"Ya nggak ka. Aku juga harus ngejaga perasaan seseorang ka. Jadi nggak akan ada yang aku pilih di antara semuanya." Jawab Gita dan membuat Riko lemas.


"Memang kamu sudah punya pacar lagi Git?"tanya Riko harap harap cemas.


Gita pun mengangguk, Kedua pundak Riko lemas," kakak pikir kamu belum ada yang punya Git. Pupus sudah harapan kakak sama kamu dek. Kakak baru ingin jujur kakak masih mengharapkan kamu. Bahkan kamu minta serius kakak siap dek.


Kata kata Riko membuat Gita merasa sesak. Tapi Gita tutupi dengan senyumnya." Maaf ya ka, ada hati yang harus Gita jaga. Gita tau KA rasanya di sakiti itu seperti apa . Apalagi dia tau tentang Gita. Jadi Gita harus jaga , kakak masih bisa cari gadis yang lebih cantik dan lebih baik ka. Apalagi kakak ganteng lucu, pasti banyak ka gadis yang ngantri ke kakak". Kata Gita yang menghibur Riko.


"Tapi hanya kamu dek yang beda buat kakak. Bahkan saat aku lihat tadi respon ortuku ke kamu. Semua welcome aja dek.


Ternyata penyesalan itu datang belakangan ya Git. Tau gitu kamu aku nikahi dulu dek. Kita bisa berjuang sama sama." Kata Riko ada kekecewaan di wajahnya Riko.


Gita dapat melihat mata Riko merah. Gita memegang tangan Riko. Riko melihat tangannya di sentuh Gita, Riko pun tersenyum ke Gita." KA Riko, pernikahan bukan ajang perlombaan, bukan tempat coba coba. Pernikahan itu sakral ka,bukan untuk main mainan. Jangankan yang pacaran atau tunangan Ka mereka bisa putus. Bahkan yang sudah nikah saja kalau memang dia nggak jodoh bisa pisah KA ."


"Iya si Git memang jodoh nggak ada yang tau.Dan pernikahan juga bukan hal yang buat di main mainan. Tapi di sini Git masih ada kamu di sini itu susah untuk di lupain Git." Kata Riko yang menunjukkan dadanya.


"Perlahan pasti bisa ka." Kata Gita dengan tersenyum melihat Riko .


Memang siapa Git pacar kamu sekarang Git ?" Tanya Riko yang menyeruput kopinya.


"Andi Ka. Sahabat aku dan Reni. Kakak kenal kan sama dia". Gita menyebutkan nama Andi mata Riko terbelalak.


"Apa Andi teman kamu itu. Aku udah yakin tuh cowok suka sama kamu Git. Sejak kamu sama aku. Soalnya dia suka nanyain kamu ke Reni." Kata Riko dan Gita baru tau ternyata memang Andi benar benar suka sama dirinya sudah lama Banget.


" Ka sudah malam kita pulang yuk, besok aku juga harus lembur buat coklat nya." Ajak Gita dan di angguki Riko.


Riko pun membayar minuman yang dia pesan. Dan Riko dan Gita keluar berjalan meninggalkan cafe. Riko menyalakan si lancipnya dan memakai helmet. Begitu pun juga Gita ia juga sama. Lalu mereka mengendarai motor meninggalkan cafe. Dan menyusuri jalan malam di ibukota Jakarta.


Riko tidak semangat seperti tadi pas berangkat. Riko terlihat wajah kesalnya pas mengetahui Gita sudah punya kekasih. Bahkan Andi lah pacar nya Gita.


Tidak ada pembicaraan di antara Gita dan Riko. Karena memang Riko diam saja. Jadi Gita pun juga sama .

__ADS_1


Setelah sampai rumah Gita. Gita melepaskan helmet nya lalu di berikan ke Riko." Ini ka trimakasih ya. Kak, ko diam saja kakak marah sama Gita ya." Tanya Gita. Riko tersenyum melihat Gita.


"Kakak mana bisa marah si dek sama kamu. Yasudah kakak langsung pulang ya. Maaf gak mampir soalnya gak enak udah malem. Kamu juga istirahat jangan tidur malam ya." Jawab Riko yang masih memberikan senyuman ke arah Gita.


" Ya sudah aku takut kakak marah sama aku. Yasudah pulang nya hati hati trimakasih juga traktiran nya ya ka." Kata Gita. Dan Riko hanya mengangguk dan tersenyum.


Lalu Riko menyalakan si lancipnya dan meluncur meninggalkan Gita. Setelah Riko sudah tak terlihat Gita pun masuk ke dalam rumahnya. Dan Gita pun masuk ke dalam kamarnya untuk merebahkan dirinya.


Gita baru mengingat kalau handphone nya seharian tak di nyalain. Gita segera mengambil handphone nya di dalam tasnya. Saat menyalakan handphone nya. Sudah banyak pesan masuk. Siapa lagi kalau bukan Andi dia selalu mengirim pesan walaupun cuma sekedar nanya sudah makan belum., Sudah pulang belum. Bahkan cuma sekedar mengirim pesan hanya bacaan" Yank kangen.


" Andi Andi bucin banget si kamu. Baru tau aku kamu sebucin ini . Apa yang kamu lihat dari aku si Andi. Cantik tidak kadang aku minder kalau jalan sama kamu. Tapi kamu tetap aja slalu manis kalau sama aku." Kata Gita yang ngomong sendiri sambil membaca pesan Andi.


Gita pun saling mengirim pesan dengan Andi.


✉️Andi


"Yank aku kangen tau, kamu nggak' kangen apa?


✉️ Gita


Iya aku kangen Ndi sama kamu. Tau nggak Reni sekarang sudah jadian sama pak Lukman tau.


✉️Andi


"Ow ya kamu juga kangen. Sabar ya nanti kita ketemu ko. Reni sudah punya pacar Yank. Wah enak donk dia sekarang nggak jomblo lagi.


✉️Gita


"Iya tapi aku nya kaya obat nyamuk.☹️


✉️Andi


"Sabar ya Yank nanti kita tunjukin ke dia biar dia ngiri ngeliat ke uwuh an kita Yank. Hahaha...

__ADS_1


✉️Gita


"Iya Yank. Kamu sudah ngantuk belum aku sudah ngantuk ni. Hari ini aku lelah banget.


✉️Andi


"Ya sudah iya kamu istirahat ya pacar. Jaga kesehatan jangan BETE liat Reni. Ada waktu nya kita pacaran, Sabar ya sayang.


✉️Gita


"Iya . Ya sudah aku tidur ya.


✉️Andi


"Ya sayang. Good night mimpi indah sayang.


Gita membaca pesan Adi dengan senyum senyum. Benar kata orang kalau orang jatuh cinta itu seperti orang gila. Suka senyum senyum sendiri, Suka kesal sendiri, Bahkan suka nangis sendiri.


****


Baru saja Gita ingin memejamkan mata Gita di kaget kan dengan panggilan video call dari bosnya. Terpampang nama pak Gilang di layar gawai nya Gita.


Mata Gita pun terbuka dengan lebar. Namun rambut sedikit acak acakan tapi Gita tidak peduli dengan rambutnya.


" Aduuh.. ada apaan ya pak bos video call segala." Kata Gita yang ngoceh ngoceh sendiri.


Gita menggeser layar warna hijau. Terlihat wajah nya gilang di depan layar.


"Assalamualaikum.. Git maaf malam malam ganggu. Saya jadi nggak enak sama kamu ini Jessy katanya mau telpon kamu. Saya sudah bilang kamu sudah tidur cuma anaknya. Maaf Git ". Gilang menunjukkan wajah merasa tak enak hatinya.


"Ya sudah tidak apa-apa pak. Jessy nya mana sekarang saya ingin bicara." Kata Gita dengan senyum manisnya. Membuat Gilang jadi segera memberikan handphone nya ke Jessy.


"Hallo KA Gita. KA Gita lagi apa. Maaf ya Jessy telpon kakak malam malam. Jessy kangen tau sama KA Gita."Kata Jessy dengan wajah polosnya.

__ADS_1


"Jessy belum tidur Sayang. Tidur dong kasian tuh papah nya sudah nemenin Jessy tapi belum tidur. Papahnya kan juga cape sayang."kata Gita yang masih memandang layar handphone nya.


Gilang yang berada di samping Jessy . Mendengar kata-kata Gita membuat Gilang senyum senyum sendiri.


__ADS_2