Cinta Anggita

Cinta Anggita
Ulang tahun Gilang


__ADS_3

"Ya mantan dan masalalu, tapi di ci...um olehnya kamu tak menolaknya kan.?" Menyindir Gilang.


"Aku juga tidak tau sayang kalau dia melakukan itu".


" Gak tau ko menikmati seperti tadi".


Gita pun segera bangun dan turun dari tempat tidurnya meninggalkan Gilang yang masih duduk menatap Gita pergi.


Gita berjalan membuka lemari mengeluarkan pakaian, Gilang terkejut melihat Gita mengeluarkan pakaian dari dalam lemari.


Gilang berjalan dengan cepat lalu mengambil baju yang sedang Gita pegang.


"Apa sih mas, sini baju aku". Gita berusaha merebut pakaian di tangan suaminya.


"Gak kamu mau ngapain ngambil pakaian.?"


" Aku mau ganti baju, aku mau pergi." mendengar itu Gilang langsung memelu...k istrinya.


"Git, aku mohon kamu jangan pergi. Kita selesaikan masalah kita. Aku gak mau kamu pergi, apalagi sampai keluarga tau sayang. Aku minta maaf, aku mohon dengan kan penjelasan aku."


"Katakan". Kata Gita, lalu Gilang pun menceritakan apa yang sebenarnya terjadi, tanpa ada yang di tutupi.


"Begitu sayang, kamu percaya kan. Gak ada yang aku tutupi dari kamu. Niken memang mantan aku, tapi itu dulu dia hanya masalalu aku. Aku sayang kamu, maafkan aku membuat kamu sedih." Kata Gilang dengan rasa bersalahnya.


"Benarkah tidak ada yang kamu tutupi dari aku".


"Gak ada sayang, aku jujur kalau masalah perasaan. Aku gak mau kehilangan kamu atau anak anak, aku ingin hidup bahagia dengan kamu". Gilang pun langsung mendekap erat istrinya." Maafin aku ya sayang.?"


Gita pun mengangguk kan kepalanya.


" Janji gak mengulangi lagi ya mas, aku gak mau sampai kamu khianati aku.?"


"Ya sayang aku gak akan ulangi. Mana bisa aku khianati kamu, kau yang istimewa bagiku."


Dan mereka pun akhirnya berbaikan, di saat itu juga.


Flashback of.


Dan Gilang bingung, padahal kemarin dia sudah berbaikan. Tapi Kenapa istrinya masih mendiami nya.


Saat Gita sedang mengambil pakaian untuk suaminya, Gilang yang baru keluar dari dalam tandas, langsung menghampiri Gita.


Greeppp.... Gilang memeluk Gita dari belakang.


"Kamu kenapa si sayang ko dari tadi diam saja. Kamu masih marah sama aku hemm....?"


"Apaan si mas, itu perasaan kamu aja".


"Aku jadi males ke pabrik Git, aku percuma di pabrik kalau pikiran ku kemana mana.?"

__ADS_1


"Kaya anak kecil aja sih kamu mas. Udah kamu ke pabrik, kan besok lusa mau kirim barang mas. Kalau kamu ga datang bagaimana, besok pengiriman nya.?"


"Kamu ke pabrik ya, ikut aku".


"Ngapain aku ikut kesana, kalau aku ketemu Angga dan Fahri bagaimana. Nanti kamu cemburu lagi, marah lagi.?"


"Git, beneran Ku ngerasa bersalah karena kemarin. Aku lagi ingin sama kamu seharian ini".


"Kamu lagi Kenapa sih mas. Aku sudah janjian sama Reni, mau keluar. Kemarin sih kamu udah janjian sama aku malah gak bisa. Eeh malah ketemuan sama mantan kamu si Niken itu.?"


"Sudah dong Git, aku kan juga gak sengaja ketemu dia". Gilang melepaskan pelukannya dari Gita". Yasudah kalau kamu sudah janjian sama Reni, aku ke pabrik aja". Gita pun mengangguk.


Gilang memakai baju, setelah itu Gilang sarapan dan langsung berangkat. Sedangkan kan Gita sibuk berkutat di dapur. Gita membuat sesuatu hingga Andi di titip kan oleh bu Ida .


Siang harinya Gita bersiap siap karena Gita mempunyai janji dengan Reni. Begitu pun juga Jessy dan Abi mereka sudah rapih dengan penampilan nya.


Kini mereka sudah rapi dan akan Pergi ke suatu tempat.


Sedangkan di pabrik siang hari selesai makan siang. Gilang sedang membantu karyawan di finishing, menyiapkan barang untuk pengiriman lusa.


Sebenarnya Gilang merasa tidak konsen untuk kerjaan, Gilang keseringan istirahat. Sedangkan Lukman yang melihat hanya menggelengkan kepalanya dan tersenyum.


Saat sedang memegang kerjaan yang numpuk. Tiba-tiba saja lampu padam, dan terpaksa Gilang meninggalkan pekerjaan nya.


"Man, kamu liat sakelar lampu di atas. Ko bisa mati sih, kerjaan lagi banyak begini.?" Sambil menulak pinggang nya, karena lelah.


"Iya mas, aku liat dulu sebentar." Gilang pun mengangguk.


"Gita di kirim pesan ko gak di bales, lagi ngapain sih dia.?" Gilang ngedumel seorang diri.


Gilang menghubungi Gita namun panggilan nya di reject. Lalu di telpon lagi namun kali ini panggilan nya tidak aktif.


"Ya ampun di mana sih kamu Git. Asli dah gue di sini, pikiran gue kemana mana." Gilang mengacak-acak rambutnya." Lukman kemana sih lama banget liat sakelar lampu aja juga."


"Lukman...kamu kecebur apa ya, lama banget sih liat sakelar aja juga..." Triak Gilang.


"Biar saya saja pak yang melihat ke atas." Ucap Joko, dan Gilang pun mengangguk.


"Yasudah kamu aja ko, Lukman kecebur kali. Lama banget dari tadi.?"


"Iya pak". Kata Joko, dan Joko langsung berjalan menaiki Anak tangga.


Lima menit Joko masih belum terlihat, lampu pun belum menyala juga. Alhasil Gilang mulai kesal, lalu Gilang keluar dari ruangan finishing. Karena merasa kegerahan, sambil gerutu Gilang menaiki anak tangga.


Saat di anak tangga terakhir, Gilang terkejut dengan adanya seseorang.


Happy birthday to you.... happy birthday to you.... happy birthday to papah Gilang....


Happy birthday tooo youu.....

__ADS_1


Dengan suara merdunya, Gita menyanyikan lagu untuk suaminya. Dengan membawa sekotak kue ulang tahun dengan lilin yang menyala di tengahnya.


"Selamat ulang tahun sayang. Semoga kamu sehat selalu, di lancarkan rezekinya, dan menjadi papah yang terbaik untuk kami". Kata Gita dengan senyuman manis nya..


"Amiin... Trimakasih sayang". Kata Gilang dengan terharu.


"Tiup lilin nya dulu sayang, jangan lupa berdoa". Gilang pun mengangguk.


Gilang memejamkan mata mengangkat kedua tangan nya dan berdoa. Setelah berdoa Gilang mengusap wajahnya.


"Bareng bareng aja ya tiup lilinnya ". Gilang menggendong Jessy.


Lalu Gilang, Gita, Jessy dan Abi. Mereka meniup lilin nya bersama.


Di sana bukan hanya ada anak dan istrinya. Tapi juga ada Reni, Lukman, Joko, Tika (admin di pabrik nya) scurity babrik.


"Selamat ulang tahun ya papah, doa yang terbaik untuk papah". Kata Jessy lalu mencium pipi papahnya.


"Trimakasih putri cantik papah". Gila g membalas ci...Uman di pipi putri nya.


" Selamat ulang tahun ya pah, doa nya seperti Jessy yang terbaik untuk papah". Kata Abi.


"Trimakasih jagoan papah". Gilang memeluk Abi, dengan sayang.


Setelah itu, Reni dan Lukman memberikan ucapan selamat. Bukan hanya mereka, seluruh karyawan pun juga mengucapkan selamat kepada Gilang.


Gilang membagikan kue yang di bawakan oleh istrinya. Bukan hanya kue, Gita juga membawakan makanan untuk karyawan di pabriknya, yang tak lain teman temannya sendiri.


Setelah itu Gilang mengajak anak dan istrinya ke ruangannya. Sedangkan Reni dia di ajak keruangan Lukman untuk istirahat.


"Istri ku mulai jahil ya sekarang.?" Sambil mencubit ujung hidung Gita.


Sedangkan Gita hanya terkekeh.


"Maaf ya aku bikin kamu gelisah, kalau gak seperti itu mana berhasil buat kasih kejutan ke kamu sayang".


"Gak apa-apa, aku hanya takut kamu masih marah sama aku. Yasudah karena ini ulang tahun aku. Aku akan ajak kamu dan anak anak makan makan. Bagaimana kamu setuju gak.?"


"Jangan sekarang ya mas, aku cape banget. Di tambah lagi ini Jessy merengek minta main ketempat Oma dan opa nya. Bagaimana kalau weekend aja.?"


Gilang nampak berpikir." Oke weekend kita liburan dan makan makan. Sekalian ajak ibu dan ayah kamu". Gita tersenyum mendengar nya.


"Serius mas ayah ibu di ajak juga.?" Gilang mengangguk kan kepalanya." Trimakasih ya mas, nanti aku kabarin ayah dan ibu".


"Nak weekend papah mau ngajak kita jalan jalan kalian mau tidak.?" Tanya Gita ke anak anak nya.


"Mau mah. Jawab antusias Jessy dan Abi." Serius pah kita jalan jalan.?" Dan di angguki kepalanya oleh papahnya.


"Yeee... Kita jalan jalan, Yee jalan jalan". Teriak Jessy dengan loncat loncatan.

__ADS_1


Gilang Gita dan Abi pun tersenyum melihat tingkah Jessy, yang merasa senang.


Bersambung....


__ADS_2