
Lalu Gita naik ke atas untuk absen. Namun saat ingin sampai ke anak tangga terakhir. Gita menubruk seseorang. Dan Gita hampir terjatuh. Untungnya di tahan sama yang menabraknya. Jadi Gita tidak jadi terjatuh dari anak tangga.
Gita kaget bahwa yang menabraknya dan yang menahan agar dirinya tidak jatuh ternyata pak Gilang. Pak bos nya sendiri yang menolong dirinya.
Mereka masih dengan saling menatap wajah.Terdapat senyum jahil di wajah Gilang. " Sudah menatap wajah Saya nya Gita " Gilang tersenyum jahil melihat Gita.
Gita pun terkaget. Lalu tersadar kalau dirinya masih di tahan oleh pak Gilang agar tidak terjatuh
"Maaf pak maaf banget, saya benar benar tidak sengaja." Gita sambil menunduk kan kepalanya.
Reni yang berada di belakang Gilang hanya menahan senyum melihat Gita yang grogi.
"Lain kali kalau masih ngantuk jangan langsung jalan. Istirahat dulu baru jalan. jadi Jalan nya kamu tidak kaya orang mabuk." Ucap Gilang dengan wajah tanpa ekspresi. Tapi terlihat sedikit senyuman meledek.
Gita tau kalau bos nya itu meledek." Suwe bos beruang kutub bisa bisanya ngeledek gue. Awas Lo nanti. Punya bos begini enaknya di apain ya". Gita mengeluarkan sumpah sarapan nya hanya dalam hati.
"Maaf pak, kalau jalan saya kaya orang mabuk. Sekali lagi terimakasih kalau tidak ada bapak mungkin saya sudah terjatuh. Kalau begitu saya permisi mau absen pak". Gita pun melenggang pergi meninggalkan bos nya yang masih menahan tawanya .
Gita melihat temen nya yang sedang senyum senyum sendiri. Gita pun mendekat" ngapain Lo senyum senyum emang ada yang lucu?"
"Nggak ada si cuma gue berasa kaya nonton drama gitu. Cewek nya mau jatuh sang pangeran tampan memegang pinggang si cewek. Keren nggak si" Reni dengan senyum senyum dengan mata ke atas mengingat adegan film yang dia liat di untub.
"Berkhayal Mulu loh. Udah aah gue mau ke bawah lagi." Sehabis absen Gita pun meninggalkan Reni sendiri. Saat Gita pergi di samping Reni ada Lukman yang senyum senyum melihat Reni.
"Ekhem... Ada apaan si Reni ko senyum senyum sendiri."Lukman memanggil Reni hingga Reni terkaget.
"Hehehe ... Mas ko di sini. Gita nya kemana?" Lukman mengarahkan bibirnya maju dan kepalanya pun dimajukan ke depan sekali. Tanda kalau Gita sudah ke sana.
"Kamu kenapa senyum senyum begitu." Lukman masih penasaran.
"Aku habis nonton drama langsung loh. Hihihi ... Nanti aku ceritain kalau kamu kepo aku mau ke atas dulu ". Reni pun pergi meninggalkan Lukman.
__ADS_1
****
Balik ke Gita.
Saat Gita ingin masuk ke ruangan produksi. Pak Gilang masih di luar ruangan produksi. Gita melihat bos nya dengan mata disipitkan dan pura pura tidak melihat. Dan saat Gita melewati dirinya. Gita di panggil oleh bosnya itu.
"Gita tunggu". Gilang memanggil Gita tanpa menoleh. Dengan posisi duduk dan memegang gawai nya.
Gita pun tak jadi masuk. Karena di stiap ruangan divisi sebagian sudah ada yang mulai bekerja. Jadi pintu di tutup oleh Gita. Dan Gita menghampiri bos nya tersebut." Iya pak ada apa bapak memanggil saya?.
Gilang ingin meminta maaf untuk anaknya yang menelpon Gita semalam. Tapi Gilang tidak jadi bicara. Akhirnya Gilang bertanya hal yang lain." Lollipop kamu sudah jadi berapa untuk yang sudah kamu kerjakan.
"Oow.. hasil lollipop nya sudah jadi kurang lebih dua puluh lollipop pak. Kalau bapak ingin liat hasil nya ada pak di ruang packaging ". Gilang pun mengangguk.
Lalu Gita membuka pintu ruangan dan masuk ke dalam packaging untuk mengambil hasil lollipop yang sudah Gita buat tadi. "Ini pak hasil yang saya buat lollipop nya.
"Bagus Git. Saya bawa lima ya, Jessy pasti suka coklat lollipop nya." Gilang pun mengambil lollipop nya dari tempat.
"Iya pak ambil aja, nanti saya bisa buat lagi. Mungkin saya juga akan lebihkan sedikit." Gita pun merapihkan kembali coklat lollipop nya.
"Kalau begitu trimakasih ya Git. Saya ke atas dulu keruangan saya." Kata Gilang dan Gita pun mengangguk. Gilang pun berjalan meninggalkan Gita dengan membawa lollipop di tangannya.
"Dasar bos aneh." Gita pun kembali masuk keruangan untuk menyimpan lollipop itu kembali.
Lalu Gita pun melanjutkan tugasnya. Mula mula Gita mencairkan semua coklat
Milik nya. Setelah meleleh Gita kembali mencetak kembali lollipop nya. Setelah lollipop sudah di angkat dari cetakan lalu Gita kembali menyimpan coklat nya ke ruang packaging. Lalu Gita membuatnya kembali Lollipop nya.
Baru Gita ingin meletakkan coklatnya kedalam freezer. Terdengar suara barang jatuh. Dan suara teriak memanggil nama Gita. Lalu Gita pun masuk keruangan packaging. "Ada apaan ya ko manggil saya ". Tanya Gita lalu Gita melihat ada citra yang sedang berjongkok membereskan nampan yang berisikan coklat lollipop buatan Gita sudah hancur.
__ADS_1
"Git, coklat yang Lo bikin hancur nggak sengaja gue senggol eeh.. Jatoh. Pas gue mau ngambil nampan ini". Kata Citra namun tak ada wajah penyesalan di wajahnya.
"Loh Giman si Citra bisa nyenggol, kan bikin nya susah ". Kata Gina salah satu karyawan packaging.
Gita yang melihat lollipop nya hancur merasa sedih. Soalnya bikin nya aja harus sabar.
"Ko Lo yang nyolot gue udah bilang sama Gita gue nggak sengaja ". Kata Citra dengan nada tinggi nya.
"Lo bilang nggak sengaja aja. Bukan minta maaf kan sama Gita. Lo pikir buat tuh coklat gampang apa. Susah tau nggak. Bukan nya minta maaf ini ngajak ribut". Kata Gina dengan kesal nya.
"Eehh... Ngapa jadi Lo yang sewot. Gita aja nggak Sewot, Lo di bayar berapa sama Gita sampe segitu nya Lo belain Gita." Kata Citra dengan nada so berkuasa.
"Sudaahh .. Cukup.. Denger ya Citra gue nggak butuh maaf Lo. Kalau memang Lo nggak mau minta maaf tapi nggak usah bikin masalah jadi panjang. Dan gue juga nggak perlu bayar orang buat membela diri gue. Udah Gina jangan di perpanjang biarin gue bikin lagi sekarang gue minta bantuan Lo buat beresin tuh coklat nya kamu taro di belakang ya. Trimakasih sebelumnya ". Habis berkata seperti itu Gita pun pergi dengan wajah kesalnya.
Lalu Gita mengangkat coklat yang berada di dalam freezer. Lalu Gita keluar kan dari cetakan nya. Lalu Gita letakan di meja tempat di mana Gina duduk." Bu titip ini ya. Gina tempat kamu aku taro buat lollipop nya.". Gita pun menutup kembali pintu packaging lalu duduk ke ruangan produksi. Semua yang melihat Gita kesal hanya diam saja.
Lalu Fahri menghampiri Gita yang sedang duduk. Dan Fahri juga membawa minuman yang berada di dalam freezer.."Git ini minuman Lo kan. Ni minum dulu biar Lo Nggak kesel lagi. Nanti gue bantuin deh coklat lollipop Lo. Citra emang kaya gitu. Kalau Lo kesel dia semakin senang bikin Lo kesel. Udah ya Lo jangan kesel.
"Gimana gue nggak kesel coba, dia sengaja banget bikin gue kesel. Bukan nya minta maaf ini malah ngatain gue, bayar berapa Gina buat membela gue. Udah gitu mukanya itu gue tanpa ada rasa bersalah ". Kata Gita dengan ekspresi yang berubah-ubah.
Lalu Gita meminum jus mangga yang di belikan pak Lukman tadi.."Fahri bener ya Lo mau bantuin gue bikin lollipop nya?.
"Iya nanti gue bantuin, udah dong Lo jangan bete lagi". Perkataan Fahri membuat Gita tersenyum.
"Iya tapi beneran ya Lo bantuin gue." Tanya Gita sekali lagi meyakinkan Fahri .
"Iya Anggita. Gue bantuin lo. Kerjaan gue udah selesai dikit lagi . Nanti gue bantuin lo. Sekarang gue selesaikan tugas gue dulu ya, nanti gue bantuin lo oke.." Jawab Fahri dan akhirnya Gita pun yakin dan tersenyum.
"Oke" Gita pun akhirnya tersenyum lagi. Dan memulai membuat coklat lollipop, tanpa perasaan kesal. Kini Gita membuatnya tanpa perasaan kesal.
Gita membungkus coklat yang tadi Gita letakan di meja Gina. Gita masukan dalam plastik bening dan di ikat oleh pita warna-warni. lalu Gita letakan kembali. Lalu oleh Gita di simpan di ruang finishing . Lalu Gita membuatnya kembali Lollipop kali ini Gita tidak mencatat hasil nya karena mengganti coklat yang hancur tadi..
__ADS_1