
"Ok masalah seragam nanti saya sampaikan lagi kepada kalian. Saya cuma harap kalian tetap jaga kesehatan dan kebersihan, lagi lagi saya jelaskan kebersihan ya Kalian faham kan". Kata Bu Mutia dengan tersenyum.
"Ok kalau begitu karena tidak ada pertanyaan lagi dan waktu juga sudah sore, kita tutup ya sampai disini. Sekali lagi terimakasih atas waktu nya saya ucapkan semangat... Wassalamu'alaikum warahmatullahi wabarakatuh." Dalam dari pak Lukman. Lalu semua pun bubar.
Saat semua karyawan pun bubar termasuk Gita dan Reni. Namun saat Gita ingin keluar, Jessy memanggil Gita." Kakak.. kak Gita". Panggil Jessy, dan Gita pun menoleh. Sang mengurungkan niatnya untuk keluar dari ruangan. Dan di ruangan itu hanya ada Jessy Gita dan Gilang .
Jessy pun menghampiri Gita.
"Iya Jessy, kenapa memanggil ka Gita". Kata Gita dan Gita pun duduk di samping Jessy tapi sedikit menjauh dari bosnya.
Keakraban Jessy dengan Gita membuat Gilang menjadi gelisah karena selama ini stiap kali jessy di dekati oleh seorang gadis. Jessy selalu menghindar, tatapi kenapa bersama Gita terlihat begitu akrab.
" Jessy mau pulang ka, nanti Jessy main lagi. Ka Gita boleh tidak kalau aku main ke rumah Ka Gita. Aku ingin cobain masakan KA Gita yang enak banget Kaya tadi". Tanya Jessy dengan senyuman yang manis. Membuat Gita tak tega.
"Eeeemm.... Bagaimana ya Kakak si boleh saja Kalau kamu mau main ketempat kakak cuma....." Jawab Gita dengan di gantung, karena minta persetujuan bos nya sebagai orang tua nya.
Sedangkan Gilang hanya diam tanpa ekspresi, atau tanda jawabannya. Membuat Gita bingung.
"Begini ya Jessy cantik, kalau kakak boleh senang malah kalau kamu main. Tapi kalau kamu di izinkan oleh papah kamu". Jawab Gita dengan tersenyum.
"Papah pasti izinkan ko ka ya pah boleh kan kalau Jessy main kerumahnya Ka Gita ". Yang langsung bertanya ke papahnya.
Gilang bingung harus jawab apa. Sebenarnya Gilang juga merasa tak tega dengan anaknya. Tetapi Gilang merasa tak enak hati, takut mengganggu Gita beristirahat di rumahnya".
"Jessy kamu semalam janji tidak akan minta macem-macem,cuma ingin ikut ketemu Ka Gita saja. Terus kenapa sekarang kamu minta main ke rumah Ka Gita. Lain waktu saja ya kamu main ke rumahnya ka Gita". Jawaban Gilang yang tegas, langsung membuat wajah Jessy berubah menjadi kecewa.
__ADS_1
Membuat Gita bingung harus bagaimana melihat drama antara orang tua dan anak. Gita hanya bisa melihatnya tanpa harus bisa ikut campur.
"Tapi Jessy ingin main pah, Jessy senang dekat sama KA Gita. Jessy jadi punya teman. Jessy suka sebal apa lagi ada Tante Bella main ke rumah, Jessy tidak suka dengan dia pah". Jawaban Jessy membuat wajah Gilang sedikit kesal. Terlihat dari raut wajahnya.
Sebenarnya Gita merasa tak enak hati duduk di dekat dengan bos nya. Namun bagaimana lagi tangannya selalu di pegang oleh Jessy.
"Jessy kamu tidak boleh seperti itu. Ayo kita pulang. Kita main ke tempat Oma dan opa saja ya bagaimana?" Tanya Gilang. Tanya Gilang yang tidak mengizinkan Jessy untuk main.
Alhasil membuat Jessy menangis. Dan itu membuat kepala Gilang terasa berdenyut melihat Jessy menangis.karena tidak bisa menolak ajakan Jessy. Gilang memijat keningnya, yang terasa berdenyut.
"Aaaaahh.... Papah jahat. Hiks...Hiks... Hiks". Jessy menangis dengan memeluk Gita.
"Pak maaf sebelumnya, izinkan Jessy main ke rumah saya. Sebenarnya saya merasa tidak direpotkan ko pak. Sebenarnya di rumah saya juga suka ada anak kecil yang main, bahkan Reni juga suka main kerumah pak. Dari pada Jessy menangis, nanti kalau memang bapak mau jemput. Tidak apa-apa bapak boleh ko jemput Jessy. Nanti Jessy biar sama saya dan Reni naik motor, bapak tidak usah khawatir ". Ucapan Gita, membuat Gilang berfikir. Dan Gilang memperhatikan kedekatan Jessy dengan Gilang.
Gita menggeleng kepalanya." Tidak sama sekali merasa di repot kan, asal bapak izinkan saya juga senang kalau Jessy main kerumah saya pak". Jawab Gita dengan tersenyum kepada Gilang.
Gilang yang melihat kedekatan Jessy dan melihat senyuman nya Gita. Gilang pun mengalihkan pandangannya ke arah lain. Entah kenapa jantung Gilang seperti orang yang sedang lari maraton.
Dan Gita yang melihat bos nya mengalihkan pandangannya. Membuat Gita memandang aneh kepada bos nya .
Gilang pun sengaja mengalihkan pandangannya, agar tidak terlihat kalau dirinya menjadi salah tingkah kepada Gita. Dan Gilang pun berdehem," ehemm.... Baik Git, Jessy kamu boleh main kerumahnya Ka Gita. Tapi kamu tidak boleh minta macam macam ya sama ka Gita. Nanti papah jemput kamu, dan kamu tidak boleh marah kalau papah jemput kamu. Apa kamu setuju dengan syarat papah". Kata kata Gilang membuat Jessy melihat ke arah Gita, dan Gita pun mengangguk dengan tersenyum. Lalu Jessy pun menoleh ke arah papah nya.
"Beneran pah Jessy boleh main kerumahnya Ka Gita. Wah senangnya terimakasih ya papah". Jessy pun menghapus air matanya dan turun dari kursi untuk menghampiri sang papah. Lalu Jessy memeluk papahnya, tentunya di balas pelukannya oleh sang papah.
" Trimakasih ya papah, papah memang papah yang terbaik dan yang tertampan yang Jessy punya,, muuuaaacchh...." Jessy pun mencium papahnya, membuat Gilang tersenyum.
__ADS_1
Gita pun tersenyum melihat Jessy dan papahnya berbaikan. Lalu Gilang tersenyum kepada Gita, dan Gita pun membalas senyuman nya.
"Gita simpan nomor kamu di sini, buat saya nanya alamat kamu untuk jemput Jessy nanti". Kata Gilang dengan memberikan handphone nya ke Gita. Dan Gita pun mengambil handphone nya, dan mencatat no nya di handphone milik bos nya.
Setelah drama Jessy yang ingin ikut dengan Gita selesai. Merekapun naik ke atas di sana sudah ada Reni dan pak Lukman yang menunggu.
"Loh Lukman kamu belum pulang juga?" Tanya Gilang ke Lukman.
" Belum pak, saya nemenin Reni yang sedang menunggu Gita ingin pulang bareng".Jawaban Lukman membuat Reni menginjak kaki lukman. Gita melihat ke arah Reni, dan Reni hanya nyengir ke arah Gita karena dapat tatapan horror dari sahabatnya .
"Iya pak saya iseng nungguin Gita jadi saya minta pak Lukman buat nemenin di sini biar nggak iseng pak. Heheheeh". Kata Reni dengan cengengesan.
Gita yang sedang bersiap-siap untuk pulang, mendengar ucapan Reni, sesekali melirik ke sahabatnya itu.
"Reni saya titip Jessy naik di motor kamu ya, Jessy ingin main ke rumah Gita kata nya". Reni pun kaget pas tau anak bosnya ingin ikut main ke rumah sahabat nya.
Reni pun melihat ke arah Gita, dan Gita pun mengangguk dan di lihatnya lagi Jessy yang sudah rapih dengan terus mengandeng tangannya Gita.
"Siap pak, tenang saja rumah saya juga tidak jauh dari rumah Gita nanti saya juga ikut main ke rumah Gita". Jawab. Reni dan dapat anggukan dari bosnya.
"Trimakasih ya, Jessy ingat di sana jangan nakal harus ingat baik, dan nurut sama ka Gita dan Ka Reni ya?" Kata Gilang. Dan menasehati Jessy .
"Ok papah Jessy tidak akan nakal ko. Yuk Ka Reni ka Gita." Kata Jessy dengan semangat,yang menggandeng tangan Reni dan Gita.
Gita dan Reni pun mengangguk." Kalau begitu kami permisi duluan ya pak Gilang , yuk pak Lukman". Pamit Gita.
__ADS_1