
Lalu Gita menghampiri Reni dan Lukman." Yeee akhirnya jadian juga kalian. Selamat ya pak Lukman dan Reni, senang teman gue yang ini udah nggak jomblo lagi .. Traktiran nya ya jangan lupa.Hahahahah.... " Gita pun memeluk Reni begitu pun Reni membalas pelukan sahabat nya.
Lukman pun tersenyum melihat tingkah Gita dan Reni . Dan dari ruangan lain ada seorang pria, yang sedang memperhatikan tiga orang yang berada di taman dengan tersenyum. Dan Lukman pun dapat melihat jika kakak sepupu nya dan yang tak lain bos nya itu sedang memperhatikan dirinya..
Flashback on
Gita melihat gerak gerik kalau Lukman sering dekat dengan sahabatnya.
Saat Jam kerja Gita pulang dan menunggu Reni di sebuah taman. Lukman mendekat ke arah Gita. "Gita saya boleh tanya sama kamu?" Tanya Lukman yang ikut duduk di bangku taman.
"Iya pak boleh tanya aja, bapak mau tanya apa?" Jawab Gita yang meletakan handphone nya di Dalam tas.
" Eeem.... Nanya tentang Reni. Sebenarnya Reni itu sudah punya pacar belum dan Reni itu sebenarnya orang seperti apa?" Tanya Lukman yang menggaruk kepalanya yang tak gatal.
"Ada apa ini ko pak Lukman tanya tentang sahabat Saya. Apa jangan-jangan pak Lukman suka ya sama sahabat saya". Ledek Gita dengan menaik turunkan alisnya dan tersenyum meledek.
"Iiisshh ... Kamu tuh saya nanya aja juga kamu bilang gitu." Elak Lukman.
"Alah pak, saya tau bapak tuh kalau dekat sama Reni terlihat banget tau pak kalau bapak tuh suka sama sahabat saya . Lagian kalau bapak suka sama teman saya. Saya dukung pak ,teman saya itu susah buat dekat sama laki laki. Kalau bukan sama Andi sahabat kita. " Kata Gita yang menceritakan tentang teman nya.
"Maksudnya apa Git, kenapa hanya dekat dengan Andi saja. Apa Reni suka sama Andi ". Tanya Lukman yang masih tak faham.
"Pak, saya, Reni dan Andi satu sekolah. Ya kami memang saling dekat. Mereka tuh cuek jutek jika orang yang belum kenal. Tapi jika orang sudah kenal mereka asyik. Apalagi Reni, dia itu jutek, dan cerewet. Tapi dia baik, apa lagi melihat orang yang di sekitar nya di tindas. Dia akan membela nya. Bapak suka sama dia ya pak. Ayo ngaku pak, keburu Reni di incar orang loh mumpung jomblo." Cerita Gita sekaligus menggoda Lukman tentang Reni.
"Iya Saya suka dengan Reni teman kamu itu. Saya bingung harus bagaimana, orang nya cuek tidak peka. Saya harus bagaimana Git." Tanya Lukman minta pendapat Gita.
"ya di tembak dong pak, gimana si pak". Jawab Gita dengan menepuk jidatnya.
Dan mereka berdua pun sedang menggelar rapat paripurna di meja belakang taman . Ada ya rapat hanya berdua.Hihihi...
Flashback of.
__ADS_1
Lukman tersenyum melihat wajah Reni yang sepertinya malu malu. "Reni, Gita saya ke atas dulu ya. Sebentar lagi jam masuk." Lalu Lukman menyentuh rambutnya Reni. Dan itu membuat Reni tersenyum canggung.
Gita yang melihat sahabatnya itu malu malu. Justru Gita jadi teringat oleh Andi.
"Gue jadi kangen sama Adi". Ucap Gita dalam hati, dengan bibir di majukan.
"Hei kenapa Lo Maimunah, tuh bibir pake di maju majuin." Ledek Reni.
"Gue kangen Andi, dia kesini kapan ya?Orang baru pacaran udah LDR an." Kata Gita dengan cemberut
"Ywdh si kemarin kan Lo udah jalan berdua. Jangan BETE lagi ya". Ucap Reni terus memeluk Gita.
"Rese Lo gue juga masih kurang percaya gue bisa jadian sama Lukman. Menurut Lo Dia gimana Git?" Tanya Reni. Membuat Gita nampak berpikir.
"Menurut gue pak Lukman itu orang nya baik, lah Lo sendiri gimana kan selama ini Lo yang udah Deket sama dia. Menurut Lo gmn?" Tanya Gita.
" Ya buat gue itu dia Lukman itu pria baik. Nggak kaya cowok yang gue kenal. Gue juga nyaman, dia tuh asik orang nya Git. "Penjelasan Reni.
"Nah itu Lo tau. Udah sekarang judulnya Jubaidah gue ini udh nggak jomblo lagi. Hahahaha ....."Gita dengan tawa nya.
Reni dan Gita kembali masuk ke dalam, dan kembali memegang tanggung jawabnya. Dengan tugas merek masing masing.
Gita melanjutkan tugasnya, setelah tugasnya yang hampir selesai, Gita mengganti pembuatan Coklat nya.
Sebelum membuat Gita menuju ruangan atas yang tak lain ruangan Lukman dan Bu Mutia. Untuk mengambil cetakan bentuk apa yang akan di buat Gita.
Setelah sampai ruangan pak Lukman dan Bu Mutia, ternyata pak Lukman pun tak ada, Di ruangan hanya ada Bu Mutia. Sebenarnya Gita malas tapi harus bagaimana lagi mau tidak mau dia harus tanya ke Bu Mutia.
Tok... Tok... Tok..." Assalamualaikum Bu Mutia". Yang di sebut namanya hanya melirik sebentar lalu matanya ke layar handphone nya.
"Waalaikumsallam, masuk ada apa Git. " Jawab dengan judes nya.
__ADS_1
"Saya mau cari pak Lukman Bu mau minta cetakan Lollipop?" Tanya Gita kembali. Sebenarnya Gita malas tapi mau bagaimana lagi.
" Yang kamu cari tidak ada, dan saya juga tidak tahu cetakan nya." Jawab dengan ketus.
"Yasudah nanti saja saya kesini lagi. kalau begitu saya permisi Bu. "Pamit Gita dan hendak keluar pintu.
" Tunggu Gita. Jangan kira saya kemarin minta maaf sama kamu saya tulus. Saya tidak Sudi minta maaf sama kamu." Kata mutia dengan nada ketus.
"Saya juga tau Bu, ibu minta maaf ga tulus. Saya juga maafin ibu juga sama, saya kasian sama ibu kalau sampai di pecat. Dan saya rasa saya juga tidak punya masalah Pribadi dengan ibu.." Jawab Gita tanpa membalikkan badannya.
"Siapa bilang kamu tidak ada masalah pribadi dengan saya. Jelas ada, kamu sudah merebut orang yang saya sayang. Dan kamu juga jangan so kecantikan, liat tuh badan kamu, bisa bisanya orang itu memilih kamu."Kata kata Mutia membuat Gita membelalakkan matanya.
"Maaf Bu saya tidak mau berdebat, ini di tempat kerja. Dan seperti ibu salah orang permisi". Jawab Gita yang akan meninggal Rungan Mutia.
"Kamu kenal Riko Prayoga. Kamu rusak hubungan aku dan dia. Dan itu kamu tidak kenal." Lagi lagi Gita membelalakkan matanya mendengar nama Riko.
"Riko, jadi Bu mutia ini mantan pacar KA Riko. Pantas dia begitu tidak suka sama gue. Jadi punya dendam pribadi." Kata Gita dalam hati.
"Kenapa diam. Kamu kenalkan, kami memang pacaran sudah lama dan kamu datang merusak semua, Dasar cewek gatel. Sekarang aja ada duda di sini deketin anaknya biar bisa nempel sama bapaknya. Pengen jadi calon ibu yang baik ya Jangan mimpi ".kata kata Bu Mutia menusuk ke hati Gita.
Ingin sekali Gita marah, namun Gita tetap profesional tidak mau berdebat masalah pribadi di tempat kerja.
" Maaf saya tidak tau ibu pacar KA Riko, dan saya juga sudah tidak ada hubungan apa-apa dengan nya. Dan untuk masalah Jessy saya tidak pernah berpikir seperti itu. Ibu berpikir terlalu jauh.'' Jawab Gita dengan mata sedikit mengembun.
"Ow ya, tapi saya tidak percaya. Apa orang tua kamu mengajar kan buat menarik perhatian para laki-laki. Atau kamu pakai pemanis, saya liat cowok di sini pada tertarik sama kamu. Apa kamu..." Mutia belum selesai bicara. Gita sudah memotong pembicaraan Mutia.
Gita membalikkan badannya menghadap mu Mutia dan berjalan mendekat ke arah Bu Mutia.
"Cukup Bu. Jangan pernah bawa bawa orang tua, Saya tidak suka. Ibu boleh menghina saya, tapi jangan bawa orang tua saya." Gita pun berusaha untuk tenang." Astaghfirullah.... Saya nggak pernah pakai pemanis buat bikin Laki laki dekat dengan saya. Dan ibu benar tidak profesional dalam bekerja. Saya di sini buat kerja cari uang yang halal. Bukan buat cari musuh kaya ibu. PERMISI...."Gita pun langsung meninggalkan ruangan itu dan turun hendak kembali keruangan.
"Alah munafik kamu Git".Bu Mutia pun tersenyum sinis ke arah Gita yang sedang turun tangga.
__ADS_1
Tapi sebelum kembali Gita ingin ke toilet lebih dulu. Untuk menghilangkan sesak yang ada di dadanya. Namun saat ingin masuk ke toilet Gita bertemu dengan Reni sahabat nya. Gita pun tidak jadi masuk ke dalam toilet. Dan air mata pun yang terjatuh di pipinya segara ia hapus agar Reni tidak curiga.
bersambung..