
Lalu Gilang memegang handphone nya lalu mengirim pesan kepada bunda nya untuk menanyakan keadaan Jessy. Lalu handphone Gilang pun bergetar tanda pesan masuk, Gilang pun membacanya. Setelah pesan nya di baca Gilang pun nampak tenang, dan meletakkan handphone nya kembali di atas meja.
Gilang mengambil cangkir kopi, lalu kopi yang masih panas di seruput oleh Gilang sedikit demi sedikit. Gilang nampak menikmati kopinya yang di buat oleh Gita.
"Awas pak hati hati, kopi nya masih panas. Soalnya tadi airnya baru di masak, jadi masih panas banget pasti." Kata Gita yang memberi tahu Gilang .
Karena sepertinya bos nya itu menikmati kopinya, walaupun uap panas dari kopi itu terlihat. Namun sepertinya Gilang menikmatinya.
Cangkir kopi itu diletakkan kembali di atas meja, Gilang nampak tersenyum mendengar Gita bicara." Saya kalau minum kopi memang seperti itu, saya tidak suka kalau minum kopi itu hangat,apa lagi sampai dingin, Saya nggak suka. Kalau minum kopi masih panas begini, baru nikmat,apa lagi saat kita mencium aroma kopinya, itu baru yang namanya menikmati saat minum kopi." Jawab Gilang dengan senyum yang manis.
"Benar Lang, kamu seperti bapak , nggak suka minum kopi kalau udah dingin bapak tinggalin. Mangkanya bapak sering bikin kopi sendiri. Karena setiap kopi yang sudah dingin bapak nggak mau minum lagi, apaan itu mau minum kopi apa minum es, minum kopi dingin. Hahahah..." Pak Jaka pun ikut menimpalinya percakapan Gilang." Ayo Lang ini ada kue, ibu nya Gita bikin kue pisang. Enak buangett .... Kue buatan ibu nya Gita. Lah pan bapak dagang tadi , Pisang Dagangan bapak masih ada , lah sama ibu di bawa masuk kedalam eh di buatin kue, di tambahkan terigu, gula,kelapa. Terus Di bungkus daun pisang di kukus dah. Bapak cobain beeeuuhh.... Enak.... Lumayan buat temen ngopi bapak. Enak banget ini Buat temen ngopi kita di mari. Biasanya nih ibunya Gita ngebuatin bapak, buat teman kopi pake roti sumbu, tau nggak roti sumbu, alias singkong rebus. Kalo pake singkong rebus bapak anteng banget Lang, Ibu kaga bapak panggil panggil buat nemenin ngopi. Hahahaha....." kata pak Jaka dengan logat khas Betawi nya disertai tawa.
Gilang yang mendengar pak Jaka bicara ikut tertawa, begitu pun juga ibu dan Gita mereka juga ikut tertawa. Suasana dirumah Gita pun jadi rame karena pak Jaka kedatangan tamu untuk menimpali teman ngopinya. Bagai mana tidak, pak Jaka laki laki sendiri karena di rumahnya perempuan semua..
Cukup lama Gilang berada dirumah Gita, dan asik mengobrol dengan keluarga Gita. Sampai tidak sadar waktu Sudah semakin malam. Gilang melihat jam yang berada di tangan nya, jarum jam sudah menunjukkan pukul sebelas malam. Gilang nampak tersenyum.
" Sepertinya sudah malam juga nih pak ,Bu. Saya pamit pulang ya pak. Tidak enak juga kan jam segini masih bertamu, takut bapak dan ibu mau istirahat." Ucap Gilang untuk pamit pulang.
"Ow iya nak Gilang tidak apa-apa, kamu juga lelah kan,apa lagi neng Jessy masih sakit. Bapak emang begitu kalau ada temen ngopi suka lupa waktu. Maaf ya jadi nahan kamu di sini." Jawab Bu Siti yang merasa tak enak hati.
__ADS_1
"Iya Bu, tidak apa-apa. Saya juga sudah lama tidak mengobrol seperti ini. Saya juga senang bisa ngobrol dengan kalian." Ucap Gilang yang mengambil handphone nya lalu di simpan di kantong celananya.
"Iya Lang kapan lagi ya,kita bisa ngobrol begini. Nanti main lagi ya Lang ajak neng Jessy kesini sekalian , kalo udah sembuh neng Jessy nya . Soalnya bapak Seneng kalo ada neng Jessy kita jadi ada mainan ya Bu." Kata pak Jaka dan di angguki oleh Gilang.
"Iya pak nanti saya ajak Jessy kesini kalau dia sudah sehat." Kata Gilang yang bangkit dari duduknya." Kalau begitu saya permisi pamit ya pak Bu." Gilang pun bersalaman dengan pak Jaka dan Bu Siti.
"Git, saya pamit ya". Pamit Gilang disertai senyuman.
"Iya pak". Kata Gita lalu Gilang pun berjalan meninggalkan Gita dan keluarganya.
"Pak ,Bu Gita nganterin pak Gilang dulu sampai mobil". Kata Gita yang dapat anggukkan dari kedua orangtuanya. Lalu kedua orangtuanya Gita pun masuk kedalam rumah untuk beristirahat.
Lalu Gita menghampiri bos nya. Saat Gilang ingin membuka pintu mobilnya Gita memanggil Gilang." Pak Gilang,"
"Trimakasih ya pak sudah nganterin aku pulang,dan tadi sudah membantu aku.? " Ucap Gita namun matanya memandang ke bawah bukan ke Gilang.
Gilang tersenyum melihat tingkah Gita.
" Iya sama-sama Git, trimakasih juga ya tadi sudah di buatkan kopi, kopi nya juga pas rasanya nanti bikinin saya." Gilang meledek Gita, dan reaksi Gita ternyata sangat lucu untuk Gilang.
__ADS_1
Gita membulatkan kedua mata." Aaah ... Apa pak, buatkan kopi lagi. Ah...Hahahaha.. Iya pak nanti buatkan lagi." Kata Gita dengan cengengesan dan menunjukkan gigi nya yang indah.
" Di kata dia gue penjual kopi kali ya. Rasanya pas buatan gue". Gita hanya berani berkata dalam hati.
"Yasudah Git, saya pulang ya. Jangan lupa besok masuk kan kamu. Kata Lukman besok ada briefing untuk acar Jumat." Kata Gilang Yang memberikan info untuk Gita." Sekarang kamu masuk sudah malam".
"Iya pak, lalu Gita membalikkan badannya,untuk masuk kerumah. Namun Gita menoleh kembali." Pak hati hati ya di jalan". Dengan di akhir kata Gita memberi kan senyumannya.
Gilang pun tak jadi masuk ke dalam mobilnya, mendengar Gita mengucapkan hati hati dan memberikan senyuman kepadanya. Dan Gilang pun terpaku melihat Gita yang tersenyum ke arah nya, dan menurut Gilang senyuman Gita itu begitu manis.
Gilang pun akhirnya mencoba membuyarkan untuk mengalihkan Gita . Gilang hanya tersenyum". Iya Trimakasih Git, saya balik ya." Gilang pun segera masuk kedalam mobil. Lalu menyalakan mesin mobilnya, dan mobil pun melaju hati hati meninggalkan rumah Gita.
Setelah mobil bos nya sudah tak terlihat Gita pun masuk kedalam rumah nya dan mengunci pintunya.
Selama di perjalanan Gilang merasakan getaran yang tak biasa semenjak tadi.
"Kenapa dada gue berdebar begini ya. Sudah lama nggak pernah merasakan seperti ini. Masa iya gue kebanyakan minum kopi, kaya nya nggak mungkin . Aaah....Sepertinya besok gue harus check up , nggak bisa begini terus." Mobil pun terus melaju dengan hati hati.
Dan kini mobil yang Gilang kendarai sudah sampai di rumah nya. Gilang pun langsung segera menemui anaknya yang sedang tertidur sangat nyenyak. Saat di lihat Jessy sudah tertidur pulas, Gilang pun masuk kedalam kamarnya.
__ADS_1
Gilang pun merebahkan dirinya di kasurnya. Entah kenapa Gilang melihat wajah Gita walau hanya sekilas." Kenapa jadi wajah Gita yang hadir, huffh... Mungkin seharian ini gue lagi sama dia seharian aja kali ya. Udah lah gue gue tidur aja dulu, besok pagi-pagi gue check up ketempat Tyo
" Gilang pun memejamkan matanya tanpa butuh waktu lama akhirnya Gilang pun tertidur.