
"Kenapa Git, Ren.?" Tanya pak Lukman.
"Ini pak lengannya Gita seperti nya ada yang sakit saat saya pukul tadi." Jawab Reni dengan wajah cengengesan, Lukman yang mendengar sebagai pacarnya hanya menggelengkan kepalanya.
"Git tangan kamu sakit mengganggu kamu kerja tidak tadi?" Tanya Lukman, sedangkan Gilang hanya diam memperhatikan Gita yang di interogasi oleh Reni.
Sebenarnya Gilang ingin bertanya, tapi karena ada Reni dan Lukman nanti urusannya jadi panjang. Dan Gilang juga lagi males menjawab pertanyaan yang nggak penting..
"Ya sudah kalian istirahat, lagian juga jam kerja Gita udah selesai kan Git, tinggal beres beres aja.?" Tanya Lukman yang akhirnya mengakhiri perdebatan Reni dan Gita.
"Iya pak saya nggak apa-apa, lagian kerjaan juga udah selesai tinggal cuci cetakan aja pak". Jawab Gita, akhirnya perdebatan antar Gita dan Reni di akhiri. Tapi bagi Reni dia penasaran dengan tangan Gita itu.
Kini Gita dan Reni pun makan siang bersama. Sebenarnya Reni sudah gatel ingin interogasi Gita, namun Gita sepertinya enggan untuk menceritakan. Reni pun mengganti topik bicara mereka.
Hingga waktu jam makan siang pun habis,Kini waktu sudah menunjukkan pukul satu siang seluruh karyawan pun sudah masuk kembali. Tim produksi sudah siap siap untuk mencuci cetakan, serta membersihkan, meja dan lantai. Kini ruangan produksi pun sudah bersih.
Sekarang Gita end the geng pun duduk untuk istirahat sejenak di taman belakang." Git, kemarin elo kemana, ko nggak balik lagi ?" Joko bertanya saat Gita sedang melihat handphone nya.
"Ow itu, gue ada urusan sebentar Joko, kenapa elo kangen sama gue. Baru gue tinggal gitu aja udah kangen". Ledek Gita membuat Joko dan yang laik ikut tertawa.
"Hahahah iya gue kangen pengen jailin Lo Git, lagian nggak ada elo, mpo Ati so cantik banget dah. Mentang mentang produksi cowok semua, cuma dia aja cewe so manis banget dari elo berangkat sampe sore lenjeh banget." Joko mulai dengan bercanda nya.
__ADS_1
" Emangnya mpo ati so manis Gimana?" Tanya Gita yang memang tau kalau Joko itu paling jahil, dan mulutnya paling rese kalau buat ngeledek.
" Iya dia so manis, so manja. Siapa aja di panggil bebeb Joko, cinta, sayang. Tolong ini, tolong itu, yang lebih parahnya dia pake nyanyi lagu nya sibat. Yang gini ni Git , hai sayang ku hari ini aku syantik, syantik bagai bidadari, bidadari di hatimu"
Terus pake gaya gini Git. " memang lagi manja, lagi pengen di manja. Jiaaahh... Jember banget Git Git." Kata Joko dengan menggerakkan badannya, berjalan berlenggak lenggok, dengan tangan mengibas ngibas rambut miliknya yang plontos. Joko memberikan contoh kepada Gita dengan gaya so imut nya, alhasil semua anak produksi pun ikut tertawa. Sedangkan yang di omongin pun ikut tertawa, tanpa rasa tersinggung sedikit pun.
" Coco* mu ko ko. Wahahaha.... Cocok banget lagi ngikutin gayanya. Macica deh ... Lagian emang ngapa si gua genit dikit mumpung ora ada Gita. Gua juga begini canda doang depan lo pada, eeh... Tapi ngemeng ngemeng gue emang cantik kan. Manis manis gimana gitooh. Hahahah...." Kata mpo Atiyang tertawa terbahak-bahak. Karena merasa geli sendiri sama gaya nya.
Suasana taman belakang pun jadi rame karena melihat joko memperagakan gaya mpo Ati yang berjalan berlenggak lenggok di depan anak produksi. Ya Joko seperti itu hanya untuk hiburan semata. Tapi ujung-ujungnya, mereka menyaksikan tingkah Joko lagi yang sungkeman minta maaf layaknya meminta maaf kepada sang ibu. Dan itu benar membuat mereka jadi terkekeh melihat Joko dan mpo Ati bertingkah absurd seperti itu.
Memang ruangan produksi kalau udah ada Joko,mpo Ati,dan Gita rasanya rame kalah dah dangdut families mah. Kalah mereka nya bukan dangdut nya.Soalnya mereka kalau udah denger dangdut dikit hawanya pengen joget aja. Wahahahaha .... ( Sama kaya author ora boleh denger dangdut dikit hawanya mau joget ).
Kini waktu sudah menunjukkan jam tiga sore. Seluruh divisi pun juga sudah selesai dengan kerjaan mereka. Ruangan pun juga sudah bersih dan rapih.
Kini mereka sedang berkumpul dalam satu ruangan. Mereka akan mengadakan briefing untuk acara besok. Di dalam ruang itu pun ada, Bu Mutia, pak Lukman,dan pak Gilang.
Gilang duduk bersama Lukman, namun mata nya melihat ke arah Gita. Ya Gita yang duduk bersebelahan dengan Joko, dan Fahri. Membuat mata Gilang tertuju ke arah mereka bertiga.
Lukman menjelaskan tugas tugas yang akan di berikan kepada siapa saja untuk acara besok. Khususnya Joko, Gina dan Gita.." Gina dan Gita besok kamu siap kan untuk pembawa acara untuk menghibur anak-anak besok.?"
"Siap pak". Jawab Gita dan Gina.
__ADS_1
"Lalu Joko dan Raffa, kamu siap kan besok jadi badut untuk menghibur anak-anak di depan. Kalian menggunakan kostum badut sapi loh, bagaimana siap kan?" Tanya Lukman ke joko dan Raffa.
"Iya pak siap pak. Walaupun wajah tampan saya tak terlihat tapi saya ikhlas pak buat menghibur anak-anak besok." Kata Joko yang membuat semua tertawa. Namun hanya Gilang yang menampakkan wajah datarnya, hanya sedikit senyuman yang terlihat.
Dan Lukman menjelaskan tentang besok dan Bu Mutia pun membantu menjelaskan, seperti apa dan bagaimana yang harus di kerjakan.
Lalu Bu Mutia juga menjelaskan besok harus menggunakan seragam apa dan warna apa agar semua terlihat sempurna.
Setelah briefing selesai seluruh karyawan pun di perbolehkan pulang lebih awal.seluruh karyawan pun semua bubar,hanya tinggal Gita, Gina, Reni Lukman, Bu Mutia dan Gilang.
"Gita kamu urus untuk acara besok, sebagai pembawa acar. Apa apa saja yang akan di ucapkan." Lukman menjelaskan ke Gita dan Gina.
"Siap pak, nanti saya susun untuk acara besok. Dan saya juga mau tanya, kira kira ada doorprize nya tidak ya pak, untuk acara tambahan nya nanti. Untuk anak atau guru nya.?" Tanya Gita, ke pada Lukman dan Gilang.
"Kalau kunjungan acara anak anak sebelum nya bagaimana Git,? " Tanya balik Gilang yang memang belum tau seperti apa jika ada kunjungan anak anak di pabrik milik ayahnya ini.
"Biasanya ada pak. Kaya coklat atau lollipop, atau susu seperti itu, atau mungkin kaya alat tulis gitu." Gita menjelaskan ke bosnya , Lukman dan Reni pun mengangguk membenarkan apa yang Gita ucapkan.
"Memang tidak kebanyakan Git, ini kan hanya kunjungan biasa Git? Kita juga sudah memberikan coklat yang akan dia buat serta lollipop yang kamu buat, dan coklat bar. Memang belum cukup,dan nggak ribet Git acara juga tinggal besok. Kenapa nggak kemarin kamu jelasin, pake kamu pergi segala. kenapa baru sekarang kan kalau kemarin kami jelasin barang nya juga bisa di siapkan.?" Kata Mutia yang mencoba cari perhatian bos nya yaitu Gilang.
"Ya saya mah kan hanya memberi tau aja, itu kan hanya masukan saja. Kalau masalah kemaren saya tidak masuk juga ada alasannya dan Bu Mutia tidak perlu tau kenapa saya nggak masuk. Saya juga udah izin sama pak Gilang dan pak Lukman". Gita sengaja menyebutkan nama bos nya. Karena memang suruhan bos nya, mangkanya Gita tidak masuk kerja.
__ADS_1