Cinta Anggita

Cinta Anggita
Gita bernyanyi


__ADS_3

"Lebay loe Ren, nafas elo abis gue suruh Joko buat kasih nafas buatan untuk elo. Kalau elo metong tinggal di kubur aja, gitu aja ko susah banget". Jawab Gita dengan ketus.


"Sembarangan loh Git, sekate Kate aja kalau ngomong". Reni memanyunkan bibirnya, dan Gita hanya terkekeh melihat Reni kesal.


Reni dan Gita saling berdebat. Yang di depan masih jalan di depan bahkan Reni dan Gita di tinggalkan. Sampai Gita dan Reni pun berlari mengejar Bu Yuni dan Bu Henny.


Di sana Bu Yuni berhenti di tempat yang cukup ramai, ternyata di sana ada yang jual macam macam kue dan makanan.


"Wah ada yang jual makanan, lumayan ya buat anak anak di sana." Ucap Bu Yuni.


"Beli yuk mba lumayan buat makanan di tempat penginapan." Ucap mama Henny di angguki oleh ibu Yuni.


Di sana ada yang jual macam macam kue kampung. Bunda yuni dan mamah Henny membeli macam-macam kue, ada


Kue Bandros( kue pancong), Kue awug awug ( kue dongkal) kue basah, dan macam macam kue lain nya. Bu Yuni membeli kue cukup banyak untuk para anak anak yang berada di penginapan, agar ada teman untuk minum kopi.


Gita pun justru mencari makanan kesukaan mereka, yaitu cilok. Dan ada juga kue jajanan masa kecil Gita dan Reni Kue Rangi, kue yang di lumuri gula aren di atasnya. Melihatnya saja sudah membuat Gita dan Reni ngiler, gak sabar ingin makan kue nya.


Memang ya perempuan itu gak boleh liat tukang jualan dikit, mau itu barang atau makanan. Pasti rasa ingin membelinya selalu meronta-ronta di benak kaum hawa.


Kini enam para wanita yang sedang menikmati jalan pagi nya, sudah kembali ke penginapan mereka. Dengan membawa masing masing bungkusan di dalan plastik kresek berwarna putih. Lalu oleh Gita, Reni , dan mpo Ati menata kue kue nya di atas piring. Dan di letakan di atas meja, beserta teh hangat yang sudah di buat nya.


Setelah siap semua orang di panggil oleh Bu Yuni untuk menikmati kue yang sudah di belikan. Setelah perut mereka sudah terisi oleh sarapan, kini mereka berkumpul untuk pergi ketempat acara nya. Di mana letak acaranya di belakang penginapan,dan mereka harus memutar jalan ke luar penginapan dan belok ke kanan sedikit.


Dan memang benar di sana mengadakan acara untuk pengisi liburannya. Setiap yang datang, harus mengantri untuk mengambil T_shirt untuk seragam, untuk stiap tim nya. Gita dan Reni mendapatkan T_shirt berwarna biru, sedangkan Lukman dan Gilang mendapatkan kaos berwarna ungu. Namun Gilang menolaknya dia meminta kaos berwarna biru seperti Gita, begitupun Lukman dia juga meminta kaos berwarna biru seperti Reni


Dasar dua laki laki berumur tapi kelakuan kaya bocah .


Pak Hendra, bunda Yuni, Jessy dan mamah Henny ia tidak ingin ikut bermain. Dia hanya ingin jadi tim hore hore saja.


Kini Reni dan Gita sudah mengganti, dan menggunakan kaos mereka. Gita dan Reni ia pun samaan menggunakan jeans kodok,T_shirt biru, sepatu sneakers, serta topi kupluk rajut. Namun Gita dan Reni menggunakan topi kupluk dengan warna yang berbeda. Mereka terlihat cantik, manis, menggunakan Outfit tersebut.


Gita sekarang sudah lebih percaya diri, karena bentuk tubuhnya sudah tidak seperti dulu lagi. Semenjak sakit, dan pisahnya dengan Andi membuat, berat badannya turun. Dan dari situ juga Gita jadi lebih menjaga bentuk tubuhnya, dan rasa percaya dirinya kembali lagi.


Lalu dari para panitia mengisi acara dengan musik terlebih dahulu, dan setelah itu baru mengadakan perlombaan. Dan acara terakhir pembagian hadiah untuk juara yang perlombaan.


Kini Reni dan Gita duduk di kelompok yang menggunakan kaos berwarna biru. Dan mereka pun saling berkenalan dalam satu kelompok agar semakin kompak. Saat Reni dan Gita menoleh kebelakang, mereka melihat bahwa bos nya ada di belakangnya.


"Loh, Mas Gilang dan mas Lukman di sini juga.?" Tanya Gita.


"Iya Git, nih pak bos minta warna yang sama kaya kamu. Biar bisa satu kelompok sama kamu kata nya." Celetuk Lukman, membuat Gilang merasa kesal dengan sepupunya itu. Lalu Gilang menyenggol Lukman dengan sikut nya.


Gita yang mendengar Lukman bicara seperti itu, langsung menoleh kembali menghadap ke depan.


Lukman meringis mengusap perutnya yang di sikut oleh Gilang. Gilang menatap dengan tatapan tajam ke arah Lukman." Mangkanya jangan ember mulut kamu itu". Jawab Gilang dengan bicara di telinga Lukman, membuat Lukman hanya menyengir kuda.

__ADS_1


Lalu saat acara musik selesai, pak Hendra berjalan mendekat ke arah panggung. Mendekat ke arah panitia, dan pembawa acara tersebut. Seorang laki-laki yang berdiri di atas panggung mendekat ke arah panitia. Dan mengacungkan jempol ke arah panitia.


" Hallo semuanya, hari ini kita kedatangan tamu dari Jakarta. Di mana tamu ini, adalah tamu istimewa. Tentunya istimewa ya, karena kita kedatangan seseorang yang paling istimewa, yaitu bapak Hendra Wijaya. Suatu kehormatan yang sangat luar biasa, pak Hendra ini hadir di tengah-tengah kita." Host itu pun tersenyum dan menganggukkan kepalanya ke arah pak Hendra, dan istrinya. Yang sedang duduk di kursi, yang sudah di sediakan di sisi panggung.


" Yuk kita mulai kembali acara ini. Ow ya beliau ini yaitu pak Hendra Wijaya, pasti kalian tau kan. Beliau minta rekomendasi seseorang untuk mengisi acara di sini, untuk bernyanyi di tengah tengah kita. Bagaimana kita langsung panggil kan saja untuk seorang gadis untuk menghibur kita semua dia akan bernyanyi dengan gitarnya. Kita langsung panggilkan saja Anggita,". Gita terkejut saat nama nya di panggil untuk bernyanyi. Gita melihat kearah Reni, Lukman dan Gilang.


"Ko nama aku di panggil ya, gimana dong aku bingung.?" Gita terlihat grogi nama nya di panggil.


"Git, elo pasti bisa. Elo kan udah biasa ngisi acara kaya gini, jadi elo santai aja ya. Elo nyanyiin lagu yang elo bisa Gita, pasti elo bisa yakin Git." Reni memberikan semangat ke Gita, dan di angguki oleh Lukman.


" Git kamu yakin kamu pasti bisa, jangan grogi ya." Gilang juga memberikan semangat, Gita pun mengangguk karena ada yang memberikan semangat.


Bagaimana tidak, Gita di panggil namanya dengan mendadak tanpa di bicarakan dulu. Gita berusaha tenang ,lalu menarik nafas panjang lalu di buang secara perlahan.


Setelah cukup rileks dan tenang Gita pun berjalan mendekat kearah pak Hendra. Lalu naik keatas panggung yang tidak terlalu tinggi. Lalu Gita bersalaman ke arah host nya, dan Gita memegang gitar dan duduk di sebuah kursi. Lalu Gita memegang mikrofon yang berada dihadapannya.


Gita tersenyum ke arah depan panggung, Gita merasa tidak terlalu nervous seperti tadi." Assalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh." Gita sedikit terkekeh." Maaf sebelumnya, sebenarnya saya tadi terkejut ya nama saya tiba-tiba di panggil untuk menghibur kalian semua. Tapi saya akan coba menghibur kalian sedikit dengan lagu yang saya bawakan. Semoga teman-teman suka ya dan tidak melempari saya dengan telur". Lagi lagi Gita terkekeh, dan semua orang pun turut tertawa mendengarnya.


Gita memainkan gitar nya dengan nada akustik, semua orang pun bertepuk tangan untuk Gita. Lalu Gita pun mulai bernyanyi.


🎶🎶


Ketika waktu mendatangkan cinta


Aku putuskan memilih dirimu


Dan semakin parah


Bisa ku rasa getar jantungmu


Mencintaiku apa lagi aku


Jadikanlah diriku


Pilihan terakhir hatimu


Butterfly terbanglah tinggi


Setinggi anganku untuk meraihmu


Memeluk batinmu yang sama kacau


Karena merindu


Butterfly fly away so high

__ADS_1


As high as hopes I pray


To come and reach for you


Rescuing your soul


The precious messed up thoughts of me and you


Jalan ini jauh


Namun kita tempuh


Bagai bumi ini


Hanya milik berdua


Biar ku berlebihan


Mendekatimu namun ku tunggu


Butterfly terbanglah tinggi


Setinggi anganku untuk meraihmu


Memeluk batinmu yang sama kacau


Karena merindu


Butterfly fly away so high


As high as hopes I pray


To come and reach for you


Rescuing your soul


The precious messed up thoughts of me and you


🎶🎶🎶


Gita pun dapat sambutan dengan tepuk tangan yang meriah, karena memang Gita memainkan gitar dan lagu nya, di bawakan dengan sempurna.


Gilang merasa dirinya benar-benar sudah gila, akan diri Gita. Buktinya Gilang merasa kagum, dan terpesona akan diri Gita yang bernyanyi di panggung dengan suara yang bagus dan merdu.


Bahkan petikan gitar akustiknya, sangat sempurna di mainkan. Padahal itu mendadak tapi Gita membawa kan nya dengan tenang dan sempurna.

__ADS_1


Bersambung....


__ADS_2