Cinta Anggita

Cinta Anggita
Teman main catur.


__ADS_3

Sepertinya Gita benar benar sudah jatuh hati pada sosok pria itu. Pria yang memaksa,saat mengutarakan isi hatinya. Pria yang berhasil mengobati sakit hati yang pernah dirinya alami. Pria yang dia kenal, mempunyai sikap dingin ,garang dan tegas. Tapi sekarang pria itu menunjukan sisi hangat, penyayang, dan perhatiannya kepada Gita.


Gita hanya bisa berharap dan selalu berdoa,jika Gilang lah laki laki baik yang Tuhan kirim kan untuk nya.


***


Kini Gilang sudah kembali membeli susu jahenya, lalu masuk kedalam mobil.


" Nih diminum ya semoga sakit nya berkurang". Gilang memberikan kantong plastik ke Gita, dan di lihat ada sedotannya juga. Jadi Gita bisa minum di dalam mobil selagi hangat.


" Trimakasih ya mas". Gilang pun Mengangguk, lalu membelai kepala Gita dengan lembut, dan tersenyum.


"Di minum ya, tapi hati hati masih panas". Gita pun mengangguk,dan Gita membuka plastiknya, lalu meminum susu jahe nya.


Gilang pun masih fokus mengendarai mobil nya, setelah sampai depan rumah Gilang pun mematikan mesin mobilnya. Lalu turun dari mobilnya, dan membukakan pintu untuk Gita.


Pak Jaka dan Bu Siti pun keluar, saat mendengar suara mobil berhenti di depan rumah.


"Assalamualaikum." Ucap Gita dan Gilang.


"Waalaikumsallam.. Loh kamu udah pulang Git, bukan katanya lembur tadi wa ayah kamu..?"tanya Bu Siti Gita pun mengangguk.


Gilang pun menjelaskan ke kedua orang tua nya Gita, dengan kondisi Gita. Sampai tidak bisa ikut gabung lembur.


" Yasudah kamu istirahat saja Git, trimakasih ya nak Gilang sudah mengantarkan Gita pulang." Ucap Bu Siti, dan Gilang mengangguk dan tersenyum.


" Yasudah kalau begitu saya harus pamit, soalnya masih banyak kerjaan Bu di pabrik.? " Pamit Gilang dengan sopan.


"Ow iya nak, maaf jadi merepotkan kamu mengantarkan Gita pulang."


"Tidak apa-apa pak, sudah kewajiban saya juga. Kalau begitu saya permisi ya pak." Gilang mencium tangan ke dia orang tua nya Gita." Git saya pamit ya, kamu istirahat ya. Jangan tidur malam malam ya".


"Iya mas, kamu hati hati ya". Jawab Gita dan Gilang tersenyum mendengar ucapan Gita.


Lalu Gilang pun masuk kedalam mobil nya, dan mengendarai mobilnya untuk kembali ke pabrik.


Setelah mobil Gilang sudah tak terlihat, Gita dan orang tua nya pun masuk kedalam rumah nya.


Dan Gilang kembali ke pabriknya, untuk menyelesaikan pekerjaannya, untuk pengiriman ke Bali lusa.


Selama Gita sakit pun Gilang selalu menanyakan kabarnya. Tak jarang juga setiap kali pulang kerja Gilang selalu menjenguk Gita sehabis pulang kerja.

__ADS_1


Gita sebenarnya juga merasakan bahagia, karena merasa beda berhubungan dengan Gilang. Selama berpacaran dengan Riko dan Andi Gita kan LDR-AN, jadi jarang ketemu nya. Ya hanya orang tua nya dan Reni yang selalu perhatian dengan nya. Tapi dengan Gilang ia dapatkan itu semua, perhatian, gak ada kata LDR-AN, dan yang penting Gilang itu mempunyai sikap dewasa bisa mengayomi.


Waktu terus berjalan, sampai tak terasa di mana hari hampir mendekati acara lamarannya Reni dan Lukman.


Karena acara lamaran Lukman dan Reni, akan di lakukan lusa. kini Gilang dan seluruh keluarga sedang di rumah Lukman. Gilang yang duduk bersama Lukman, menikmati kopinya yang masih panas mengeluarkan aroma kopi yang khas.


" Mas, Gita besok suruh kesini.?"


" Mau ngapain, pasti dia sibuk membantu Reni di sana.?" Jawab Gilang dengan santai.


" Yakin membiarkan calonnya, berada dekat dengan mantannya. Kalau gue si gak akan rela ya, apa lagi tuh cowok masih menaruh hati sama calon gue." Lukman mengingat kan Gilang, kalau calon kakak iparnya itu adalah mantan Gita.


' Si*l kenapa bisa lupa kalau kakak nya Reni itu mantan Gita. Dan kakaknya Reni itu sepertinya masih berharap sama Gita, waktu di rumah sakit saja sudah terlihat".


Gilang hany bisa kesal sendiri, dan bicara dalam hati .


"Mas yakin Man, Gita itu bisa menjaga hatinya untuk mas". Jawab santai Gilang, padahal hati terbakar membara.


" Iya Gita bisa menjaga hati dan perasaannya, nah tuh cowok bisa ga menahannya jika dekat dengan Gita. Pasti mereka selalu berdekatan kan, secara bertemu langsung. Pasti debar debaran cinta masih menggelora di benak nya mas". Lukman lagi-lagi memanas manasi Gilang .


Dasar kamu Man, udah lama kamu berubah profesi jadi tukang kompor ?.


" Ow iya mas gue masuk dulu ya, horor iih Deket sama orang yang lagi kacau hatinya. Hihihi". Lukman pun kabur, sudah berhasil mengompor ngomporin Gilang.


Saat malam hari Gilang di buat galau dengan ucapan Lukman.


' kenapa gue jadi kepikiran dengan ucapan si bocah tengik itu. Kalau bukan Ade sepupu, udah gue hajar tuh anak. Herannya kenapa gue kemakan ucapannya Lukman ya. Astaga kenapa gue sampai ga rela gini kalau Gita bantuin Gara gara Lukman, dan gara gara liat kejadian di rumah sakit. Saat dia jenguk Gita, perhatian nya beda dari seorang teman atau sahabat. Ternyata tebakan gue dia mantan pacarnya Gita". Gilang merasa gelisah.


Dan Gilang pun dengan perasaan yang gelisah pun akhirnya menghubungi Gita.


Tut.... Tuut.... Tuuuutt... Panggilan pun di angkat.


πŸ“ž Ya mas assalamualaikum.


πŸ“ž Waalaikumsallam, Git kamu lagi apa.?


πŸ“žGit, besok kamu ikut bantuin di rumah aja ya.?


πŸ“ž Loh, kenapa mas? Kan aku sudah bilang mau bantuin Reni, kenapa sekarang berubah pikiran.


πŸ“žYa aku berubah pikiran, pokoknya kamu ga boleh bantuin Reni. Kalau mau nanti kita kirimkan kue saja untuk dia, aku ga mau kamu cape nantinya.

__ADS_1


πŸ“žYa ampun mas, gak cape ko aku sudah..." Belum selesai Gita bicara sudah di potong oleh Gilang.


πŸ“ž Saya tidak mau mendengar ada penolakan dari kamu, paham.


πŸ“ž Iya". Jawaban Gita dengan terpaksa.


πŸ“ž Pintar, sekarang kamu istirahat. besok Jam 10 saya jemput kamu ya.


πŸ“žIya mas. Yasudah aku tutup telpon nya ya mas. Assalamualaikum.


πŸ“ž Waalaikumsallam".


Panggilan pun terputus.


Gilang sehabis mematikan panggilan telpon, Gilang pun tersenyum bahagia.


Setelah itu Gilang pun merebahkan tubuhnya di atas tempat tidurnya.


Keesokan harinya tepat jam 10 pagi, Gilang datang kerumah Gita. Gilang datang dengan membawa 4 macam kue, dengan dua kantong plastik yang berbeda.


Mobil Gilang berada di depan rumah Gita. Pak Jaka yang sedang duduk di bale bambu panjang, sedang menikmati kopinya. Pak Jaka melihat ada mobil berhenti di depan rumah nya, lalu pak Jaka melihat Gilang lah yang keluar dari dalam mobil. Dengan membawa dua kantong plastik, Gilang pun tersenyum menghampiri pak Jaka, calon mertua nya.


" Assalamualaikum".


" Waalaikumsallam".


Gilang pun mencium tangan pak Jaka.


"Dari mana Lang bawa bungkusan sampai dua.?"


" Oh ini saya dari rumah, dan ini kue untuk di sini, dan buat Reni juga. Wah pas banget, bapak lagi ngopi ini saya bawakan kue nya.?" Kata Gilang dengan membuka kantongnya dan mengeluarkan kue nya.


" Lah iya ya, ini kue enak banget. Yang waktu itu Gilang bawain kan ya.. Buka Lang nanti bapak suruh buatkan kopi untuk Gilang." Kata pak Jaka dengan senang karena Gilang orang nya humble. dan stiap kali Gilang datang pak Jaka selalu mengajak main catur atau gaple,dan Gilang selalu bersedia menemani. Dan pak Jaka sekarang jadi mempunyai teman main catur setiap Gilang datang.


bersambung....


**Hai hai hai bagaimana nih kabar kalian. Trimakasih loh yang sudah setia menunggu dan membaca cerita ku yang receh ini.


Aku juga selalu ingatkan kalian, jangan lupa ya like dan komentarnya yang positif. Apalagi kalau kalian memberikan hadiah, aku lebih semangat buat update cerita nya lebih banyak.


...Ok kalau begitu Salam sehat semua, jangan lupa jaga kesehatan ya. karena kesehatan itu sangat mahal. kalau bukan kita yang menjaga siapa lagi. Trimakasih semuaπŸ™πŸ™πŸ™πŸ˜„πŸ˜„**...

__ADS_1


__ADS_2