
Di lain tempat Gita yang sedang tertidur sehabis shalat subuh, tidak melihat keberadaan suaminya. Ya Gita tertidur lagi sehabis shalat subuh karena merasa tak enak badan. Namun Gita tak melihat keberadaan suaminya di kamar mereka, saat bangun tidur.
Gita pun keluar kamar menuruni anak tangganya, untuk mencari suaminya. Gita merasa kepalanya sangat pusing, namun ia menahannya. Melihat Gita clingak ckinguk, Lalu Bu Ida pun menghampiri Gita.
" Mba Gita, cari siapa.?"
"Mas Gilang kemana ya bu.? Ko aku bangun, gak ada mas Gilang ya.?"
"Ooh... Mas Gilang tadi udah berangkat pagi-pagi. Katanya ada ada urusan penting, kalau mba mba Gita ingin makan juga sudah ibu siapkan. Mau makan sekarang mbak.?"
"Ya sudah aku sarapan saja dah. Semalam aku lupa makan". Gita pun duduk dan menikmati sarapannya.
"Kenapa mas Gilang gak bilang ya.? Biasanya bangunin aku kalau aku ketiduran, nih gak. Apa mas Gilang masih marah, tentang kejadian semalam". Mengingat itulah Gita pun meletakkan kembali makanannya, lalu Gita kembali ke dalam kamarnya.
*****
Setelah selesai shalat subuh Lukman hanya berada di atas kasur, merasakan pinggang yang masih terasa sakit. Bagaimana tidak Reni memukul dan menendang Lukman, sampai Lukman terjatuh dari atas tempat tidurnya.
Reni menghampiri Lukman." Mas aku minta maaf ya, gara gara aku pinggang kamu sakit". Reni menunjukkan wajah rasa bersalah di hadapan suaminya.
Lukman pun tersenyum kearah Reni.
"Iya sayang, aku maafin kamu." Sambil membelai lembut rambut Reni, Lukman pun tersenyum." Lagian aku hanya terkejut aja, sekuat itukah tenaga dalam istriku saat tiba tiba ada pria di samping kamu.?" Lukman meledek istrinya, sampai istrinya menunjukkan wajah cemberut.
"Maaaas...." Kata Reni dengan manjanya. Lukman pun jadi terkekeh dengan sikap manjanya Reni.
"Iya iya kamu kalau seperti ini aku makin suka sama kamu, dengan manja kamu ini." Reni pun tersenyum." Reni besok kita pindah kerumah ku ya, aku tak tega kelamaan ninggalin mamah sendirian di rumah. Kamu mau kan kalau kamu ku ajak kerumah ku besok.?"
Reni pun tersenyum lalu mengangguk kan kepalanya." Iya sayang, besok kita pindah ya. Kasian mamah kamu sendiri di sana. Ow iya sayang, apa boleh kalau aku kepingin main kerumah ku ini". Reni menunjukkan wajah memohon nya.
Lukman pun mengangguk kan kepalanya dan tersenyum." Ya sayang boleh ko kalau kamu ingin main ke sini, asal kamu bilang ya. Aku tidak melarang kamu sayang". Sambil membelai rambut istrinya.
__ADS_1
Reni pun tersenyum." Trimakasih ya mas". Reni pun meletakkan kepalanya di dada bidang Lukman, Lukman pun memeluk tubuh istrinya.
****
Keesokan harinya Reni dan Lukman pun berpamitan dengan keluarga Reni.
" Yah, Bu. Reni pergi sekarang ya, Reni sekarang ikut mas Lukman suami Reni. Ibu ayah jaga kesehatan, Reni pasti kangen ayah ibu, kalian harus kangen ya sama Reni". Pak Romi dan Bu Reka, hanya tersenyum mendengar anak bungsunya bicara.
"Iya nak, inget ya kamu juga. Sekarang kamu sudah menjadi seorang istri jadi kamu sudah tidak sebebas seperti kemarin. Sekarang kamu kalau mau kemana-mana atau mau kesini sekali pun kamu juga harus minta izin sama suami kamu". Nasihat dari Bu Reka
"Iya Bu, Reni faham. Reni juga tau, akan hal itu."
"Pinter anak ayah." Pak Romi membelai rambut putri kesayangannya itu.
"Memang selama ini Reni tidak pintar yah." Riko meledek Reni, dan Reni melotot ke arahnya. " Lagian kamu pindah ketempat suami mu aja, kaya orang mau pindah ke Medan perang". Riko terkekeh, Reni pun memajukan bibirnya .
Lukman dan kedua orang tua Reni pun terkekeh mendengar Riko bicara.
" Bawel lo ka. Awas Lo ya telponin gue kapan main kesini lagi, gue gedik Lo ka". Jawab ketus Reni.
Lalu Reni mendekati kong Rojak, kakeknya Reni yang duduk di kursi.
"Kong Reni pamit ya, engkong jaga kesehatan ya.? Kong pasti Reni kangen banget deh sama engkong, kong Reni sayang sama engkong". Kata Reni yang duduk berlutut di hadapan kakeknya. Sambil mencium tangan kakeknya Reni pun menitikan air matanya.
"Iye iye, insyaallah engkong akan jaga kesehatan buat cucu engkong ini. Reni di sana harus nurut sama laki,apa yang suami Reni omongin harus di turutin. Karena ridho Allah sekarang ada di suami Reni. Jadi Reni harus nurut ya, agar jadi istri yang Sholehah, dan di Ridhoi oleh Allah." Reni pun mengangguk
"Iya kong, Reni akan dengar nasehat engkong." Reni pun di cium oleh kakeknya, karena Reni lah cucunya yang sangat dekat dengan beliau.
Setelah Reni pamitan, bergilir ke Lukman.
"Man titip Reni ya, sayangi dia. Memang Reni tomboi,tapi kalau kita sudah dekat sama dia. Dia akan menjadi sosok yang manja, nanti kamu akan tau sendiri sikap asli Reni seperti apa." Reni tersenyum mendengar ayah mertuanya berbicara.
__ADS_1
" Nak, ayah dan ibu titip Reni ya, jangan sakiti dia. Kalau memang kamu sudah tak membutuhkan nya jangan sakiti dia, kembalikan dia kepada kami nak."
"Insya Allah Reni akan saya jaga dengan baik. Dan insya saya berusaha tidak menyakiti putri kesayangannya ayah itu. Dan satu lagi, justru saya ingin tau seperti apa manjanya Reni putri kalian ini". Kata Lukman di akhir kalimat nya membelai rambut Reni.
Lukman pun bersalaman dengan Riko. "Kakak ipar saya bawa adik kamu ini ya, jangan kangen loh. Karena Reni sekarang sudah mempunyai saya suaminya yang tidak jail seperti kamu." Ledek Lukman membuat semuanya terkekeh.
Lalu Riko berpamitan ke kakeknya Reni, sambil mencium tangan beliau.
" Kong, saya bawa cucu kesayangan engkong ya. Saya juga gak akan melarang jika Reni ingin main kesini ko. Engkong jaga kesehatan ya, kalau sampai engkong sakit Reni pasti sedih. Bukan hanya Reni, saya pun juga ikut sedih. Saya tidak pernah merasakan punya kakek, jadi saya senang karena sekarang saya jadi punya kakek dan masuk di keluarga ini."engkong Rojak pun tertawa lalu menepuk nepuk pundak Lukman.
Kini Reni dan Lukman menaiki mobil, dan Lukman mengendarai mobilnya. Setelah keluar dari halaman rumah Reni dan sampai tak terlihat barulah keluarga Reni masuk kedalam rumah nya.
Selama di dalam mobil tangan Lukman,tak ingin melepaskan tangan Reni yang kini sudah menjadi istri nya.
Tiga puluh menit perjalanan dari rumah Reni kerumah Lukman. Kini mereka sudah sampai di rumah Lukman. Dan di sana sudah ada mamah Henny, bunda Yuni, pak Hendra. Dan keluarga kecil Gilang di sana pun juga menyambut kedatangan pengantin baru .
"Assalamualaikum Semua". Ucap salam Lukman dan Reni.
"Waalaikumsallam, eeh pengantin baru datang." Kata Bunda Yuni. Lukman dan Reni pun tersenyum.
Reni dan Lukman mencium tangan para orang tua, lalu mamah Henny memeluk Reni yang kini sudah menjadi menantunya.
" Selamat datang menantu mamah, selamat datang rumah kami." Ucap mamah Henny menyambut kedatangan menantu nya.
" Yang anak mamah ini Reni apa Lukman si, masa Reni aja yang di peluk aku gak". Ucap Lukman berlaga marah.
Mamah Henny pun tersenyum melihat anaknya itu." Ga pantes kamu Man kaya begitu, so manis tau gak". Ledek mamah Henny. Dan semuanya pun tertawa.
Setelah saling berbincang mereka pun menikmati makanan yang di masak oleh mamah Henny. Setelah makan siang mereka pun saling mengobrol, sampai menjelang sorenya seluruh keluarga Gilang pun pamitan untuk pulang. Dan hanya mamah Henny,Reni dan Lukman.
Bersambung...
__ADS_1