Cinta Anggita

Cinta Anggita
Niat serius Gilang


__ADS_3

Reni langsung menutup mulutnya, dengan tangannya. Lukman terkekeh melihat Reni yang seperti itu." Yank, kalau seperti ini. Aku ingin mempercepat pernikahan kita, Kamu itu semakin menggemaskan untuk aku". Kata Lukman, yang menggandeng tangan Reni." Yuk kita kumpul sama yang lain.!"


Reni pun mengangguk, dan akhir mereka menyusul Gita dan Gilang. Berkumpul dengan keluarga, dan teman-temannya.


Kini mereka sudah berkumpul untuk menikmati makan , entah kenapa Bu Yuni memperhatikan Gilang yang selalu tersenyum melihat Gita. Bu Yuni paham akan sikap anak nya itu.


Setelah menikmati makan, mereka pun kini ke penginapan. Dan merekapun sudah berkemas karena esok siang mereka akan kembali ke Jakarta.


Keesokan harinya, pada siang hari seluruh karyawan pun sudah standby untuk balik ke Jakarta. Dan seperti biasa Reni dan Gita sudah di pesan untuk naik ke mobil pribadi Gilang. Karena Gilang tidak mau berakting ,memaksa dan menarik tangan Gita kembali. Buat apa di paksa, kan Gita kini sudah sah menjadi kekasih nya.


Seminggu sudah berlalu, seluruh karyawan pun sudah beraktivitas seperti biasa. Begitupun hubungan Gita dan Gilang, mereka pun juga menjalin hubungan. Namun Gilang dan Gita tidak terlalu menunjukkan kalau sedang menjalin hubungan dengan bos nya itu. Karena pasti akan heboh seluruh karyawan, di pabrik itu. Yang tau juga hanya sebagian saja. Hanya tim produksi saja yang cukup tau mengetahui hubungan Gita dan pak bos. Itu pun kepergok oleh Joko, karena pak bos sering menggenggam tangan Gita.


Dari situlah semua tersebar Gosip itu dari mulut ember nya Joko. Ingin rasanya Gita menambal mulut Joko dengan semen, agar tidak bocor. Dan saat itulah teman teman produksi suka memanggil Gita dengan panggilan Bu bos.


Niat Gilang malam ini dirinya ingin menjemput Gita kerumahnya, sekaligus ingin bicara ke orang tua Gita. Kalau dirinya mempunyai hubungan dengan Gita, dan berniat ingin melamarnya.


Bruum ..... Terdengar suara deru mobil di depan rumah Gita. Dan keluarga Gita pun keluar,untuk melihat siapa yang datang. Gilang pun tersenyum, dan bersalaman dengan kedua orangtuanya Gita. Pak jaka, dan Bu Siti pun saling menatap karena Gilang datang tidak dengan Jessy. Dan penampilan nya pun sangat berbeda, rapih dan gagah.


Gilang pun memberikan bingkisan ke Bu Siti." Ini untuk bapak ibu, tadi gak sengaja lewat depan toko kue. Dan melihat kue ini, karena tadi sekalian beliin untuk Jessy juga, semoga bapak ibu suka dengan kue nya". Dan Bu Siti pun mengambil bingkisan dari tangan Gilang.


"Ya ampun nak Gilang tidak usah repot-repot, pakai membelikan kue segala". Kata Bu Siti.


" Tidak apa-apa Bu hanya kue saja". Jawab Gilang.

__ADS_1


"Ya sudah ibu buatkan minuman dulu ya, biar kita bisa cobain kue yang nak Gilang bawa". Kata Bu Siti, pak Jaka hanya mengangguk kan kepalanya,tanda setuju.


"Tidak usah repot-repot Bu".


"Apa yang di repotin si Lang, biar kita ngobrol dulu. Sambil ngopi kita di luar,enak bapak jadi ada temennya." Celetuk pak Jaka, membuat Gilang tersenyum, tanda setuju.


Dan Gita pun keluar dari dalam rumahnya, terlihat Gita sudah rapih. Dengan rambutnya tergerai indah, dan senyuman menghiasi bibirnya.


Gilang yang melihatnya pun turut tersenyum, karena Gita saat bekerja dan di rumah penampilan nya sungguh berbeda. Saat kerja rambutnya selalu di kuncir, namun dengan penampilan rambutnya yang hitam dan panjang, serta di biarkan tergerai membuat Gita terlihat semakin cantik dan menarik.


Pak Jaka yang melihat gerak-gerik Gilang, yang sedang memperhatikan Gita, paham akan maksud dari kedatangan Gilang. Pak Jaka seorang pria, dia paham akan tatapan seorang pria.


"Sepertinya nih Gilang punya rasa sama anak gue, dari gerak geriknya gue perhatiin kalau gue gak salah tebak". Tebak pak Jaka dalam hatinya.


Tak, tak, tak. Bu Siti meletakkan dua gelas kopi, dan satu piring potongan kue yang Gilang belikan tadi.


"Yuk di makan kue nya nak Gilang , tadi ibu cobain kue nya enak banget.


"Aah iya ibu, nanti saya makan kue nya". Kata Gilang dengan tersenyum.


"Nak Gilang sebenarnya niat kamu ketempat kami ada apa.? Saya paham karena saya juga seorang pria,dan saya juga seorang ayah. Kamu datang kesini apa ada yang ingin kamu sampaikan pada kami". Ucap pak Jaka dengan nada serius, langsung memberikan pertanyaan ke Gilang. Membuat Bu Siti melihat ke arah suaminya dengan ekspresi serius.


Begitupun juga Gilang yang merubah ekspresi wajahnya,dari mula ceria menjadi sedikit Serius. Gilang yang melihat wajah ayahnya dan wajah Gilang, dengan wajah yang sama-sama serius. Dirinya merasa tegang, sedikit takut. Dan jantung nya pun ikut berdetak sangat cepat. Dag, Dig dug,ser...

__ADS_1


Gita merasakan tenggorokan nya sangat kering, bahkan untuk menelan ludahnya sendiri pun sangat sulit." Mas Gilang mau bilang apa ya, ko gue dag Dig dug ser gini sih." Ucap Gita dalam hati, yang merasa sedikit panik.


Sedangkan Gilang pun menarik nafasnya, lalu membuangnya. Agar dirinya merasa lega,dan tidak grogi.


Huuuufffhh...." Pak Jaka, Bu Siti. Sebenarnya apa yang di katakan bapak itu benar. Sebenarnya niat saya datang ke sini, pertama saya ingin meminta izin sama bapak, ibu, saya ingin ngajak Gita keluar sebentar. Dan yang ke dua saya ingin menyampaikan ke bapak dan ibu, kalau sebenarnya saya dan Gita". Gilang menggantung ucapannya, dengan membuang nafasnya. Lalu Gilang melihat Gita,dan tersenyum karena Gita pun juga memberikan senyuman nya ke Gilang.


" Sebenarnya saya dan Gita, kami memang mempunyai hubungan. Dan niat saya kesini juga saya ingin bilang ke bapak dan ibu, kalau saya ingin mempunyai hubungan yang lebih serius lagi ke Gita." Ucap Gilang yang meminta izin dengan niat seriusnya itu.


"Apa kamu serius Gilang dengan ucapan kamu, dan kamu sadar kan dengan ucapan kamu ini. Kamu bicara seperti ini, bukan cuma ingin memberikan harapan untuk anak saya. Seperti yang sudah pernah terjadi, yang hanya memberikan harapan ke anak saya. Dan ujung-ujungnya dia yang mengingkari janjinya itu ." Ucap pak Jaka dengan wajah serius nya.


"Insyaallah saya serius pak, Bu. Dan saya juga tidak memberikan harapan palsu, untuk suatu hubungan. Saya ingin menjadikan Gita sebagai istri saya, sekaligus ibu untuk anak saya. Dan saya juga tidak pernah ingin mempermainkan suatu hubungan, apa lagi saya yang seorang pria beranak satu. Tidak ada niatan saya untuk main main dengan namanya hubungan." Jawab Gilang dengan tegas,ada wajah keseriusan yang pak Jaka lihat dari wajah Gilang.


Bu Siti pun melihat wajah serius nya Gilang, lalu ke wajah putri kesayangannya itu. Ada sebuah harapan dan doa yang Bu Siti ingin kan untuk anak nya itu.


Lalu pak Jaka pun diam sejenak, dengan menatap wajah Gilang dan juga Gita. Gita yang dapat tatapan dari ayahnya, yang sulit Gita mengerti. Gita hanya menundukkan kepalanya, sambil berharap semoga ini yang terbaik untuknya.


Dug dug.... Dug, dug..... Dug, dug... Dug, dug.... Itu lah yang Gilang dan Gita rasakan. Dan tentunya Gilang lebih merasa kan tidak nyaman, apa lagi pak Jaka menatap Gilang Dengan tatapan penuh selidik.


Bersambung.....


Hai hai hai...Pasti Kalian penasaran kan, ayah nya Gita menerima lamaran Gilang atau tidak. Author juga berharap agar pak Jaka terima lamaran nya Abang tamvan Gilang.


Untuk kelanjutannya besok, mohon harap tunggu ya. Dan author juga ingin mempercepat pernikahan nya Lukman dan Reni.

__ADS_1


...Semoga kalian akan selalu menanti cerita ku ini ya. Dan jangan lupa untuk kalian tekan tombol like,dan komentar nya. Kalau kalian ingin berikan hadiahnya juga boleh agar author nya bisa semangat untuk buat ceritanya. Terimakasih atas kebaikan kalian yang sudah mau mampir ke cerita ku ini. Semoga kalian semua sehat sehat semua ya, tanpa kalian yang membaca cerita ku. Aku galau dan hampa Trimakasih semua🙏🙏🙏🙏🙏🙏...


__ADS_2