Cinta Anggita

Cinta Anggita
Bertemu mantan kekasih


__ADS_3

Dan Gita mengikuti arah tangan suaminya. Terdapat senyuman pada bibir Gita, Gita melihat terang cahaya lampu di jalan, dan cahaya lampu yang lalu lalang menerangi jalan.


" Iiiihh bagus mas, ternyata di lihat dari atas sini lampu lampu jalan terlihat cantik ya." Kata Gita dengan melihat Gilang dan Gilang mengangguk.


Lalu mesin kincir angin pun berputar kembali." Tuh kan nyala lagi, gak takut kan sama ketinggian.?"


" Sedikit". Jawab singkat Gita, membuat Gilang tersenyum.


Kini mereka semua sudah turun dari permainan kincir angin. Dan berlanjut mereka melihat lihat permainan lainnya, lempar bola, sampai Gilang berhasil mendapatkan boneka untuk Jessy. Dan melempar gelang, akhirnya Gilang mendapatkan gelas cangkir bertuliskan mama dan papah.


" Waaah pas banget dapetnya cangkir ada nama mamah dan papah nya lagi." Kata Gita dengan tertawa, Gilang pun tersenyum sambil mengusap-usap kepala Gita.


Lah iya lah Git pas , kan author yang bikin ceritanya . Hihihi......


Jessy berdiri di tempat mainan.


"Pah aku mau itu". Pinta Jessy menunjuk ke sebuah boneka Barbie, dengan memegang mic di tangan nya.


" Yang mana sayang". Gilang pun berhenti di tempat yang menjual mainan. Dan Gilang menuntun Jessy, dan Jessy memberi tau yang mana yang dia inginkan.


Gita pun menyusul suami dan anaknya yang sedang memilih mainan tersebut.


" Git Jessy ingin ini".Gilang memberitahu Gita.


"Ya ini berapa bang.?"


" Itu 100 ribu Ka".


" Gak kurang bang.?


" Dikit bisa ka, kata penjual mainan dengan senyuman ke arah Gita. Dan Gilang memperhatikan itu, namun Abang penjual nya tak memperhatikan .


"Kalau dua berapa bang.? Saya beli 2 boneka." Kata Gilang, yang merangkul pinggang Gita. Sengaja Gilang seperti itu karena. Abang penjual nya seperti menggoda istrinya.


" Berapa bang kami beli 2, masa segitu saya tau harga boneka itu bang". Kata Gita yang menawar harga boneka itu.


"Yasudah 185 ribu dua boneka."


"Mahal banget bang, kurangin lah". Tawar Gita, dan Jiwa Ema ema dalam menawar harga pun keluar.

__ADS_1


Abang penjual nya bukan menjawab malah tersenyum memperhatikan penampilan Gita. Gilang merasa gerah melihatnya.


Gilang pun langsung mengeluarkan uang dari dompet nya berwarna merah dua lembar. Langsung di berikan ke arah Abang penjual mainan.


"Saya beli dua boneka ini, cepat bungkus. Dan satu lagi, jaga pandangan anda. Jangan memperhatikan istri orang dengan pandangan me*um kamu itu, paham kamu." Kata Gilang dengan tatapan membunuh.


Membuat sang penjual ketakutan, dan segera mengambil kantong plastik lalu memasukkan dua boneka nya.


Gita memperhatikan wajah Gilang yang sudah merah menahan rasa marahnya.


" Mas..." Panggil Gita,dan Gilang hanya menoleh tanpa ekspresi, membuat Gita tak berani berbicara.


Lalu Abang penjual nya memberikan bungkusan nya ke Gita, namun Gilang yang mengambil nya.


"Lain kali hati hati pandangan kamu dalam melihat seorang wanita, jaga pandangan kamu." Orang itu pun mengangguk.


Lalu Gilang menggenggam tangan Gita, sedangkan Jessy di gendong oleh pak Jaka. Pak Jaka yang melihat menantu nya sangat melindungi istrinya hanya tersenyum, sekaligus bangga. Karena putrinya berada di orang yang benar-benar sayang.


Sepanjang jalan tangan Gilang tak sedikitpun melepaskan tangannya Gita.


Saat mereka sedang berjalan, Gita melihat ada penjual cilok dan Gita pun tersenyum.


"Cilok, kamu mau makan cilok". Gita pun mengangguk, lalu Gilang pun menuruti permintaan Gita. Gilang dan Gita pun menghampiri Abang penjual cilok, dan membeli cilok nya.


Sedangkan Jessy sudah jalan terlebih dahulu dengan kakek neneknya.


Tiba-tiba handphone Gilang berbunyi, tanda panggilan telpon masuk. Gilang melihat nama panggilan di layar handphone nya.


" Gita aku angkat telpon dulu ya sebentar, kamu di sini jangan kemana-mana." Pinta Gilang, dan Gita pun mengangguk.


Sedangkan Gita mengantri membeli cilok. Saat sudah sepi para pembeli, Gita memesan.


"Pak cilok nya dong 10 ribu, Pedas ya".


Abang penjual nya pun mengangguk, lalu menusuk kan cilok nya dan di masukan ke dalam plastik bening. Lalu cilok nya di beri bumbu kacang, saos pedas dan kecap, lali di masuk kan ke dalam plastik putih.


Gita membayar cilok nya lalu berbalik badan. Tiba tiba Gita menubruk tubuh seorang pria, karena Gita asyik memakan cilok nya.


"Maaf maaf saya gak sengaja, maaf ya mas". Kata Gita dengan wajah menunduk terus meminta maaf, kepada orang yang sudah dia tubruk.

__ADS_1


Orang itu tersenyum kearah Gita." Ya tidak apa-apa Anggita, saya maafin kamu".


Gita pun melihat orang yang mengenal nama nya, dan terkejut ternyata orang itu adalah Riko.


" Ka Riko, jadi kakak yang aku tabrak. Maaf ya ka, aku gak liat".


"Gak apa-apa Git, lain kali ubah kebiasaan kamu. Jangan makan sambil jalan, jadi seperti ini, kebiasaan yang gak bisa di ubah dari dulu". Ledek Riko membuat Gita cengengesan.


"Apa si ka, udah jangan di ingat, itu masa lalu ka."


Iya masa lalu yang indah dan sulit aku lupain Git". Ucap Riko hanya dalam hati.


"Kakak mau beli cilok juga.?"


"Iya Git, kamu tau kan cilok itu kesukaan aku". Gita pun mengangguk membenarkan yang Riko ucapkan.


Ya Gita sangat tau kalau Riko,mantan pacarnya itu suka sekali sama yang namanya cilok. Bahkan karena Riko sering makan cilok, jadi mereka berdua makan cilok satu bungkus berdua, biar makin romantis. Dan Gita sampai sekarang pun jadi menyukai makanan yang terbuat dari Aci tersebut.


Dan tanpa mereka sadari, ada sepasang mata yang memperhatikan Gita dan Riko mengobrol dengan begitu akrab. Canda tawa Gita membuat orang yang memperhatikan mereka terbakar.


Ya orang itu Gilang suaminya Gita, melihat Gita mengobrol dengan mantan kekasih nya. Hingga Gilang merasakan terbakar api cemburu, Gilang cemburu melihat Gita mengobrol dengan Riko.


" Git kamu di sini sama siapa.?"


" Gita Sama saya suaminya". Kata Gilang, saat Gita ingin menjawab, Gilang sudah menjawab terlebih dahulu.


Gita tentunya sangat terkejut, Apalagi saat melihat wajah suami menunjukkan wajah tak suka kepada Riko.


" Ow ternyata dengan pak Gilang. Ow iya selamat ya atas pernikahan kalian berdua, kemarin saya tidak datang ke acara kalian. Saya lembur Sampai malam jadi tidak bisa datang". Kata Riko menahan rasa yang bergejolak di dadanya.


"Tidak apa-apa, dan yang penting kamu sudah tau kalau Gita ini sudah menikah, dan memiliki suami. Saya harap anda bisa jaga diri anda, sekali lagi terimakasih." Riko hanya , sedangkan Gita hanya melihat kedua nya dengan tatapan dinginnya.


"Kalau begitu aku duluan ya ka, soalnya Jessy anak aku sudah sama kakeknya di depan". Kata Gita yang sengaja memperjelas nama anaknya dengan kakeknya, agar Riko paham.


Karena Gita tau Riko masih mempunyai rasa kepada nya. Bagaimana pun Riko hanya masa lalu, dan sekarang hanya ada Gilang suaminya untuk masa depannya.


Riko pun mengangguk kan kepalanya, lalu Gita pergi meninggalkan Riko sendiri. Dan Riko hanya menatap kepergian Gita dengan suaminya itu, ada rasa sesak yang Riko rasakan saat ini. Karena nama Anggita masih tertulis di hatinya dan sebenarnya Riko masih mengharapkan. Namun kini Gita sudah menjadi milik orang lain, perlahan Riko ingin menghapus nama Gita dari hati nya walaupun masih terasa berat.


bersambung....

__ADS_1


__ADS_2