
"Sepertinya Lo tau benget tentang Reni Ndi, Lo teman kecil nya Reni ya?".
"Elo jangan salah paham mas, gue sama Reni teman dari SMP, sedangkan sama Gita ,kita berteman sejak SMA. Dan gue juga nggak pernah ada rasa sama Reni, mungkin rasa kagum ada, karena Reni anak yang pintar, dan pemberani suka membantu orang yang tersakiti akibat bully . Karena berteman cukup lama Jadi kita kenal sifat sifat mereka semuanya mas, termasuk mereka kenal dengan sifat gue yang begini". Kata Andi yang menjelaskan.
" Biasanya kalau cewek dan cowok berteman itu pasti ada rasa suka, kaya Lo sama Gita. Masa Lo nggak suka sama Reni". Lukman bertanya menyelidiki tentang Reni dan Andi.
Andi menatap Lukman, dari sorotan mata Lukman yang penuh tanda tanya menurut Andi, Lukman seperti ingin tau tentang persahabatan dirinya dengan Gita dan Reni. Andi hanya terkekeh, dan menggeleng kan kepalanya.
"Mas, elo nggak percaya. Nih dengerin ye, bagaimana gue mau punya rasa sama Reni coba, Reni punya pacar, pacar nya itu temen satu bangku gue mas. Gila kali gue, mau nikung hubungan temen gue sendiri, dan gue bukan orang yang seperti itu". Andi menjelaskan ke Lukman yang menaruh curiga ke Andi." Lagian mereka pacaran cukup lama, sampai gue kenal Gita. Mereka putus pas Lulus sekolah, karena temen gue harus kuliah dan ikut orang tuanya. Nah dari situ Reni susah move on mas, dia semakin jadi tomboi dan susah buat Deket sama cowok selain gue. Dan gue begini hanya di depan mereka aja, aslinya juga gue sama kaya elo mas cuek. Kalau gue sama dua cewek kaya mereka tetap Cuek, bisa abis mas gue sama Reni". Andi dan Lukman pun terkekeh.
Dan Lukman pun merasa lega karena Andi tidak pernah
punya rasa sama Reni, berarti memang mereka berteman memang benar-benar berteman tanpa perasaan suka. Terserah kalau hubungan nya Andi dengan Gita, asal tidak dengan Reni. Itu lah yang ada di pikiran Lukman.
Dan kini Reni, Lukman,Gita dan Andi sedang berada di pantai. Mereka menyalakan api unggun di pasir pantai, dengan pemandangan deburan ombak yang menghantam berbatuan. Seta langit yang gelap beserta di temani cahaya bintang dan bulan yang menjadikan suasana menjadi lebih indah dan romantis.
Gita pun membawa Gitar nya, api unggun pun sudah menyala, mereka pun duduk di pasir beralasan sendal sendal mereka masing masing-masing.
Dengan Reni duduk di samping Gita, Lukman di samping Reni, dan Andi di samping Gita." Gita gue pinjem sini gitar nya," kata Reni, yang lalu mengambil gitar nya dari tangan Gita.
Reni pun bermain gitar dengan petikkan gitar yang membuat suasana hati Reni terbawa dalam lagu nya.
Dengan hembusan angin laut yang membuat keadaan dan suasana yang mendukung. membuat Reni bernyanyi dengan hati.
Ho ho
Ho ho
Kau satu terkasih
Kulihat di sinar matamu
Tersimpan kekayaan batinmu
Ho
Di dalam senyummu
Kudengar bahasa kalbumu
Mengalun bening menggetarkan
Kini dirimu yang selalu
Bertahta di benakku
Dan aku kan mengiringi
Bersama
Di setiap langkahmu
Percayalah
Hanya diriku paling mengerti
Kegelisahan jiwamu kasih
Dan arti kata kecewamu
Kasih yakinlah
Hanya aku yang paling memahami
Besar arti kejujuran diri
Indah sanubarimu kasih
Percayalah
Ho ho hm
Di dalam senyummu
Kudengar bahasa kalbumu
__ADS_1
Mengalun bening menggetarkan
Kini dirimu yang selalu
Bertahta di benakku
Dan aku kan mengiringi
Bersama
Di setiap langkahmu
Di setiap langkahmu ho
Percayalah
Hanya diriku paling mengerti
Kegelisahan jiwamu kasih
Dan arti kata kecewamu
Kasih yakinlah
Hanya aku yang paling memahami
Besar arti kejujuran diri
Indah sanubarimu kasih
Percayalah
****
Lukman pun yang melihat dan mendengar Reni bernyanyi,penuh dengan penghayatan. Hanya bisa tersenyum dengan rasa kagum.
Setelah bernyanyi Reni dapat tepuk tangan dari Lukman ,Gita ,dan Andi.
" Idih keren Lo lama lama main gitarnya." Kata Andi yang mengambil gitar dari tangan Reni.
"Ihihi... Iya gue latihan dirumah, minjem gitar kakak gue". Jawab Reni, dan seketika Gita diem karena Riko pernah menyanyikan lagu untuk nya, saat mereka sedang berada di cafe teman Riko.
"Oke, gue juga mau nyanyi juga khususnya buat Gita, gadis yang membuat gue jatuh cinta". Kata Andi yang membuat Gita tersenyum dan tersipu malu.
"Cie... Cie ,,, ekhem ekhem..." Ledek Reni yang bersandar di pundak Lukman. Dan Lukman pun tersenyum melihat Gita yang malu.
Memenangkan hatiku
Bukanlah satu hal yang mudah
Kau berhasil membuat
Ku tak bisa hidup tanpamu
Menjaga cinta itu
Bukanlah satu hal yang mudah
Namun sedetik pun tak pernah kau
Berpaling dariku
Beruntungnya aku
Dimiliki kamu
Kamu adalah bukti
Dari cantiknya paras dan hati
Kau jadi harmoni saat ku bernyanyi
Tentang terang dan gelapnya hidup ini
Kaulah bentuk terindah
__ADS_1
Dari baiknya Tuhan padaku
Waktu tak mengusaikan cantikmu
Kau wanita terhebat bagiku
Tolong kamu camkan itu
Meruntuhkan egoku
Bukanlah satu hal yang mudah
Dengan kasih lembut kau pecahkan
Kerasnya hatiku
Beruntungnya aku
Dimiliki kamu (ku ingin engkau tahu)
Kamu adalah bukti
Dari cantiknya paras dan hati
Kau jadi harmoni saat ku bernyanyi
Tentang terang dan gelapnya hidup ini
Kaulah bentuk terindah (kaulah bentuk terindah)
Dari baiknya Tuhan padaku
Waktu tak mengusaikan cantikmu (mengusaikan cantikmu)
Kau wanita terhebat bagiku
Tolong kamu camkan itu
Semua yang jadi bukti tersimpan di dalam palung hati
Semua yang jadi bukti tersimpan di dalam palung hati
Kamu adalah bukti
Dari cantiknya paras dan hati
Kau jadi harmoni saat ku bernyanyi
Tentang terang dan gelapnya hidup ini
Kaulah bentuk terindah (kaulah bentuk terindah)
Dari baiknya Tuhan padaku
Waktu tak mengusaikan cantikmu (mengusaikan cantikmu)
Kau wanita terhebat bagiku
Tolong kamu camkan itu
Tolong kamu camkan itu
****
Andi bernyanyi penuh penghayatan,apalagi di setiap bait lagu,semua itu tentang isi hatinya, yang di ungkapkan lewat lagu untuk Gita.Andi pun langsung menatap ke arah Gita, yang sedang tersenyum ke arah nya.
Gita terharu mendengar Andi bernyanyi, dan kata kata dalam bait-bait nya,yang membuat Gita menitikkan air matanya. Apa lagi Andi bermain gitar nya sangat bagus, Andi membawa kan lagu itu pas dengan suasana saat itu.
Andi menghapus air mata Gita,lalu menggelengkan kepalanya dan tersenyum kepada Gita.
Reni pun tersenyum melihat Gita dan Andi." Cie ... Cie ada yang terharu... Ekhem... Gue sama mas Lukman kaya obat nyamuk di sini." Ledek Gita agar suasana yang mellow berubah cerah.
"Apaan si Reni, gue kesel Andi nyanyi lagu itu, kan gue jadi sedih. Lo tau kan gue suka banget sama penyanyi nya, Kalau nyanyi lagu tuh bikin hati jleeeb... Di hati. Selalu nusuk. Kena banget di hati..." Kata Gita yang mencoba tidak baper lagi karena suasana yang ada.
"Ya sudah kita masuk kedalam angin malam nggak baik buat kesehatan. Sayang kita masuk kedalam biarin tinggalin Gita dan Andi di sini". Kata Lukman dan di angguki oleh Reni. Mereka pun bangun dari duduknya dan membersihkan sisa-sisa pasir yang menempel di pakaian.
__ADS_1
"Ren titip ini ada yang gue mau omongin sama Gita". Kata Andi yang memberikan gitar nya ke Reni.
Reni pun mengambil gitar dari Andi." Ya udah gue masuk duluan ya,inget jangan macem macem". Kata Reni dengan senyuman meledek. Lalu mereka berdua berjalan meninggalkan Gita dan Andi.