Cinta Anggita

Cinta Anggita
kakak sepupu Gita


__ADS_3

"Memang tidak kebanyakan Git, ini kan hanya kunjungan biasa git? Kita juga sudah memberikan coklat yang akan dia buat serta lollipop yang kamu buat, dan coklat bar. Memang belum cukup,dan nggak ribet Git acara juga tinggal besok. Kenapa nggak kemarin kamu jelasin, pake kamu pergi segala. kenapa baru sekarang kan kalau kemarin kami jelasin barang nya juga bisa di siapkan.?" Kata Mutia yang mencoba cari perhatian bos nya yaitu Gilang.


"Ya saya mah kan hanya memberi tau aja, itu kan sekedar masukan aja. Kalau masalah kemaren saya tidak masuk juga ada alasannya dan Bu Mutia tidak perlu tau kenapa saya nggak masuk. Saya juga udah izin sama pak Gilang dan pak Lukman". Gita sengaja menyebutkan nama bos nya. Karena memang suruhan bos nya Gita tidak masuk kerja.


Dan di situ Mutia nampak diam dengan ucapan nya Gita. Wajah Mutia menampakkan wajah kesal kepada Gita, tapi Gita hanya tersenyum manis kearah Mutia.


Dan tingkah Gita di lihat oleh Gilang, dan itu membuat Gilang menggelengkan kepalanya melihat Gita yang seperti itu. Termasuk Lukman dan Reni mereka hanya tersenyum melihat Gita, Gita memang benar-benar seperti anak kecil, dengan tingkah yang meledek mutia.


Akhirnya Gilang pun mengambil keputusan, untuk mengakhiri perdebatan antara Gita dan Mutia." Yasudah Git, doorprize nya kita kasih makanan ringan aja bagaimana.?"


"Ya sudah terserah bapak saja saya kan cuma pembawa acara saja. Tanya saja pak Lukman, sama admin nya si Lala. Kalau ada doorprize nya saya ajak nanti anak anak nya. Kalau tidak ya gampang saya hibur sama yang lain aja." Jawab dengan santai.


Akhirnya diskusi mereka pun selesai dan semuanya setuju dengan apa yang pak Gilang sebutkan. Dan itu sudah di putuskan oleh Gilang, Mutia nampak kesal karena menurutnya, Gita itu cari muka sama bos nya.


Gita dan Reni akhirnya pun pulang. Seperti biasa Reni dan Gita mengobrol di atas kuda terbang nya. Dan tak terasa motor yang Reni Kendarai sudah sampai di rumah Gita." Eehh Reni Lo mau mampir nggak?" Tanya Gita yang baru turun dari motornya Reni.


" Enggak aahh... Lo istirahat aja Git, kaya nya Lo kurang sehat. Ow iya besok Lo jangan bawa motor dulu, bareng gue aja. Pasti besok Andi jemput elo, lagian lengan Lo sakit kan.?" Kata Reni yang hendak menyalakan mesin motornya kembali, setelah tadi di matikan." Ya sudah gue balik ya, assalamualaikum." Pamit Reni.


"Waalaikumsallam, makasih ya, hati hati loe". Jawab Gita. Lalu Gita masuk setelah motor Reni hilang dari pandangan Gita.

__ADS_1


Seperti biasa di rumah Gita rame dengan anak kecil." Anteh Dita puang enja". Salah satu anak kecil Memanggil Gita.


Gita pun tersenyum dan berlutut menghadap anak kecil yang memanggilnya." Iya Chika anteh baru pulang kerja, sayang anteh dong nanti anteh kasih coklat Chika mau nggak".


"Mau Chika mau totat,mana totat nya Chika mau anteh". Kata Chika anak kecil yang berusia empat tahun itu ngomong nya masih kurang jelas. Jadi Gita senang meledek nya.


Gita tersenyum melihat Chika yang menggemaskan." Sini dulu kalau Chika mau coklat dari aku". Kata Gita yang menunjukkan pipi nya dengan bibir di majuin, agar Chika mau mencium dirinya.


Lalu akhirnya Chika pun mencium pipi Gita, begitu pun sebaliknya, Gita juga mencium pipi Chika yang terlihat chubby. Gita merasa gemas, dengan bocah yang berusia empat tahun itu. Oleh Gita di usel usel sampai anak itu tertawa sangat geli.


"Ikut anteh yuk, mau coklat nggak." Kata Gita yang membujuk Chika untuk ikut dengannya. Dan anak kecil itu pun mengangguk. Lalu Gita pun menggendong Chika dan di ajak masuk ke dalam rumah.


Fitri itu keponakan dari ayahnya Gita, bapak nya Fitri itu kakak nya pak Jaka. Jadi Fitri itu kakak sepupu Gita, karena kedua orangtuanya Fitri sudah tiada, jadi keluarga Gita menganggap Fitri seperti anaknya sendiri. Dan rumah Fitri dan Gita itu sebelahan jadi Chika suka bolak balik kerumah Gita hanya untuk mencari Gita.


Setelah Chika di bawa masuk ke kamarnya Gita, Chika guling guling di kasur Gita. Membuat Gita yang tadinya lelah jadi terhibur karena melihat Chika. Karena memang kasur Gita berada di lantai jadi bagi Gita cukup aman untuk Chika guling gulingan.


Gita pun merebahkan tubuhnya di kasurnya, sambil memeluk Chika. Sambil menyanyikan lagu untuk Chika yang berada di Dalam pelukannya. Tanpa butuh waktu lama Chika pun sudah tertidur oleh Gita.


Tiba tiba pintu kamar Gita pun terbuka, dan menampakkan wajah Fitri yang sedang nyengir." Hallo tanteh , lah anak gue udah tidur Git. Cepet banget molor nya kalo sama elu Git." Kata Fitri yang bicara pelan pelan takut anaknya bangun.

__ADS_1


"Tau nih anak siapa si ini sebenarnya, Ema nya siapa nempel nya Ama siapa?" Kata Gita, yang melihat anak kecil yang tertidur di peluk oleh dirinya." Elo mau angkat nih anak Lo, tapi baru pules Fit, nanti aja deh gue anterin. Kasian bocah baru pules, malah mau magrib lagi. Emang tadi nggak' tidur siang.


"Eit di kata bangun dari pagi eehh nggak mau tidur nyariin elu Mulu. Tanya apa ibu elu. Yaudah nih susu nya takut nanti bangun nyariin susu." Susu nya di berikan kepada Gita" eeh Git cowok yang semalam siapa? Ganteng banget lagi itu. Udah Lo jangan sia siain Git cowok begitu". Ledek Fitri yang duduk di pinggir kasur Gita.


"Itu bos gue Fit, apaan si di sia siain, dia bukan siapa siapa gue. Lagian gue udah ada pacar, mau di kemanain cowok gue. Udah aahh.. Lagian dia cuma sekedar bos nggak lebih, jangan halu Yee... " Kata Gita dengan mendelik kan bola matanya ke arah Fitri. Dan itu justru membuat Fitri terkekeh.


"Ya kali Git, namanya jodoh kita nggak tau. Kali aja kisah cinta Lo kaya novel novel yang gue baca, dan di film film yang gue tonton. Tanpa pacaran tapi di nikahin bos sendiri Git. Hihihi.... Kan seru Git, sweet Giman gitu". Kata Fitri dengan tersenyum dan menaik turunkan alisnya.


"Dih,udah jadi Ema Ema masih berhalu aja si fit." Kata Gita lalu menggelengkan kepalanya.


"Eeh... Halu itu enak asyik lagi Git, buat menghibur diri. Tapi jangan ke bablasan halunya. Hahaah..." Fitri tertawa hingga lupa kalau anaknya tidur di samping Gita, sampai Gita melempar bantal ke arah Fitri.


"Anak Lo tidur Petruk, berisik banget ". Omel Gita ke saudara sepupu nya.


"Iya iya gue balik Git, eeh tapi beneran loh bos Lo itu kece banget nggak ada minus minusnya." Kata Fitri yang segera kabur takut di lempar bantal sama Gita.


"Dasar Ema nggak ada akhlak, bisa bisanya berhalu tentang gue. Punya sepupu kelakuan ora bener". Kata Gita mengoceh sendiri di dalam kamarnya.


Lalu Gita pun meninggalkan chika yang sedang tertidur untuk mandi. Dan Gita pun memanggil ibunya untuk menjaga Chika tidur di Kamar nya.

__ADS_1


__ADS_2