
Lukman pun mengetuk pintu.Tok...Tok...Tok. Dari dalam membukakan pintu. Ternyata pak Gilang yang membukakan pintu nya.
Gilang melihat yang datang Lukman dan Gita. Lalu Lukman dan Gita pun masuk. Lukman merasa sedih keponakan nya sakit, keponakan nya yang kurang kasih sayang seorang ibu. Dan Membutuhkan perhatian seorang ibu melalui Gita karyawan papahnya sendiri.
Lukman pun bertanya" Mas ko bisa Jessy di rawat memang sakit apa?"
"Dia marah sama saya, karena kedatangan Bella. Dia makan sedikit kata bunda, terus pas semalam saya di bangunan bunda. Katanya badan Jessy panas, dan mengigau Memanggil mamah nya. Saya bingung harus bagaimana, sedangkan ayah saya juga sakit. Saya tidak mau buat orang tua saya jadi panik dan khawatir. Saya juga sudah takut dengan Jessy yang suhu badannya semakin panas. Jadi saya bawa dia kesini sekitar jam satu setengah dua kira kira". Gilang menjelaskan ke Lukman.
Lukman hanya menggelengkan kepalanya." Lagi lagi dia".
Gita yang tak pedulikan dengan cerita Lukman dan Gilang, tak menghiraukan nya. Gita berjalan kearah Jessy. Gilang pun yang melihat Gita berjalan ke arah Jessy, Gilang pun menyusul." Dari tadi pagi dia manggil nama kamu terus Git. Pas dia buka mata yang di sebut juga kamu Git. Maaf ya Git jadi kamu jauh jauh kesini, Jadi ngerepotin kamu jadi nya.
"Tidak apa apa pak, nggak ngerepotin sama sekali ko." Lalu Gita melihat mata Jessy mulai terbuka. Jessy mencari sumber suara itu.
Jessy melihat ke arah Gita, terlihat jelas senyum bahagia terukir di bibir Jessy.
"KA Gita ". Jessy memanggil nama Gita dengan bibir bergetar. Jessy pun menangis karena KA Gita mau datang untuk Jessy." Ko menangis sayang kenapa ? Apa ada yang sakit hem... Kan ka gita sudah datang kesini untuk Jessy. Jadi Jessy nggak boleh nangis ya". Ucap Gita yang membuat Jessy mengangguk.
Gilang dan Lukman saling berpandangan melihat reaksi Gita dan Jessy. Yang terlihat begitu akrab. Dan Gita yang bisa menenangkan Jessy.
POV Jessy on
__ADS_1
Nama ku Jessica Wijaya, anak dari Gilang Wijaya. Walaupun hidup dari keluarga berada, dan slalu di kelilingi orang yang sayang seperti Oma,Opa,dan papah. Tapi ada satu yang Jessy inginkan dari kecil, Jessy ingin mempunyai seorang mamah. Jessy menginginkan kasih sayang seorang mamah yang menyayangi dengan tulus.
Hati kecilku sering berkata .
Mah,kenapa mamah meninggalkan ku. Aku membutuhkan kasih sayang darimu. Aku iri melihat teman-teman ku di temani dengan keluarga yang lengkap,ada papah, mamah, adik, kakek dan nenek. Tapi kenapa aku tak mempunyai dirimu mah. Jessy ingin kamu hadir di tengah tengah kami mah.
Setiap kali ada seorang wanita yang dekat dengan papah, dan mendekati aku. Semua perhatian yang mereka berikan tidak tulus, semua palsu. Mereka hanya menginginkan papah saja.
Sebenarnya aku tidak tega dengan papah yang selalu menolak stiap ada seorang wanita yang mendekati papah. Tetapi aku tidak mau jika nanti aku mempunyai mamah baru. Dan mamah baru ku hanya menyayangi papah saja. Karena itu yang aku dengar dari setiap teman wanita yang ingin menjadi mamah baru ku. Aku tidak mau kalau nanti papah tidak sayang aku lagi. Dan aku juga tidak mudah untuk berkenalan dengan teman-teman wanita papah.
Hingga suatu ketika aku mengenal seorang wanita yang baik hati. Aku tidak tau kenapa seperti nya aku menyukai kakak baik itu, kakak yang baik, bicara nya pun lembut dengan ku dan kakak baik itu bisa menarik perhatian ku. Kakak itu bernama KA Gita.
Saat aku tau, kalau papah mengenal kakak baik itu. Aku sangat senang, apalagi ka Gita itu karyawan yang bekerja bersama papah. Itu sungguh membuatku sangat senang.
Seandainya KA Gita itu belum mempunyai pacar, aku pasti senang jika ka Gita sama papah.
Dan di setiap aku shalat , aku slalu berdoa semoga KA Gita bisa menjadi mamah aku. Karena aku pernah bermimpi, di dalam mimpiku, aku, papah, dan Ka Gita itu kita berjalan-jalan bersama dan tinggal bersama. Apa mimpi itu akan menjadi kenyataan, kalau ka Gita itu akan menjadi mamah aku nantinya.
Aku berharap dan akan selalu berdoa semoga Allah mendengar doaku.
POV Jessy of
__ADS_1
Jessy terus memandang Gita dan tersenyum, saat Gita sedang menyuapi Jessy makan. Dan Jessy memakan nya dengan lahap. Gita pun membujuk Jessy untuk meminum obat, karena Jessy juga takut meminum obat. Dan Gita berhasil membujuk Jessy untuk meminum obatnya.
Lukman dan Gilang memperhatikan bagaimana Gita bisa membujuk Jessy untuk minum obat. Gilang memperlihatkan Gita Dengan tersenyum. Saat Gita menyuapi Jessy,dan membujuk Jessy untuk meminum obat.
"Gita pantas saja Jessy nyaman sekali dengan kamu,ternyata kamu mempunya sifat keibuan yang membuat Jessy nyaman sama kamu. Dan itu mungkin tidak Jessy dapatkan sifat seperti itu dari teman wanita yang aku kenalkan dengan Jessy, dan setiap kali ingin dekat dengan Jessy.. Aku baru paham kenapa Jessy nyaman dengan kamu Git."Gilang memandangi Gita dan Jessy yang begitu akrab. Sampai dirinya lupa kalau ada Lukman di samping dirinya.
Lukman yang melihat Gilang terus tersenyum saat memandangi Gita dan Jessy. Lukman pun menyenggol Gilang.
" Mas seperti nya Jessy memberi kode tuh ke mas. Benar ya perasaan anak kecil itu peka, dia tau mana yang tulus sayang sama dia, dan hanya pura pura sayang sama dia. Dan Jessy memilih orang yang tepat untuk di pilih nantinya mas".
Gilang melirik Lukman dengan tatapan tajam." Jangan gila kamu Lukman, dia itu sudah mempunyai kekasih.
Mereka pun keluar, dan melanjutkan obrolan nya di luar. Karena takut terdengar oleh Gita dan Jessy. Gilang pun duduk di kursi di depan ruangan Jessy. Begitupun juga Lukman dan Lukman melanjutkan pembicaraan nya.
"Mas, mas, itu baru kekasih loh. Dengerin ya mas, selama janur kuning belum melengkung di depan rumahnya, dan belum tertulis nama Gita. Berarti Gita itu milik siapa saja, yang cepat bertindak mengambil dia dari keluarga nya". Kata Lukman yang berbicara dengan menaik turunkan kedua alisnya, dan senyum meledek.
"Maksud kamu, kamu menyuruh saya menikung dia dari pacarnya. Gila kamu Man, dalam kamus saya saya tidak pernah merusak hubungan orang lain. Dan saya tidak mau melakukan itu". Kata Gilang dengan nada sedikit kesal dengan usul Lukman..
"Ya kalau begitu tunggu saja dia putus dari kekasihnya itu". Lukman dapat hadiah dari Gilang , sebuah tempelengan dari Gilang.
"Gila kamu Man, Mendoakan hubungan orang hancur" . Gilang menggelengkan kepalanya. Dan Lukman hanya tertawa melihat bosnya dan tak lain sepupunya.
__ADS_1
"Mas Gilang nggak pernah nilai gadis dari cantik dan bentuk body kan mas. Kalau Gita menurut ku dia melebihi dari gadis gadis yang mengejar mas itu" Lukman yang dapat tatapan tajam dari Gilang hanya terkekeh." Kenapa mas benar kan, Gita nggak gendut kaya yang sering aku dengar. Gita di kata gendut, padahal menurut aku bukan gendut tapi sekel. Hahahaha.... Cantik, lucu, dan pinter masak mas. Itu yang utama jarang jarang cewek kaya Gita". Lukman memuji Gita terus menerus. Membuat telinga Gilang panas dan berdengung.