Cinta Anggita

Cinta Anggita
Hari H


__ADS_3

"Istri Anda tidak apa-apa. Anda tidak perlu khawatir, cukup minum obatnya,luka istri anda akan membaik." Gilang pun mengangguk.


Lalu Gilang pun menebus di bagian farmasi, setelah menerima obatnya. Gilang membawa istrinya kembali ke rumahnya. Setelah sampai rumah Gilang menggendong Gita ala bridal style, menuju ke kamar mereka.


Sedangkan di rumah Lukman Hilda merasa cuek karena dia sedang di ceramahi oleh ayahnya,yaitu pak Hendra.


"Hilda seharusnya kamu jangan seperti itu, kamu hormati Gita. Bagaimana pun dia itu kakak kamu".


"Hormati, aku hormati dia yah. Karena kakak Ka Gilang, tapi tadi dia itu tadi keterlaluan. Baju aku kena kopi kaki ku juga, pake di elap segala. Tambah kotor kan bajuku. Sebenarnya yang anak ayah itu aku atau Gita, udah Gita tambah Reni. Makin nyebelin aja, dah aah mendingan aku balik." Hilda pun lantas balik dari rumah Lukman ke rumah nya.


******


Sedangkan Gilang sedang menemani istrinya di dalam kamarnya, dan kebetulan Jessy sedang menginap di rumah Lukman om nya.


Gita meringis menahan sakit, karena ada luka yang terasa celekit celekit di tangan dan kakinya. Gilang melihatnya pun tak tega.


" Maafin Hilda ya Git.? Aku sebagai kakak minta maaf sama Kamu.?"


"Apa si mas, ngapain minta maaf. Aku yang salah, gak sengaja aku nabrak Hilda jalan. Aku nya Meleng, jadi kamu jangan seperti ini". Gita mengusap tangan suaminya.


"Tapi besok acara Lukman dan Reni, seharusnya kamu ga seperti ini. ?"


"Ga apa apa ko mas. Lagian kalau aku ga begini, pasti besok aku super sibuk dech. Kalau aku begini, aku bisa kamu temani terus iya kan". Gita sambil bergelayut manja di lengan Gilang. Gilang pun terkekeh, dengan sikap Gita yang manja seperti itu.


"Yasudah iya besok aku temani kamu terus, lagian di sana itu pasti para mantan kamu berkeliaran di mana mana.?"


" Cie cie cemburu nih yeee, hihihi ...." Goda Gita, membuat Gilang menatap Gita dengan tatapan tajam.

__ADS_1


Gita hanya terkekeh melihat suaminya seperti itu,dan akhirnya Gilang pun ikut terkekeh.


Hari H


Keesokan harinya pagi yang cerah, menghiasi suasana pagi ini. Namun Lukman malah terlihat sangat gugup, akan menghadapi pernikahan nya.


"Man, kamu kenapa.?" Tanya mamah Henny.


"Entah lah mah, aku tuh gugup banget rasanya.?" Lukman duduk di kamar nya.


" Memang seperti itu perasaan setiap calon pengantin, apa lagi saat nanti ijab Qobul. Mamah doakan agar kamu lancar saat mengucapkan ikrar janji kamu ya nak".mamah Henny berdiri di hadapan Lukman, Sambil merapikan pakaian Lukman,


"Amiin ..... Trimakasih ya mah, mamah memang mamah kesayangan ku". Lukman mencium pipi Mamahnya.


"Sama sama sayang, segala doa mamah selalu yabg terbaik untuk kamu. Sekarang beban mamah sudah selesai, kamu sudah menikah dengan gadis pilihan kamu. Tinggal kamu lanjutkan perjalanan hidup kamu, semoga kamu bisa menjalankan nya dengan sabar ya nak. Pesan mamah, sayangi istri kamu. Lindungi dia jangan sakiti dia. kalau ada yang kamu tidak suka dari istri kamu, tegur dia baik baik. Jangan kasar atau sakiti istri kamu". Kata mamah Henny, yang menasehati Lukman anaknya.


"Trimakasih ya sayang, mamah akan sayangi istri kamu, seperti mamah sayang sama kamu. Insyaallah Mamah tidak akan menganggap Reni sebagai menantu, tetapi sebagai anak sendiri."


" Trimakasih mah, hanya mamah yang Lukman punya. Mamah segalanya untuk Lukman, jadi Lukman pun akan menyayangi dan lindungi kalian berdua."


Di balik pintu ada Ridwan yang melihat anak dan ibu yang saling mencurahkan isi hatinya. Dengan bibir tersenyum Ridwan pun kembali ke ruang keluarga.


Kini seluruh keluarga Lukman sudah berkumpul, dan akan berangkat menuju ke kediaman rumah Reni. Ya Reni akan melangsungkan pernikahan nya di rumahnya sendiri ..


Karena itu permintaan dari keluarga nya Reni, dan engkongnya Reni, yang tidak bisa ikut dan menyaksikan pernikahan Cucunya jika jauh. Karena selain sudah sepuh, kakeknya Reni pun sudah tidak bisa terlalu lama duduk.


Dan keluarga Lukman pun tidak keberatan dengan permintaan keluarga Reni. Keluarga Lukman pun mengikuti saja.

__ADS_1


Di rumah Reni pun juga sudah rame dengan dekorasi pernikahan yang di atur oleh Wedding organizer. Pagar ayu dan para seksi sibuk di pernikahan Reni pun sudah siap. Serta palang pintu sudah siap berkumpul untuk menyambut kedatangan rombongan pengantin pria.


Reni yang berada di dalam kamarnya, sedang di rias oleh MUA pengantin. Make-up pengantin profesional,yang mamah Henny utus untuk merias menantu nya secantik mungkin.


Ibu Reka, pak Romi,serta KA Riko.Ibu Reka yang sudah di makeup sudah cantik dengan riasan dan kebaya ya g di gunakan. Pak Romi, nampak gagah dengan setelan jas hitamnya,serta kopiah hitam dan sepatu pantofel hitam nya.


Apalagi Riko, dia terlihat tampan dan gagah. Menggunakan kemeja batik dengan sepatu pantofel hitam nya.


Kelurga mempelai wanita mendapat kabar, pengantin pria sudah sampai. Rombongan palang pintu pun sudah terbagi dua, masuk ke rombongan pengantin pria dan wanita.


Daar daar daar....... Petasan renteng pun sudah di pasang, suaranya pun sudah terdengar sangat nyaring. Rombongan pengantin pria sudah berbaris dengan membawa hantaran masing-masing setiap orang nya. Lukman yang menggunakan pakaian pengantin pria berwarna putih. Lukman di temani oleh mamah Henny dan om Ridwan dengan Lukman Berada di tengah tengah. Sedang pak Hendra yang berada di samping sebelah kanannya mamah Henny, dengan bunda Yuni, Gilang, Gita, Jessy dan Hilda. Dan sebelah kiri ada om dan sepupunya Lukman.


Mereka berjalan dengan di dampingi rombongan palang pintu, dengan menggunakan kostum berwarna hitam, dengan menggunakan gesper besar berwarna hijau di pinggangnya.


Dan di temani suara tabuhan rebana, dan shalawat yang di bawakan rombongan pengantin pria.


Rombongan pengantin pria pun berjalan sampai menuju ketempat pengantin wanita. Saat sudah sampai di depan gerbang, di mana rombongan palang pintu dari pihak pengantin wanita sudah menunggu.


Terlihat wajah Lukman buang terlihat gugup,oadahl acara ijab Qobul pun belum di mulai. Tapi Lukman sangat gugup, om Ridwan pun menyentuh pundak Lukman agar Lukman bisa sedikit tenang.


Terlihat sekali om Ridwan begitu peduli dengan Lukman. Terlihat seperti seorang ayah yang bisa membuat putra nya tenang. Sedangkan pak Hendra sebagai kakak dari mamah Henny hanya tersenyum melihat Ridwan sangat peduli dengan keponakannya itu..


Palang pintu mempelai wanita pun sudah di depan gerbang, pembatasan pengantin pria dilarang melewati pembatasan.


Dengan menggunakan pakaian serba merah dan kopiah merah serta sarung di letakan di pundak.


Dengan kedua tangan nya di letakan di pinggangnya berjalan menghampiri rombongan pengantin pria.

__ADS_1


Bersambung


__ADS_2