
Gilang membawa anak dan istrinya untuk masuk kedalam rumah, karena Gilang yakin anak istrinya juga pasti lelah karena perjalanan yang jauh.
Rumah Gilang memang tidak di tempati, tapi Gilang tidak membiarkan rumah Gilang sepi begitu saja. Gilang menyuruh asisten rumahnya untuk tinggal di sana.
Semua Gilang percayakan dengan kang Asep dan keluarga nya, yaitu penjaga rumah Gilang. Kang Asep mengajak anak dan istrinya untuk tinggal di sana. Kang Asep dan istrinya juga sering mengambil pengajian di rumah tersebut, semua itu juga di izin oleh Gilang.
Dan bahkan saat anak kang Asep,yang bernama Rama, melakukan khitanan. Gilang pun memperbolehkan rumah nya untuk di gunakan acara khitanan.
*****
Jessy sudah berada di kamarnya, di mana setiap Jessy datang, kamar itulah yang Jessy tempati. Jessy anak pintar tidak pernah takut tidur sendiri, hanya waktu menjelang tidur saja minta temani, karena Jessy minta di bacakan cerita atau nyanyian penghantar tidur.
Gita pun kini sudah berada di kamarnya, kamar Jessy dan Gita bersebelahan. Jadi aman untuk Gilang mengecek Jessy saat tertidur atau belum. Ada pintu juga di kamar Gilang menuju kamar Jessy, jadi bisa melihat Jessy dari pintu itu.
Saat waktu sudah menunjukkan pukul delapan malam, setelah shalat Isya, mereka pun makan malam bersama. Dengan mbok Ijah yang membantu Gita memasak. Setelah makan Jessy meminta di temani tidur oleh Gita ,mamah sambungnya.
Karena udara di sana sangat sejuk dan suara jangkrik yang saling bersautan. Membuat suasana menjadi tenang saat malam hari.
"Mas, kamu belum tidur.?"
Gilang hanya menjawab dengan menggelengkan kepalanya saja. Dengan mata yang masih menatap lurus kedepan, entah lah apa yang di pikirkan suaminya itu.
" Mas masuk yuk, sudah malam".
"Iya Monica sayang". Gilang pun langsung menoleh ke arah istrinya, dengan senyum di bibirnya. Dan senyum pun memudar merasa terkejut karena sekarang Gita lah yang menjadi istri nya.
Gita pun tersenyum kecut." Yasudah aku masuk duluan ya mas, kalau kamu masih betah di luar sini". Gita pun berjalan meninggalkan Gilang di luar.
Gilang pun menyusul istrinya ke kamar, dengan rasa bersalahnya. Dan saat Gilang membuka pintu kamar, Gilang melihat Gita sudah menggunakan selimut, menutupi sampai wajah nya.
Gilang pun naik ke atas tempat tidur,di samping Gita yang membelakangi dirinya. Gilang memeluk Gita dari belakang, dan menci*m pundak Gita yang tertutup dengan selimut.
__ADS_1
"Maaf ".
Tidak ada jawaban dari Gita, Gita pun sebenarnya merasa sedih. Padahal sudah empat tahun mamahnya Jessy meninggal,tapi kenapa masih belum bisa melupakan. Bahkan sampai memanggil dirinya pun masih memanggil Monica.
"Maaf Git, bukan maksud aku membuat kamu kecewa" Gita masih enggan menjawab Gilang.
" Aku tau kamu belum tidur, aku hanya ingin bilang. Aku gak bermaksud membuatmu sedih atau kecewa, aku hanya teringat kejadian bersama Monica saja".
"Aku sadar mas,aku ini siapa. Aku hanya seorang istri sekaligus ibu sambung, yang di pinta oleh Jessy untuk menjadi mamah nya."Ada suatu getaran yang di rasakan Gilang dengan kata-kata Gita.
Gilang mengangkat selimut yang menutupi wajahnya Gita, dan melihat wajah istrinya. Terlihat mata Gita yang memerah, terlihat air mata di sudut matanya.
Gilang menggelengkan kepalanya.
"Tidak, bukan hanya Jessy yang meminta kamu untuk menjadi mamahnya. Aku juga menginginkan kamu untuk menjadi istri ku, karena aku sayang kamu Git. Jangan pernah bicara seperti itu ya Git, aku ga bisa melihat kamu seperti ini. Aku tidak bermaksud untuk membuat kamu sedih, kamu bukan mamah sambung untuk Jessy saja. Tapi kamu wanita yang membuatku jatuh cinta saat pertama melihat kamu sayang. Maaf sayang, Maafkan aku." Sambil menghapus air mata Gita, lalu mengecup keningnya.
Gita pun mengangguk dan menangis di pelukan suaminya, tak henti-hentinya Gilang memberikan kecupan di kening Gita. Sampai Gita benar benar tenang atas kesalahan yang Gilang lakukan.
Kini selesai sudah permainan malam mereka, yang membuat mereka berkeringat dan terasa lelah. Hingga Gita pun tertidur karena permainan dan olah raga malam tersebut.
Gilang terbangun jam 4 pagi, Gilang mandi membersihkan tubuhnya karena habis olah raga malam dengan Gita. Setelah dirinya selesai mandi, Gilang membangun kan Gita.
" Gita, bangun sayang".
"Eeemm.... Iya mas sebentar lagi".
Gilang terkekeh mendengar jawaban dari Gita.
" Kamu lagi mengigau ya. Cepat bangun apa mau kita melanjutkan yang semalam, menjadi olahraga pagi yang indah hari ini". Gilang sengaja berbicara tepat di telinga nya Gita.
Mendengar suaminya berbicara seperti itu, Gita langsung membuka matanya dengan sempurna. Seperti kena ke guyur air es, langsung melek mata.
__ADS_1
Gilang menahan senyum nya, karena melihat ekspresi istrinya sangat lucu.
" Iya iya aku bangun mas". Sambil melotot ke arah Gilang, pura pura tegar.
Padahal terlihat Gita yang tak kuat menahan mata nya, karena ulahnya semalam minta melanjutkan permainan saat Gita sedang tertidur pulas. Akibatnya Gita kurang tidur akibat ulah suaminya itu.
"Yasudah cepat kamu mandi, aku tungguin kamu. Kita shalat subuh bareng, jangan lama-lama mandinya, jangan lanjutin tidur kamu di kamar mandi". Ledek Gita membuat mata nya melototi suaminya,dengan bibir di majuin.
" Enak aja kamu mas, memang pernah aku tertidur di kamar mandi. Sekali nya tidur di kamar Jessy saja kamu culik aku mas". Gita cemberut, membuat Gilang gemas dan menarik bibir Gita dengan tangannya.."Aaawww.... Sakit mas". Sambil mengusap usap bibirnya yang ditarik oleh Gilang.
" Mangkanya tuh bibir jangan di majuin seperti itu. Mau bibir kamu kaya bebek, setiap ngambek bibirnya selalu di majuin seperti itu". Gita pun menggelengkan kepalanya." Cepat bangun dan mandi".
Gita pun mengangguk lalu berjalan ke dalam tandas dengan jalan sempoyongan, karena malas efek kurang tidur. Dan Gilang hanya menggelengkan kepalanya dan tersenyum melihat Gita seperti itu.
Setelah shalat subuh,Gita sudah tidak merasakan ngantuk. Gita membuka jendela kamarnya, dan udara sejuk yang menyentuh tubuhnya.
" Mas kita olah raga pagi yuk". Gilang tersenyum mendengar ajakan Gita.
"Yakin kamu Git, mau kapan?"
"Ya sekarang atuh, masa tahun depan ".
"Serius kamu Git, ayo Git. Jarang jarang kamu ngajakin olahraga pagi". Gilang tersenyum penuh maksud.
Gita yang masih menggunakan kaos tipis,dan sedang mencari setelan Hoodie nya di dalam koper. Melihat tingkah aneh suaminya yang membuka bajunya,dan bersandar di tempat tidurnya.
" Mas ko malah di tempat tidur, kata nya mau olahraga pagi.?"
"Iya Git, kita olah raga pagi sayang. Ayo sini kita olah raga pagi". Sambil menepuk-nepuk tempat tidur yang ada di sampingnya.
Gita pun menatap suaminya dengan tatapan penuh selidik,dan curiga dengan kata kata Suaminya itu. Gita membelalakkan matanya, karena paham dengan gerak gerik dan kata kata Suaminya itu.
__ADS_1
Gita pun tertawa sangat geli, dia baru paham dengan kode-kode Gilang itu. Ibarat nya artis senior pak Hj Bolot, dan hj Malih, yang Kalau ngomong gak pernah nyambung. Gita jadi geli sendiri dengan suaminya tersebut, yang gak nyambung sama pertanyaan Gita.