Cinta Anggita

Cinta Anggita
Keseriusan Lukman


__ADS_3

Gita pun berhenti memainkan gitarnya, karena Reni mengambil gitar nya dari Gita. Gita hanya diam yang melihat Reni merebut gitar nya. Lalu Reni melihat tangannya Gita yang sudah memerah karena memainkan kunci gitar, sepertinya Gita sudah lama memainkan gitarnya.


Gita tersenyum kecut, akan kedatangan Reni. Reni hanya bisa menatap sahabatnya,ya mungkin ini salahnya juga. Karena Reni secara tidak langsung membantu Andi untuk jadian bersama Gita..


"Gita, elo nggak apa-apa ? Maaf karena gue elo jadi gini." Reni menyentuh pundak Gita.


" Elo, kenapa bisa elo nyalahin diri elo Ren." Tanya Gita yang melihat ke arah Reni.


"Iya karena gue yang udah bantuin elo sama Andi jadian. Gue jadi ngerasa bersalah Git, gue juga khawatir sama keadaan elo.?"


"Ya udah lah, gue nggak apa-apa. Lupain aja Ren, lagian Andi juga sudah nikah. Mau gue jungkil balik, gue gelintingan Andi gak akan balik sama gue. Apalagi dengan permintaan terakhir dari ayah gadis itu".


"Tapi Git elo."


"Gue hanya butuh waktu Ren, buat ngelupain semuanya. Buat sekarang gue masih merasakan sakit, mungkin dengan berjalannya waktu gue bisa ngelupain itu semua". Kata Gita dengan pandangan masih lurus ke depan.


"Elo yakin sama ucapan elo Git.?"


" Iya memang benar Ren,gue cuma butuh waktu aja. Bagaimana pun gue kenal Andi gak sebentar, cukup lama gue dekat Andi. Dan apalagi Andi bisa merubah perasaan gue dari yang biasa,sampai hati gue terbuka untuk dia." Gita menarik nafasnya." Reni sedih ya nasib gue, gue ngejaga jodoh orang. Dan malah hati gue yang terluka." Gita terlihat begitu miris.


Reni pun mendekat kearah Gita, lalu Reni memeluk Gita. Tanpa aba-aba air mata Gita mengalir begitu aja." Ren, gue harus bagaimana, Kalau gue ketemu Andi. Dan bagaimana pun dia juga teman kita, gue cuma takut nantinya saat gue ketemu Andi dengan istrinya gue harus bagaimana.?" Hiks... Hiks... Gita menangis dengan sesenggukan.

__ADS_1


" Gue yakin elo pasti bisa Git, ngelupain perasaan elo ke Andi. Gue akan bantu elo buat balikin senyuman elo kembali,dan semangat elo lagi. Gue yakin lambat lain elo bisa lupain Andi, yakin itu Git." Reni menyemangati Gita.


Tiga hari berlalu,kini Gita sudah kembali beraktivitas kembali. Kini Gita bekerja seperti biasa, sedikit sedikit rasa sedih Gita hilang. Dan entahlah Gita sepertinya merasa mengantuk, dan Gita pun masuk dengan membawa kardus keruangan finishing.


Seperti biasa Gita selalu bersembunyi di kolong meja, dan untuk tiduran beralasan kardus. Reni yang sedang mengobrol deng Lukman pun, mendengar suar anak kecil memanggil nama Lukman.


"Om Lukman." Suara nyaring memanggil nama Lukman. Lukman pun menoleh karena namanya merasa di panggil, ternyata yang memanggil namanya adalah Jessy. Keponakannya yang paling sangat dia sayangi.


"Hai cantik, ikut papah kesini.?" Tanya Lukman dan Jessy pun mengangguk.


"Iya om, aku ikut papah. Om Oma Henny lagi main kerumah tadi, om ko nggak main kerumah Jessy lagi." Tanya Jessy dengan polosnya, Lukman melihat kearah Reni, menatap dengan tajam.


Lalu Reni bertanya ke Jessy." Sayang memang om Lukman suka main kerumah kamu ya.?" Pertanyaan Reni di jawab dengan anggukan oleh Jessy.


"Iya dong ka Reni, om Lukman ini kan om aku." Jawaban Jessy membuat Reni melotot ke arah Lukman." Ow iya Ka Reni, kakak liat Ka Gita tidak.?"


"Ka Gita sepertinya sedang di ruangan sayang, lagi bertapa sepertinya." Jawab Reni dengan terkekeh.


"Bertapa". Jessy menggaruk kepalanya, kerena merasa bingung dengan jawaban Reni.


"Maaf sayang, mungkin ka Gita lagi tiduran kali di ruangan finishing." Reni belum selesai bicara, Jessy sudah memotong pembicaraan Reni.

__ADS_1


"Ok, terima kasih ka. Aku ke ruangan ka Gita dulu ya." Jawab Jessy yang langsung pergi meninggalkan Reni dan Lukman.


Sedangkan Lukman menatap wajah Reni yang kesal." Kamu bohong sama aku mas, Mau kamu ceritain, atau aku cari tau sendiri. Iya ya aku baru sadar, selama ini aku belum tau kamu siapa. Aku hanya tau mamah kamu itu bernama mamah Henny. Oma Henny yang di maksud Jessy itu mamah kamu kan mas.?" Reni membuang nafasnya dengan kasar.


Lalu Lukman mengambil tangan Reni, yang tadi ia genggam. Karena adanya Jessy jadi mereka melepaskan pegangan tangan mereka.


"Maaf sayang, iya sebenarnya aku juga tidak mau merahasiakan ini dari kamu. Ya yang di maksud Oma Henny itu, memang mamah aku. Ya Jessy itu keponakan aku satu satunya, aku dan mas Gilang saudara sepupu. Mas Gilang itu kakak sepupu aku, dan mas Gilang juga mempunyai adik perempuan tapi ia tidak tinggal di sini. Selain aku sepupu nya, aku juga aku sama mas Gilang itu juga akrab kita mempunyai teman yang sama.Maaf bukan nya aku mau cerita, cuma aku ingin liat kesungguhan kamu sayang".


"Maksudnya kamu meragukan aku mas. Kamu tau mas, aku paling tidak suka, kalau ada keraguan di antara kita." Reni melepaskan genggamannya dari tangan Lukman.


Dan hendak berdiri meninggalkan Lukman, namun Lukman menahan tangan nya Reni.


"Sayang,aku tidak pernah meragukan kamu. Dan kamu tau aku kan, aku menjalin hubungan bukan untuk main main. Aku ingin serius sama kamu, jadi buat apa aku ngeraguin hubungan kita ini." Tangan Reni pun di tarik agar Reni duduk kembali." Aku minta maaf ya. Aku hanya tidak mau selama aku di sini, aku di bilang memanfaatkan status aku sebagai keponakan paman. Dan aku sebenarnya juga mengincar kamu. Aku ingin buat kamu suka aku, bukan Karena kamu melihat aku sebagai keponakan dari pemilik pabrik ini. Aku hanya ingin kamu suka sama aku,karena kita sama sama karyawan di sini. Maaf ya sayang, aku minta maaf".


Reni yang mendengar nya merasa terharu, sekaligus tersanjung. Dengan ucapan Lukman yang seperti itu." Mas kamu serius dengan ucapan kamu, kamu tidak bohong kan." Lukman pun menggelengkan kepalanya.


"Aku tidak pernah bohong sama masalah hati, Reni aku ingin serius menjalin hubungan ini. Kamu tau kan,umur aku berapa aku ingin serius sama kamu. Kamu mau sayang kalau aku ajak serius dalam hubungan ini. Aku kenalin kamu sama mamah,dan keluarga ku". Reni pun mengangguk menjawab pertanyaan Lukman. Lukman pun langsung menggenggam tangan Reni dengan mencium tangan Reni. Lukman tidak Mandang tempat, yang penting Lukman udah bucin sama Reni. Maklum faktor U, jadi Lukman bucin tingkat dewa. Hahahaha.....


Reni benar-benar merasa bahagia,kalau Lukman ingin niat serius dengan hubungan nya ini. Karena Reni memang tidak mau berpacaran terlalu lama, justru Reni juga sebenarnya tidak mau pacaran. Kalau perlu perkenalan terus nikah. Kan enak pacaran kalau sudah sah, tapi apalah daya, Reni hanya mengikuti alur nya author aja. Hihihihi....


Jessy menemui Gita yang sedang tidur di atas kardus, Jessy hanya terkikik melihat Gita yang begitu pulas. Padahal tidur hanya beralaskan kardus saja, tapi bisa pulas.

__ADS_1


Gita menggeliat badannya, lalu merenggang kan tangannya. Gita pun merasa seperti ada yang memperhatikan dirinya, lalu Gita membuka matanya. Dan benar saja,ada Jessy yang sedang memperhatikan dirinya,dengan tersenyum.


bersambung....


__ADS_2