Cinta Anggita

Cinta Anggita
kedatangan Oma dan Opa Jessy.


__ADS_3

Sedangkan di depan pintu ada seorang wanita dan pria yang sudah berumur yang memperhatikan kebersamaan Jessy dan Gita. Dan pasangan itupun mendengar kan ucapan dari gadis kecil itu. Dan merasakan sedih yang di ucapkan oleh Jessy.


Pasangan itu adalah omah dan opah nya Jessy. Ya orang tua dari Gilang datang menjenguk Jessy, namun saat baru sampai depan pintu mereka mendengar kan curahan isi hatinya tentang perasaan cucu nya yang merindukan sosok mamah. Jadi mengurungkan niatnya untuk membuka dan mengetuk pintunya.


Dan mereka pun duduk di kursi dan menunggu di luar kamar Jessy. Sambil melihat Jessy sudah tidak menangis lagi.


"Kasian Jessy ya yah, yang membutuhkan kasih sayang seorang mamah. Walaupun kita sering memberikan kasih sayang tak kurang sedikit pun. Tapi yang namanya kasih sayang seorang ibu itu Pasti sangat dirindukan yah. Karena bunda pun juga merasakan itu Yah". Ucap bunda Yuni dan meniti kan air matanya. Teringat kisah nya yang tak mempunyai seorang ibu di waktu kecil.


" Bun, sudah ya jangan mengingat itu yang membuat bunda sedih, karena ayah juga akan ikut bersedih." Pinta sang suami yang mengusap air mata sang istri.


Gilang yang baru selesai shalat di musholah. Berjalan menuju kamar tempat anaknya di rawat. Melihat kedua orangtuanya sudah datang, dan duduk di kursi tunggu di depan kamar Jessy. Gilang pun menghampiri kedua orangtuanya.


"Ayah, bunda". Gilang mencium tangan mereka." Ko kalian di sini bukan nya masuk kedalam, ayo masuk." Tangan Gilang pun di tahan oleh sang bunda.


Sang Bunda pun menggelengkan kepalanya." Nanti saja Lang, kalau anak kamu sudah tenang.


Gilang yang tak faham dengan ucapan sang bunda nampak bingung." Sudah tenang,memang Jessy kenapa Bun. Gilang mau lihat apa yang terjadi sama Jessy." Gilang yang hendak berjalan di tarik tangan nya oleh bunda nya .


"Anak kamu lagi bercerita tentang isi hatinya dengan gadis di dalam. Sampai menangis. Bunda yang mendengar nya pun ikut bersedih. Kamu jangan ganggu anak kamu, dia butuh seseorang yang bisa mendengar kan isi hatinya. Mungkin sama kita Jessy tidak bisa menceritakan isi hatinya. Tapi dengan gadis itu dia lebih terbuka tentang isi hatinya. Siapa gadis itu Gilang mamah ingin tau? Karena cucu bunda bisa terbuka seperti itu. Anak kamu orangnya sulit untuk terbuka seperti itu dengan orang lain Lang.


Gilang nampak berpikir memang benar apa yang di ucapkan bundanya." Gadis itu karyawan papah di pabrik namanya Gita. Dia yang selama ini Jessy cerita kan ke bunda saat datang kerumah. Jessy memang dekat dengan gadis itu. Karena dari subuh Jessy menyebutkan nama gadis itu. Sehabis Jessy memanggil nama mamahnya, nama Gita lah yang di sebut oleh Jessy".


"Maksud kamu Anggita sahabatnya Reni. Yang Reni itu sekarang sudah jadi pacarnya Lukman?" Tanya pak Hendra, dan di benarkan oleh Gilang dengan mengangguk kan kepalanya.

__ADS_1


Pak Hendra nampak tersenyum, membuat sang istri bertanya." Kenapa ayah tersenyum?"


" Tidak Bun, Jessy memang benar benar tau orang yang berhati baik dan tidaknya. Gita gadis yang baik Bun. Ayah tau itu selama ayah di pabrik,dan Gita masuk kerja di situ, dia punya pribadi yang baik. Mangkanya papah suka menyuruh Lukman untuk slalu mengajak Reni dan Gita. Kalau ayah ingin memberikan bantuan untuk yayasan panti. Dan mereka berdua yang semangat untuk menemani ke yayasan. Dan bahkan mereka suka menghibur anak anak di panti. Dan kalian tau saat banjir di daerah XXX. Papah memberikan bantuan kepada korban yang terkena banjir, mereka mau membantu para korban di sana. Mereka minta izin kepada papah untuk membantu korban di sana. Bahkan mereka juga membantu anak anak yang sedih karena ada yang sakit, dan orang tuanya yang sakit. Gita dan Reni mau menolong mereka semua, dan menghibur anak anak di sana." Cerita pak Hendra membuat Gilang bertambah kagum terhadap Gita.


Gilang yang mendengar cerita nya pun tersenyum." Berarti kamu memang gadis istimewa Gita." Ucap Gilang dalam hati.


Namun lagi-lagi Gilang harus Menepis pikiran nya dari Gita, Karena memang Gita sudah mempunyai pasangan.


"Yasudah yuk yah, Bun masuk, pasti Jessy senang kalian datang." Gilang, Bunda dan pak Hendra pun berjalan menuju kamarnya Jessy.


Saat Gilang membuka pintu, Jessy dan Gita melihat kearah pintu dan Jessy nampak tersenyum melihat ayahnya yang datang." Sayang tebak siapa yang datang hayo....?" Kata Gilang yang sengaja belum membuka lebar-lebar pintunya.


"Siapa pah yang datang", Jessy sudah kembali tersenyum.


Sebentar ya papah hitung, Satu, dua, ti....ga. Taaaaraaa Oma dan Opa datang". Kata Gilang, Jessy pun tersenyum melihat kedatangan Oma dan Opa nya yang datang.


" Iya maafin opa ya sayang, karena ngurusin opa, jadi kami baru sempat datang. Maaf ya sayang cantiknya opa Hendra." Kata pak Hendra menyentuh tangan sang cucu.


"Tidak apa-apa Oma dan opa. Ada Ka Gita yang temani Jessy di sini. Maafin Jessy ya yang buat kalian jadi khawatir."


"Tentu kami khawatir, kamu kan cucu kami satu satunya. Bahkan Oma dan Opa sangat sayang dengan kamu." Kata Oma Yuni yang membelai rambutnya Jessy.


Gita yang tersenyum melihat Jessy yang begitu manja, lalu Jessy melihat ke arah pak Hendra yang juga memperhatikan Gita." Pak Hendra, Bu Yuni. Bagaimana kabar kalian". Gita menyapa pak Hendra yang pernah menjadi bosnya. Walaupun sekarang di pegang oleh anaknya pak Gilang tetap saja bagi Gita, pak Hendra itu bosnya.

__ADS_1


"Baik Gita , bagaimana kabar Kamu dan keluarga?" Tanya pak Hendra kembali.


"Alhamdulillah, kabar keluarga saya baik pak. Bu Yuni bagaimana Bu kabarnya?" Tanya Gita kembali .


Lalu Bu Yuni menghampiri Gita,lalu tersenyum.


" Baik Gita Alhamdulillah. Jadi yang Jessy suka sebut KA Gita, ternyata kamu Git. Terimakasih kasih ya Git, Kamu sudah baik dengan cucu kami, sudah mau menemani Jessy di rumah sakit. Jessy selalu menceritakan tentang kamu dan keluargamu. Kapan kapan kamu main ya Git kerumah kami ya Git." Pinta Bu Yuni.


Gita melihat Jessy, pak Gilang, dan pak Hendra semua mengangguk kan kepalanya." Insyaallah saya main kerumah ibu dan bapak".


" Yeee,, Ka Gita main kerumahnya Oma oh iya Ka Gita, nanti kita buat cake tiramisu ya." Kata Jessy dengan semangat. Bahkan dia lupa jika dirinya sedang sakit." Oma Opa ,tau tidak ka Gita itu bisa bikin cake tiramisu. Aku pernah cobain tuh kue nya pas aku main kerumahnya Ka Gita. Ya kan ka Gita?"


Membuat semua orang tertawa melihat Jessy kembali ceria.


"Ooooh ya... Ko Opa tidak di bagi. Opa kan juga suka cake tiramisu. Gita pokok nya kamu harus main ya kapan kapan, terus kamu buatin itu kesukaan Jessy dan saya. Bagaimana kamu mau kan Git.?" Pinta pak Hendra yang membuat Gita merasa tak enak hati untuk menolak.


Gita nampak bingung harus menjawab apa? Gita melihat ke arah Gilang yang nampak senyum senyum sendiri di pojokan sofa.


"Iya pak insya Allah saya akan main kerumah bapak ibu. Kita buat kue sama sama ya Jessy. Iya kan pak Gilang ,pak Gilang juga ikutan." Gilang nampak kaget saat namanya di sebut oleh Gita.


"Aaah apa Git, ko saya di bawa bawa.?" Tanya Gilang yang tak mengerti.


"Iya nanti kamu bantu Jessy dan Gita untuk membuatkan cake tiramisu di rumah papah."

__ADS_1


"Ow.. Oke siapa takut ". Ucap Gilang. Membuat Gita tak percaya kalau bos nya akan bersikap tengil seperti itu.


bersambung...


__ADS_2