Cinta Anggita

Cinta Anggita
Lukman melamar Reni


__ADS_3

Dan Gilang pun juga terus memandangi arah Riko, yang sedang menatap dirinya.


Gita tau itu, kalau Gilang sedikit tak suka dengan Riko. Dan Gita tau kalau Riko juga tak suka dengan Gilang, dan Riko juga masih menyimpan rasa ke Gita. Mangkanya Riko menatap Gilang dengan tatapan tak suka nya.


" Ibu, Reni, kalau Gita dan mas Gilang mau pamit ya. Soalnya masih ada urusan lain, jadi maaf ga bisa lama-lama." Ucap Gita pamitan ke Bu Reka dan Reni.


"Loh cepat banget Git, kalian gak mau minum dan cicipi kue dulu.?" Kata Bu Reka.


"Trimakasih Bu, tidak perlu repot-repot, kami harus kembali. Soalnya di kami masih ada urusan lain." Ucap Gilang yang menolak dengan cara halus.


"Ow begitu, baik lah ibu tidak bisa memaksa. Trimakasih ya atas bawaan kalian ini, maaf jadi merepotkan kalian".


" Tidak sama sekali merepotkan Bu. Kalau begitu kami permisi". Gilang pun bersalaman ke ibunya Reni.


Lalu Gilang pun pamitan juga dengan ibu mertuanya." Bu saya dan Gita pamit duluan ya, sekalian saya mau ngajak Gita kerumah. Jessy dan keluarga sudah menunggu".


" Aaah iya nak Gilang tidak apa-apa, kalian hati hati". Gilang pun mengangguk. Dan akhirnya Gilang dan Gita pun mencium tangan ibunya Gita, untuk pamitan.


" Gita, mas Gilang Trimakasih ya atas bingkisan nya. Salam juga buat Jessy." Gilang pun mengangguk.


" Gue balik ya, nanti gue kesini ko. Walaupun gue dari rombongan mas Lukman." Kata Gita, dan Reni pun mengangguk.


Kini gini dan Gilang masuk ke dalam mobilnya, dan melaju kendaraannya menuju rumah Gilang. Karena memang semua di kerjakan di rumah pak Hendra, agar pak Hendra rumah nya rame jadi tidak sepi.


Kini mobil yang Gilang kendarai sudah sampai di kediaman pak Hendra.


Gita pun keluar dari dalam mobil, di bukakan pintunya oleh Gilang.


" Trimakasih mas". Gilang pun mengangguk.


Dan dari dalam rumahnya, satu anak kecil berlari menghampiri Gita,dan Memanggil nama Gita.

__ADS_1


"Ka Gita". Dengan teriak, Jessy memanggil dari arah depan pintu rumahnya.


Hap... Gilang menggendong Jessy. Muuaachh... Muuaaacch... Lalu Jessy mencium pipi Gilang, kemudian pipi Gita


"Ka Gita, Jessy kangen tau, sekarang jarang ketemu Ka Gita." Kata Jessy dengan bibir di maju.


" Uuuu... Jangan kaya gitu dong sayang bibirnya, ka Gita juga kangen sama kamu. Muuuacch..." Gita pun mencium pipi Jessy yang masih berada di gendongan Gilang.


Dan Jessy pun terkekeh, mendapatkan ciuman dari Gita. Dan Gilang pun yang melihat adegan dua wanita di hadapannya itu, ikut tersenyum.


" Sudah bercanda nya, sekarang kita masuk yuk". Kata Gilang, Gita dan Jessy pun mengangguk.


Akhirnya Gilang, Jessy, dan Gita. Kini mereka masuk ke dalam rumah, di sana pak Hendra,bunda Yuni, mamah Henny dan Lukman sudah menunggu Gita.


" Aaahh akhirnya datang juga calon menantu bunda. Sini sayang dari tadi bunda nungguin kamu loh." Kata Bu Yuni yang senang melihat Gita datang.


Gita pun tersenyum menghampiri pak Hendra, Bunda Yuni, mamah Henny dan Lukman. Mereka sedang membuat parsel buah, dan kue untuk nanti di bawa. Dan Gita pun membantu membuat parcel nya, dan Jessy pun sangat antusias membantu Gita.


Semua parcel, kue dan buah pun sudah selesai. Buket bunga mawar pun sudah siap , nampak cantik bunga yang sudah di hias dan di tata itu


Kini waktu Terus berjalan, waktu sudah semakin cepat. Jessy dan Gita pun kini sudah bersiap siap di kamar Jessy. Sehabis shalat magrib Gita mengurus Jessy untuk persiapan acara lamaran Lukman.


Dengan rambut di kepang kecil kiri dan kanan, lalu di jepit menjadi satu ke belakang, dengan jepitan berbentuk pita berwarna ungu di belakang. Dan di bagian depan di beri sedikit poni rambut, dengan polesan makeup yang tipis. Jessy terlihat lucu, manis di lihatnya. Bagaikan boneka Barbie, yang teramat lucu.


Jessy dan Gita menggunakan dress berwarna ungu muda, serta sepatu flat. Gita pun menggunakan make-up yang natural, yang tidak terlalu tebal di wajahnya. Dengan rambutnya yang di gerai, dan di beri dengan hiasan bando


Gilang dan keluarga melihat penampilan Jessy dan Gita, yang terlihat cantik, terkesan manis. Membuat semua tersenyum dengan mereka berdua.


Apalagi Gilang, yang memandang Gita Engan berkedip. Membuat Gita menjadi salah tingkah di perhatikan seperti itu.


"Pah, aku sudah cantik belum. Masa yang di lihat dari tadi ka Gita aja." Ucap Jessy dengan memanyunkan bibirnya.

__ADS_1


Dan terlihat Jessy yang memanyunkan bibirnya, semuanya pun ikut tersenyum mendengar Jessy bicara seperti itu.


Gilang yang kepergok memperhatikan Gita pun langsung menghampiri Jessy.


" Uuuh.... Anak papah mah sudah pasti cantik sayang. Kamu sudah kaya princess tau tidak, memang siapa yang buat kamu seperti ini.?" Ucap Gilang yang menggendong Jessy. Namun Maya dan senyum nya ke arah Gita.


Tentunya Gita tersenyum dan tersipu dapat tatapan dari Gilang.


" Dari ka Gita pah, Jessy cantik kan pah.?" Tanya Jessy sekali lagi.


" Cantik sayang, papah sampai jatuh hati sama kamu sayang. Muuuacch..." Jawab Gilang dan mencium putri yang sangat menggemaskan ini.


Setelah siap semuanya, mereka kini bersiap siap untuk kerumah Reni. Dengan segala parcel yang sudah di masukan ke dalam mobil.


Gilang juga mengajak para tetangganya untuk ikut acara lamarannya Lukman. Karena memang tetangga Gilang juga kenal dengan Lukman dan mamah Henny.


" Pak Gilang, pintar banget cari calon istri. Sudah cantik, pinter menarik hati pak Gilang lagi. Dan Jessy seperti nya lengket sekali itu, sama calon ibu sambung nya." Ledek pak Udin.


"Iya pokok nya pak Gilang top markotop. Bisa dapetin Istri cantik seperti itu, beruntung nya pak Gilang". Ledek pak Jarwo.


" Pak Jarwo mau gadis seperti calonnya pak Gilang.? Cari lagi aja kalau masih kurang, tapi ingat anu kamu bisa berkurang juga nanti, di potong sama bojo mu wo.?" Ucap pak Yusuf yang menakut nakutin pak Jarwo.


" Sembarangan kamu Suf, nanti anu ku di potong bisa berabeh Suf. Wong punya bojo satu aja bikin endas ku mumet, apa lagi nambah. Buntut ku saja ada tiga, bisa bisa mereka bikin kelompok, aku di keroyok sama pasukan bojo ku nanti. Kalau aku nambah bojo, bisa berabeh ". Jawab pak Jarwo dengan bergidik negeri.


Itu membuat bapak bapak yang mendengar tertawa. Pak Hendra dan Lukman pun ikut tertawa, Sedangkan Gilang hanya tersenyum mendengarnya.


"Sudah sudah pak Jarwo, pak Yusuf, pak Udin, bercandanya. Sekarang kita berangkat yuk, takut kemalaman. Nanti kita lanjut lagi." Ucap pak Hendra dan di angguki oleh Semuanya.


Keluarga Lukman, Gita dan keluarga Gilang pun semuanya sudah masuk ke dalam mobil. Dan para tetangga pun juga sudah masuk ke dalam mobil, dan mengendarai mobil menuju ke rumah Reni.


Kini semua rombongan Gilang dan Lukman sudah sampai di rumah Reni.

__ADS_1


Di kediaman Reni pun, sudah ada para warga yang menyambut kedatangan para tamu. Rombongan pun bersalaman dengan para tetangga. Ada sebagian tetangga Reni yang mengenal Gita, yang ikut rombongan calonnya Reni.


__ADS_2