Cinta Anggita

Cinta Anggita
Tawon liar


__ADS_3

"Kamu sengaja ya meminta maaf sama aku dengan pakaian kamu seperti ini. Kamu berniat menggoda aku .?" Kata Gilang dengan senyuman nakal nya.


Gita tak paham yang dikatakan oleh suaminya itu, kini mereka sudah sampai di dalam kamar. Dan Gilang meletakkan tubuh Gita di atas kasur mereka. Dengan tatapan yang enggan berkedip, yang terus menatap Gita dengan tatapan buas.


Gita pun langsung melihat pakaian yang ia gunakan saat ini, alangkah terkejutnya Gita salah mengambil baju.


Karena Gita merasa sedih karena di acuhkan oleh suaminya, jadi Gita asal mengambil pakaiannya tanpa melihat baju seperti apa yang ia gunakan saat ini.


Ternyata Gita menggunakan pakaian tidurnya dengan bahan tipis, hingga terlihat jelas bentuk tubuh Gita. Dan dengan warna pastel, sangat indah di pandang saat Gita gunakan.


Karena sudah terlanjur basah, ya sudah di basahin aja sekalian. Jika memang dengan cara seperti ini bisa membuat suaminya membaik, ya sudah Gita pasrah. Toh kini suaminya sudah berada di atas tubuhnya, mau dia apa kan lagi.


Gita pun mengikuti permainan yang di pimpin oleh suaminya tersebut. Merekapun melakukan olahraga malam, yang benar benar Gilang pimpin dengan profesional. Tubuh mereka pun sudah mulai memanas atas permainan yang mereka lakukan. Hingga keringat pun membasahi tubuh mereka, saat beraktivitas olah raga malam yang membuat mereka menikmati olah raga tersebut.


Gilang pun membuat banyak stempel warna merah, di tempat tempat yang Gilang sukai. Gita pun pasrah atas ulah suaminya yang memimpin olahraga malam tersebut.


Hingga Gita pun merasakan lelah,saat selesai olah raga. Bagaimana tidak baru beristirahat sehabis permainan pertama, lanjut ke permainan ke dua, bahkan sampai ke tiga tiga kali, barulah Gilang berhenti.


Gilang sangat sangatlah puas atas permainan mereka. Gilang memimpin permainan itu,dan Gita pun mengikuti arahan dari Gilang. Membuat suaminya semakin tertantang untuk permainan selanjutnya.


Pikir Gilang, mumpung putri kecilnya sedang tidak ada dirumah. Jadi kalau sehabis shalat subuh mereka bisa melanjutkan tidurnya, tanpa harus menemani putri nya bermain.


Kini Gita sudah tertidur pulas dalam pelukan Gilang.


Keesokan harinya, Gita sedang bingung memilih pakaian untuk menutupi area lehernya. Karena akibat ulah suaminya, banyak tanda merah di bagian itu. Gilang yang sejak dari tadi memperhatikan istrinya dengan bibir cemberut dan sedang berkomat kamit, membuat Gilang terkekeh seorang diri.


" Git kamu sedang mencari apa.? Tangan bergerak, mulut kamu pun ikut bergerak. Kamu sedang baca mantra untuk apa, untuk permainan nanti malam ya, Biar tambah greget gimana gitu ya.?" Gilang yang mendapat tatapan tajam dari istrinya hanya terkekeh melihatnya.


'Buat apa gue melototi dia, yang di pelototi aja lebih garang matanya. Mana dia taku, liat aja malah cengengesan gitu. Dasar gak ada akhlak, ini gue kan bingung cari baju buat nutupin bagian leher, akibat ulah dia juga. Padahal udah di tutup pake foundation dan bedak, tapi masih keliatan.." Dumel Gita yang hanya berani dalam hati.

__ADS_1


Sedangkan Gilang cuek dan fokus dengan alat gawai nya. Akhirnya Gita pun memakai atasan blouse berkerah dengan warna abu-abu, dan menggunakan celana jeans.


Saat siang hari, Gita dan Gilang sedang menikmati makan siangnya.


" Mas... Reni mau datang main kesini boleh kan.?" Gilang yang sedang mengunyah makanan, menatap Gita saat sedang bertanya.


"Kalian mau kemana.? Inget Git, kamu sedang aku hukum,jadi jangan keluyuran ke mana mana.!"


" Nggak kemana mana ko mas, Reni cuma ingin main aja ko. Aku juga tidak mau, waktu hukuman aku bertambah banyak". Gilang pun tersenyum.


"Istri ku yang pintar, ya sudah boleh Reni main kesini. Sekalian temani kamu, soalnya aku mau bertemu Tyo, dan pulang nya aku jemput Jessy sekalian." Gita pun mengangguk menurut dengan apa yang suaminya ucap kan.


Kini Gilang pun bersiap-siap untuk bertemu dengan Tyo, dan teman temannya bersama Lukman.


Tok tok tok .. Ada yang mengetuk Pintu kamar mereka, saat Gita membuka pintu ternyata Bu Ida yang membantu Gita dirumah.


"Permisi mba Gita, di luar ada mas Lukman dan calon istrinya."


Saat Lukman sedang mengobrol dengan Reni, datang lah Gita dan Gilang menuruni anak tangga. Gita pun tersenyum kearah Lukman dan Reni.


Namun bukan Lukman namanya kalau tidak kepo dan kompor. Lukman menatap tajam menyelidiki di are leher Gita, dan Gilang menangkap basah Lukman yang menatap istrinya.


Lukman pun tersenyum mendapatkan ada banyak tanda merah di bagian leher Gita. Lukman pun dapat tatapan membunuh dari Gilang, dan Lukman hanya cengengesan aja seperti kuda.


"Ayo Man, kita langsung saja jalan sekarang. Tatapan kamu sudah tidak senonoh menatap istri ku ." Sengaja Gilang berkata itu di depan Reni, dan alhasil Reni melotot ke arah Lukman.


"Sekak mat ". Reni menatap Lukman dengan tatapan membunuh..


Lukman hanya cengengesan, sambil menunjuk kan dua jari huruf V..

__ADS_1


"Yasudah aku sama mas Gilang keluar dulu ya, ada keperluan. Kamu tunggu di sini aja sama calon kakak ipar, ya calon istri ku".


"Iya". Jawab Reni dengan ketus, dan menunjukkan wajah malasnya.


Sedangkan Gita hanya cengengesan melihat kelakuan Lukman,calon suami sahabatnya,Yang tak lain adik iparnya.


Lalu Lukman dan Gilang pun meninggalkan Gita dan Reni dirumah Gilang.


Sedangkan dua cewek yang saling bersahabat itu, mereka saling tertawa.


" Git, itu vampir mana yang gigit .?" Sambil menunjuk ke arah leher Gita.


" Bukan vampir, tapi Rajanya vampir Ren". Jawab nya dengan malas


"Bukan vampir kayak Git, tapi nyamuk cikungunya kali Git.?" Sambil terkekeh.


"Bukan nyamuk, tapi tawon liar." Alhasil Reni ketawa ngakak, mendengar Gita jawab nya dengan nada ketus.


"Hahahahah... Jadi ini yang di maksud sama mas Lukman, elo bakalan dapat hukuman dari laki elo Git." Kata Reni yang masih cekikikan di depan Gita.


"Tawa terus Ren, seneng lo ya liat gue menderita. Biarin puasin Lo ketawain gue, biar pita Suara Lo ilang kaya Squidward, terus di ganti pake pita suaranya Spongebob. Mau loe.?"


"Idih ngambek Bu bos". Ledek Reni." Git, semalam main bola berapa kali pertandingan nya.?" Reni masih betah meledek Gita.


"Rahasia dalam negri, orang asing gak boleh tau". Jawab Gita dengan ketus.


"Hahaha.... Iya ya ya itu urusan dalam negeri gue lupa... Gita mas Gilang nanggung banget sih bikin nya cuma di bagian situ. Bagian lain dong, ketiak, atau bo*ong ke, kan ekstrim tuh Git.?" Pertanyaan konyol Reni semakin tak karuan.


"Terus terus Zubaidah, lo puasin dah ngomong nya. Nanti kalau elo udah ngerasain, baru tau rasa. Eeh... Jangan jangan nanti elo lagi yang lebih agresif dari mas Lukman." Akhirnya mereka pun tertawa bersama.

__ADS_1


bersambung....


__ADS_2