
" Iya Git, aku paham. Aku telat, kini kamu sudah terikat dengan pria itu. Yang lebih mapan ya Git, dari pada aku yang hanya karyawan biasa. Andai saja waktu bisa berputar kembali Git, kakak akan mempersunting kamu dengan cepat. Mungkin kini kamu sudah menjadi istri aku Git".Gita menunjukkan wajah sedih mendengar Riko bicara seperti itu. Saat Riko mengucapkan Gita memilih Gilang karena Gilang yang mapan.
Gita tidak pernah memilih cowok dari materi, jika seandainya saja Riko yang lebih dulu melamar Gita, Mungkin Gita akan menerima Riko. Ucapan Riko membuat Gita kembali mengingat akan ucapan Citra kalau Gita cewek matre. Memanfaatkan Jessy untuk memikat Gilang.
"Ko ka Riko bicara seperti itu, aku tidak seperti apa yang ka riko ucapkan". Ucap Gita dengan menundukkan wajahnya, dan Riko pun sadar Sepertinya dirinya sudah menyinggung perasaan Gita.
" Bukan gitu Git, maksud aku. Maaf kalau menyinggung, maksud aku, kamu pantas mendapatkan pria yang sudah mapan. Sedangkan aku apa, hanya karyawan biasa." Ucap Riko Yang menjelaskan kembali agar Gita tak tersinggung.
" Aku paham ka, aku hanya berpikir setiap orang pasti menilai ku seperti itu. Bukan hanya Kaka saja, yang bicara seperti itu.
Ka mungkin ini takdir kita, mungkin Kaka nanti mendapatkan gadis yang lebih baik dari aku. Ka aku harap kamu mengerti, Semoga kamu mendapat gadis yang baik-baik." Ucap Gita, dan Riko hanya tersenyum kecut mendengar nya.
" Bagaimana bisa Git, aku sendiri saja masih mengharapkan kamu Git. Apa mungkin aku mendapatkan gadis baik seperti kamu Git". Ucap Riko dalam batinnya.
Saat mereka berdua saling diam tak saling berbicara. Pak Jaka dan Bu Siti menghampiri Gita.
" Gita, kita pulang yuk sudah malam". Ajak pak Jaka, dan di angguki Gita.
Gita pun bangun dari duduknya, berpegangan ke ayahnya.
"Ka Riko aku pulang ya.?" Pamit Gita dan Riko pun mengangguk.
" Riko, ibu dan bapak balik pulang ya, sudah malam juga kalian juga harus istirahat". Pamit Bu Siti dan Riko pun mengangguk.
" Iya Bu, trimakasih juga sudah membantu ibu seharian. Ibu juga harus istirahat ya, bapak juga ya." Pak Jaka dan Bu Siti mengangguk dan tersenyum.
" Iya Riko trimakasih, kalau begitu bapak dan ibu pamit. Assalamualaikum...." Kata pak Jaka.
" Waalaikumsallam.." jawab Riko.
Gita dan kedua orangtuanya pun berjalan kaki untuk Pulang. Saat Gita sudah tak terlihat, Riko pun masuk ke dalam kamarnya. Dan merebahkan dirinya atas tempat tidurnya.
__ADS_1
Terdengar suara ketukan pintu dari luar. Tok, tok, tok. Pintu kamarnya pun terbuka, dan terlihat kepala Reni yang melongok ke arah Riko, dengan menyengir. Lalu Reni duduk di pinggir tempat tidur.
"Kenapa dek.?" Riko melihat
" Hihihi gak kenapa-kenapa ka.Ka, itu mas Lukman ngasih uang pelangkah berapa.?" Tanya Reni yang kepo ingin melihat isi amplop nya.
"Apaan si kamu dek, kakak juga belum liat berapa. Tuh masih ada di lemari, lagian kamu kepo banget si jadi dek.?" Jawab Riko sedikit kesal dengan rasa kepo adiknya.
" Abis penasaran ka, hehehe.... Coba Ka aku mau liat, liat doang ga minta ka". Ucap Reni dengan memelas.
Huff... Riko menggelengkan kepalanya, melihat sikap adiknya yang seperti itu. Akhirnya Riko menuruti apa yang adiknya ucapkan. Riko turun dari tempat tidur nya, dan membuka lemarinya. Lalu Riko mengambil amplop berwarna coklat, dari dalam lemari. Lalu duduk di samping Reni, dan Reni Cengar-cengir di depan Riko.
" Nih bocil yang kepo". Riko meletakkan amplop nya.
" Buka ka, jiwa kepo Ku meronta-ronta. Hehehehe....".Riko memegang amplopnya." Kayaknya Rebel KA.?"
Riko hanya menaikan kedua bahunya. Dengan hati hati Riko membuka amplopnya, Riko intip isi amplopnya. Saat di keluarkan isinya mata Riko dan Reni melotot sempurna.ada dua ikat uang berwarna merah , bertulisan 20 juta.
Untuk orang sederhana seperti mereka, uang 20 juta sangat besar. Mata Reni masih terpesona melihat duit nilai segitu.
" Ka aku bisa punya duit segini, harus berapa lama ka ngumpulin nya ya. Gaji aku aja seberapa, kalau sampe segini, tanpa kasih ibu, berapa lama ya." Ucap Reni yang masih berhalusinasi melihat duit segitu.
Reni memang sedikit lebay, paling bnyak juga dia memegang duit 3 juta. Lah ini sampe 20 juta gimana gak melotot buat Reni.
"Lebay banget si kamu dek, bener bener ya mas Lukman ko bisa suka ya sama cewek lebay kaya kamu.?" Ledek Riko membuat Riko di pelototi Reni. Dan Riko pun hanya terkekeh melihat adiknya yang kesal.
" Dek nanti kamu tanyakan ke calon kamu, bener dia kasih pelangkah untuk kakak dengan jumlah ini. Takutnya dia salah masukin, uang untuk urusan yang lain, dia kasih ke kakak kan kasian dek.?" Ucap Riko, dan Reni menganggukkan kepalanya
"Iya Ka nanti aku tanyain ke orangnya dah. Ya udah deh aku mau tidur dulu ka, aku udah ngantuk nih." Kata Reni, Riko pun mengangguk.
Dan Reni pun keluar dari kamar kakaknya, dan kembali ke kamarnya.
__ADS_1
Keesokan harinya Lukman ingin mengajak Reni jalan berduaan. Mumpung masih hari libur sengaja Lukman ingin menikmati jalan berdua dengan Reni.
Saat sedang makan di sebuah restoran, Reni pun bertanya ke Lukman.
" Mas ada yang ingin aku sampaikan ke kamu.?"
" Apa sayang, apa yang ingin kamu tanyakan Hem... Kamu ingin tanya kapan tanggal nikah kita, atau kamu ingin minta di percepat pernikahan kita.?" Kata Lukman dengan nyeleneh, membuat Reni geli mendengarnya.
" Gak bukan masalah itu mas. Tapi masalah uang pelangkah kakak aku.?"
" Ada apa sama uang pelangkah nya, apa kurang uang pelangkah nya . Bilang saja sayang ke kakak kamu, dia minta berapa lagi, nanti aku tinggal tambahkan." Jawab Lukman dengan sombongnya.
" Cek, cek, cek, Sombongnya kamu itu mas." Kata Reni dengan berdecak, dan Lukman pun terkekeh." Kakak aku tuh gak sematre itu mas." Lukman tersenyum melihat Reni dengan bibir manyun nya.
"Iya iya maaf, terus kenapa sama uang pelangkah nya Hem....?" Sambil membelai rambut Reni dengan lembut.
" Memang nya Isi uang pelangkah nya, di amplop berwarna coklat itu. Dan jumlahnya 20 juta mas, memang itu benar.?" Lukman pun mengangguk. Dan Reni pun terkejut mendengarnya.
" Kenapa si sayang, ko kaget begitu. Itu memang uang pelangkah nya kakak kamu. Aku ga salah masukin uang nya, memang aku sudah siapkan sudah lama sayang. Memang Kenapa si , kakak kamu menolak.?"
Reni menggeleng kan kepalanya.
" Bukan kurang, tapi kata kakak memang gak kebanyakan itu duitnya..?" Tanya Reni dan Lukman malah terkekeh.
" Gak sayang, justru itu malah kurang sepertinya menurut aku.. Kasian kakak kamu di langkah sama kita, justru aku malah berniat ingin memberikan tambahan lagi untuk Riko kakak kamu."
Ucap Lukman dengan serius, membuat Reni terharu mendengar nya.
" Trimakasih loh sayang, kamu itu memang calon suami pengertian". Ucap Reni, membuat Lukman Makin sayang sama sikap Reni dengan manja nya dia.
Memang bagi Lukman Reni itu gadis yang istimewa, bagaimana tidak istimewa. Dia begitu sangat di sayangi oleh kakaknya, dan Lukman berharap bisa menyayangi Reni dengan segenap hatinya, Karena Reni membuat hidupnya berwarna selama ini.
__ADS_1
Bersambung...