Cinta Anggita

Cinta Anggita
Andi kembali


__ADS_3

" Siapa dia, kenapa begitu dekat sama Gita dan keluarganya. Kenapa dada ini begitu sesak melihat Gita dekat dengan cowok itu, astaga Gilang ingat dia itu sudah punya pacar jangan coba coba nikung hubungan orang". Orang itu bicara seorang diri, Ya pria itu adalah Gilang . Gilang pun akhirnya hanya menunggu di kursi depan.


Saat pak Jaka ingin keluar,pak Jaka terkejut karena ada Gilang yang duduk kursi depan.


"Loh ada nak Gilang, kenapa di luar. Kenapa tidak masuk ke dalam aja?"


"Tidak pak, seperti nya ada tamu saya merasa tidak enak takut mengganggu."


"Ow itu Riko kakaknya Reni, yang kerja sama nak Gilang".


"Kakak nya Reni.?"


"Iya dia di suruh ibunya buat nganterin makanan, yasudah masuk nak Gilang". Pak Jaka pun mengajak Gilang masuk.


Setelah masuk, Riko pun melihat seorang laki-laki masuk keruangan Gita." Siapa Git.?"


"Itu pak Gilang, anaknya pak Hendra yang punya pabrik di tempat aku ka." Riko pun mengangguk.


Sedangkan pak Jaka pun ia kembali keluar kamar Gita. Dan akhirnya Gilang dan Riko pun saling berpandangan, terlihat sisi keduanya sama-sama mempunyai wajah dingin.


"Pak Gilang kenalkan,ini Ka Riko


Dia ini kakak nya Reni pak". Gita memperkenalkan Riko ke Gilang.


Mereka pun saling bersalaman, dan memperkenalkan diri . Namun tatapan dingin nya tak lepas dari mereka.


"Seperti nya cowok ini suka sama Gita, dari cara bicara nya ke Gita sepertinya dia punya rasa lebih. Apa lagi sampai memberikan sesuatu ke Gita". Ucap Gilang dalam hati yang perkiraan Gilang saja.


"Kaya nya ni cowok bukan hanya sekedar bos aja deh, gue yakin ni cowok kayak nya juga suka sama Gita. Hufh... Kalau gitu dulu gue nikahin aja Gita biar gue gak liat kaya gini".Ucap Riko yang berkecamuk dalam hatinya, dan penuh penyesalan.


Kedua Tangan Riko pun terkepal, Gilang bisa melihat itu." Gita, ka Riko pulang ya. Kamu cepat sembuh, nanti kalau kakak gak lelah kakak kesini lagi jenguk lagi". Ucap Riko pamit ke Gita.


"Nggak usah ka, kalau lelah ya ka Riko istirahat aja di rumah. Doa kan aja aku biar cepat sembuh Ka".


"Pasti dong, ya sudah kakak balik dulu ya." Riko membelai rambut Gita,Gilang pun yang melihatnya pun menoleh ke arah lain ." Kakak balik ya, Assalamualaikum".


"Waalaikumsallam". Jawab Gita.

__ADS_1


Lalu Riko pun pamit ke Gilang lalu ke ibunya Gita. Setelah pamitan Riko pun keluar dan meninggalkan rumah sakit.


****


Tak terasa waktu terus berjalan kini semingu sudah berlalu, Gita di rawat di rumah Sakit. Kini Gita sudah memulai aktivitas nya kembali, memulai kerja kembali.


Dan kini Gita mendapatkan pesan dari seseorang yang Gita nanti, siapa lagi kalau bukan Andi.


✉️ Gita maaf aku baru membalas pesan kamu, kemarin aku sibuk. Git kamu habis dirawat dirumah sakit ya, maaf ya sayang aku tidak bisa menemani kamu.


✉️Git nanti kita jalan yuk, tapi kita berdua aja jangan ajak Reni. Ada yang ingin aku bicarakan sama kamu masalah serius.


✉️ Oke nanti kita ketemu an


Sebenarnya Gita marah dengan pesan yang Andi kirim, entah kenapa Gita merasa ada yang beda dari Andi.


✉️Nanti aku jemput kamu ya sayang.


✉️Iya Ndi.


Dan tepat pukul empat sore Gita sudah siap dan akan pergi bertemu dengan Andi.


"Git elo jadi mau ketemu Andi.?"


"Jadi Ren, ko perasaan gue nggak enak gini ya Ren. Soalnya Andi ngirim pesan nya beda aja gitu, bukan Andi yang kita kenal Ren.


"Ya sudah, ko temuin dulu, nanti balik gawe gue langsung nyusul elo berdua. Gue juga bingung ko Andi cuma ingin ngomong penting sama elo aja. Nanti loh Sherlock ya, biar gue bisa nyusul." Gita pun mengangguk, lalu Gita pun pergi meninggalkan Reni.


Saat Gita sampai depan pagar, memang sudah ada Andi di depan. Tapi dia terlihat lebih diam seperti Andi yang dulu.


Andi menggunakan Hoodie hitam dengan tangan kanannya di masukan kedalam kantong Hoodie. Andi pun menggunakan masker hitam, Gita pun menghampiri Andi.


"Andi, ko kamu baru Dateng. Kamu kemana aja, kamu nggak kangen sama aku Ndi.?" Ucap Gita dengan mata yang sudah mengembun, dan air mata pun turun ke pipi Gita.


Andi yang melihatnya pun merasa tak tega. Gilang pun langsung mengusap air mata Gita dengan ibu jarinya." Kangen banget Git, malah saat aku tau kamu sakit,aku pun seakan merasakan sakit yang kamu rasakan. Maafkan aku sayang aku buat kamu sedih, maaf ya." Andi mengecup kening Gita, dan Gita pun tersenyum mendapatkan kecupan dari Andi . Walaupun hanya di kening, itu sudah bisa membuat Gita sedikit tenang.


" Kita jalan sekarang ya." Gita pun mengangguk, dan mereka pun pergi meninggalkan tempat kerjanya Gita, dengan mengendarai motor nya Andi.

__ADS_1


Gita merasakan seperti nya ada yang di rahasiakan oleh Andi, namun Gita belum bisa menebak apa yang di rahasiakan Andi.


Tiga puluh menit Gita dan Andi sampai di tempat yang Andi tuju, Gita faham di mana Andi akan mengajak Gita ke cafe. Dimana cafe itu tempat Andi mengungkapkan perasaan ke Gita dulu.


Andi menggenggam tangan Gita dengan tangan kirinya, sedangkan tangan kanannya berada di dalam saku Hoodie nya.


"Sayang ada yang kamu ingin beli tidak Hem.?" Gita menggelengkan kepalanya." Yasudah kita langsung saja ya ke cafe nya." Dan Jawaban Gita juga hanya mengangguk, lalu Andi menghentikan langkahnya." Kamu marah Git sama aku.?" Lagi lagi Gita hanya menggelengkan kepalanya.


"Kita langsung aja Ndi,aku juga sudah lelah rasanya." Andi pun mengangguk lalu melanjutkan langkahnya kembali, dengan tangan kirinya yang masih menggenggam tangan Gita.


"Aku nggak tau ada apa sama perasaan aku ini, aku merasa ada yang kamu sembunyikan dari aku Ndi". Ucap Gita dalam hati, dan Gita merasakan hatinya yang tak tenang, hati dan pikiran saat ini tak sejalan.


Kini Andi dan Gita kini sudah sampai di cafe yang tempat biasa mereka kunjungi. Yaitu cafe yang berada di atas roof top,ya Reni, Gita,dan Andi kadang suka kumpul di tempat ini.


Ya tempatnya selain keren Karena dapat melihat pemandangan dari roof top, ada live music nya juga, Dan yang punya juga kenalan Andi, jadi lumayan kalau nongkrong suka dapat potongan harga.


Balik ke Gita


Kini Andi dan Gita sedang duduk berhadapan," Git kamu lapar tidak,aku pesan makanan juga ya buat kamu. Nanti kamu pasti lapar, kalau kamu nggak makan."


"Kamu juga makan ya Ndi.?"


"Aku sudah makan ko sayang tadi sebelum jemput Kamu." Gita pun cemberut mendengar kalau Andi tidak mau ikut pesan makanan.


"Ya udah nggak usah, aku bisa makan di rumah nanti, kamu nggak usah khawatir." Jawab Gita dengan ketus.


Andi pun tersenyum." Yasudah aku pesan juga." Andi pun memanggil pelayan untuk memesan.


Namun Andi lupa dia melambaikan tangannya menggenakan tangan kanannya. Dan Gita dapat melihat dengan jelas jari manis kanan Andi terpasang cincin, ya Gita melihat ada cincin yang melingkar di jari manis Andi.


Jlebb... Jantung Gita seakan berhenti seketika, Gita merasa sesak di dadanya. Gita bukan anak kecil, atau orang bodoh yang tidak mengetahui jika ada cincin melingkar di jari manis kanan.


Andi memesan makanan dan minuman untuk Gita dan dirinya. Dan Andi menangkap wajah Gita yang berubah ekspresi, dari tersenyum menjadi merah padam. Seperti orang yang menahan marahnya.


bersambung.....


...Hai hai hai ,, Tak bosen bosen nya aku ingetin, jangan lupa tinggalkan jejaknya. Like dan komentar kamu itu berarti buat aku. kalau memang berkenan boleh juga kasih hadiah atau vote nya. Heheheeh.....🙏🙏🙏...

__ADS_1


... Trimakasih buat kalian yang sudah membaca karya ku ini. Dan trimakasih juga bagi yang sudah like cerita nya. semoga kebaikan kalian di balas oleh Allah SWT. Aamiiin..........


__ADS_2