Cinta Anggita

Cinta Anggita
Datang nya Bella.


__ADS_3

Besok saya akan naik menghadap ke pak Lukman kalau perlu ke pak Gilang. Saya akan jelaskan dari awal tadi siang bagai mana Citra kamu siap kan. Kalau saya tentu siap". Kata Gita dengan senyum meledek Citra.


Reni yang mendengar kalau tadi siang sahabat nya itu ada masalah dengan Citra, Lantas bertanya." Tadi siang ada masalah apa Git?"


"Tadi siang ada orang yang Kata nggak sengaja ngerusak coklat lollipop gue. Udah ngerusak bukan nya minta maaf ini malah ngajak ribut ngatain gue segala. Dia pikir bikin lollipop begitu gampang banget apa ya. Untung aja Fahri mau bantuin gue dan tadi dapat hasil lumayan. Kalau dia nggak bantuin, Gue harus bikin sendiri". Kata Gita yang nyindir Citra.


"Bener bener ya kalian itu. Iihh... Gita masih sabar loh. Kalau jadi gue Abis Lo sama gue Citra." Reni juga ikut geregetan .


"Sudah sudah kalian bubar pokoknya besok kamu Gita dan Citra saya harap besok waktu kerja tidak ada lagi berantem seperti ini. Dan kalian kalau yang menurut kalian tidak baik jangan ikutan. Kalian


seperti anak kecil tau nggak Suka nya ikutan aja".omel Lukman tunjuk teman teman Citra di belakang.


Mereka pun bubar dengan cepat. Hanya tinggal Reni,Gita dan Lukman." Git kamu kenapa si. Kamu biasa nya sabar loh. Ko ini kamu jadi emosi". Tanya Lukman yang duduk di atas motornya.


"Terus kalau saya di hina,dan saya mau di tampar saya harus sabar dan diam saja pak. Kalau itu di posisi pak Lukman bagaimana. Saya bisa sabar pak, tapi jika saya di hina terus menerus saya nggak akan diam". Gita masih dengan rasa kesalnya.


"Ow iya Ren, ini terakhir kalinya gue naik motor elo. Besok gue bawa motor sendiri." Kata Gita membuat Reni kaget.


"Elo marah sama gue Gita sampai elo nggak mau naik motor lagi sama gue". Tanya Reni takut Gita marah sama dirinya.


"Enggak gue nggak marah. Gue nggak mau aja gue dihina terus. Lagian motor ayah di pakai saudara. Dan dia katanya mau tinggal di kampung, jadi motor ayah nanti di balikin lagi ke ayah." Gita menjelaskan takut Reni tersinggung.


"Ow gitu iya dah. Lo besok bawa motor gue cuma takut Lo marah juga sama gue."kata Reni yang langsung memeluk Gita.


Dan itu membuat mereka saling terkekeh. Termasuk Lukman yang melihat persahabatan mereka yang saling mengerti. Dan akhirnya mereka pun pulang dan berpencar masing-masing. Antara Lukman dan Reni karena mereka beda arah.


****


Balik ke bapak satu anak.

__ADS_1


Saat Gilang sampai rumah dan masuk kedalam. Gilang di sambut seorang gadis cantik berpakaian seksi. Yang langsung menghampiri dirinya dengan berjalan berlenggak lenggok.


" Hai Gilang sayang. Aku kangen kamu Mmmuaaach... Mmuaachh..." Kata seorang gadi yang langsung memeluk dan cipika-cipiki Gilang.


" Kamu kapan sampai Bella.?" Tanya Gilang


"Kenapa kamu tidak kabari aku kalau kamu mau datang ke sini". Kata Gilang yang duduk di sofa dan Bella terus mengikuti Gilang dan selalu di dekat Gilang.


Dengan manja nya Bella memeluk lengan Gilang,dan bersandar di dada bidang Gilang.


"No, nanti kamu pasti akan minta ketemuan di luar. Kalau begitu kapan aku akrab dengan anak kamu Jessy.. Dan kita kapan menikah Gilang. Aku sudah lama menunggu kamu Gilang". Bella berkata seperti itu dengan nada manjanya.


"Aku tidak bisa terlalu lama menunggu kamu sayang. Aku terlalu amat mencintai dirimu. Ayolah Gilang kamu bujuk anak kamu paksa saja. Atau kita menikah saja pasti anak kamu akan menerima aku sebagai mamah sambungnya. Lama kelamaan Jessy akan menerima aku pasti Sayang". Kata Bella dengan tidak sabar nya. Dengan tangannya yang terus membelai wajah dan tubuh Gilang.


Lalu tiba-tiba Jessy datang menghampiri Gilang." Tidak aku tidak mau kalau papah menikah dengan Tante Bella. Tante tidak tulus sayang aku. Tante itu jahat, Aku tidak mau punya mamah seperti tante".


Gilang membentak Jessy di hadapan Bella. Membuat Jessy menangis, dan itu membuat Gilang merasa pusing." Papah jahat. Jessy benci papah." Jessy pun pergi berlari menuju kamarnya dan mengunci pintunya.


Lalu Bu Yuni pun datang," ada apa Gilang bunda mendengar Jessy kamu bentak".


"Iya Bun Jessy tidak sopan dengan Bella tadi. Mangkanya Gilang nyuruh Jessy minta maaf ." Kata Gilang dengan wajah bersalah nya karena sudah membentak sang anak.


" Tidak seharusnya kamu seperti itu Gilang terhadap anak kamu. Kamu orang tua tunggal untuknya. Kepada siapa lagi dia mengadu. Kamu bentak anak kamu sendiri bagaimana perasaan nya Lang." Kata bunda Yuni dengan wajah marahnya.


" Dan kamu, kalau kamu tidak bisa menunggu Gilang lama lama, lebih baik kamu menikah lah lebih dulu. Seorang gadis tidak pantas bergelantungan seperti itu di lengan laki laki yang bukan muhrimnya. Lebih baik kamu keluar dari rumah saya." Ucap Bu Yuni masih dengan nada sopan. Namun membuat Bella tersinggung.


"Tapi saya masih ingin ketemu Gilang Tante." Kata Bella yang menggandeng tangan Gilang.


Bunda Yuni menggelengkan kepalanya.

__ADS_1


" Gilang kalau kalian masih ada urusan selesai kan di luar. Jangan di sini. Saya tidak mau cucu saya sampai sakit nantinya karena kalian. Terutama kamu Gilang sebagai ayahnya." Lalu bunda sehabis bicara seperti itu berjalan meninggalkan Gilang dan Bella yang masih berada di ruang tamu.


Gilang mengajak Bella keluar dari rumah nya, Dan masuk kedalam mobil. Gilang melaju kendaraan dengan santai. Namun selama di perjalanan nya dia teringat dengan anaknya yang sudah ia bentak.


"Sayang kita mau kemana?" Tanya Bella yang masih bersandar di bahu Gilang .


" Bella jangan seperti ini aku lagi menyetir." Gilang dengan menggerakkan pundaknya.


"Gilang kamu berubah sekarang, kamu tidak seperti Gilang yang aku kenal. Memang selama ini kamu menganggap aku apa si Lang?" kata Bella dengan suara marah nya.


Gilang pun memberhentikan mobilnya di pinggir jalan. Lalu Gilang menatap Bella dengan wajah dinginnya.


"Memang selama ini kita punya hubungan yang seperti apa Bella, selama ini kita memang tidak punya hubungan apa-apa. Kita hanya kenal biasa, hanya kamu yang menganggap perkenalan kita ini lebih. Dan aku juga tidak pernah memberikan harapan apapun untuk kamu. Dan asal kamu tau,aku tidak mau memaksa anak ku untuk meminta kamu untuk menjadi ibu sambung untuk anak ku. Dan kamu lihat belum aku paksa anak ku sudah menolak. Jika memang kamu tulus sayang sama anak ku kamu tunjukan perhatian dan kasih sayang kamu ke anak ku. Ku yakin Jessy pasti bisa merasakan ketulusan hati kamu".


"Apa kamu jangan jangan sekarang lagi dekat dengan seseorang sampai kamu seperti itu. Iya Gilang.? Kamu tega Gilang sama aku, kamu jahat Gilang ". Kata Bella dengan memukul lengan Gilang.


" Cukup Bella. Aku tidak pernah dekat dengan siapa pun. Lebih baik kamu aku antar pulang saja." Kata Gilang yang menyalakan mesin mobilnya kembali.


"Tidak perlu turunkan aku di sini saja. Aku tidak mau kamu antar. Kamu laki laki jahat Gilang. Kamu pemberi harapan palsu." Sehabis berkata itu Bella langsung turun dari mobil Gilang .


Gilang yang merasa tak pernah kasih harapan kepada stiap gadis. Gilang pun merasa cuek. Gilang pun melaju kendaraan nya meninggalkan Bella di jalan.


Bella yang turun di pinggir jalan benar benar marah dengan Gilang." Awas kamu Gilang,aku harus mendapatkan kamu. Jika tidak bisa orang lain pun juga tidak akan boleh mendapatkan kamu. Dasar anak sialan gara gara anak itu rencana ku gagal". Bella menghentak hentakan kaki nya karena Merasa kesal.


Gilang pun mengendarai mobil nya menuju rumah orang tuanya. Dimana dirinya harus membujuk Jessy dan meminta maaf kepada gadis kecil nya itu.


"Maafkan papah nak, Papah sudah membuat kamu menangis kamu segalanya buat papah nak." Gilang berbicara sendiri di dalam mobilnya.


Gilang terus mengendarai mobilnya dengan sangat cepet. Dan sampai lah Gilang di rumah orang tuanya. Gilang masuk ke dalam dan berjalan menuju kamar di mana gadis kecilnya itu berada.

__ADS_1


__ADS_2