Cinta Anggita

Cinta Anggita
membuat lollipop 1


__ADS_3

"Jessy belum tidur Sayang. Tidur dong kasian tuh papah nya sudah nemenin Jessy tapi belum tidur. Papahnya kan juga cape sayang."kata Gita yang masih memandang layar handphone nya.


Gilang yang berada di samping Jessy . Mendengar kata-kata Gita membuat Gilang senyum senyum sendiri.


Entah apa yang di bicarakan Gita dan Jessy. Gilang pun tak tau karena Gilang sudah pindah duduk di balkon kamarnya. Karena jika Gilang masih menemani Jessy membuat Gilang tidak fokus akan laporan hasil kerjaan yang berada di Bandung.


Cukup lama Gilang berkutik di depan layar laptopnya. Hingga Gilang pun berniat menyudahi kerjaan nya. Gilang pun menutup layar pipih tersebut. Dan menutup pintu balkonnya. Dan masuk ke dalam kamarnya.. Gilang melihat Jessy sudah tertidur, namun layar handphone nya masih menyala. Pas Gilang lihat panggilan video call nya masih menyambung.


Gilang tersenyum melihat di layar telpon nya terdapat wajah Gita yang sedang tertidur. Gilang melihat nya dengan tersenyum dan menggelengkan kepalanya. Dengan jahilnya Gilang screenshot gambar Gita yang ada di panggilannya. Ekspresi Gita yang sedang tertidur begitu nyenyak dengan rambut yang acak acakan. Namun masih terlihat manis menurut Gilang.


"Dasar Gita panggilan lewat video sama anak kecil aja sampe tertidur.. kalau memang tadi sudah ngantuk ngapain ngeladenin Jessy coba. Jessy juga udah malem masih aja ingin telpon Gita." Kata Gilang yang melihat Jessy yang tertidur dan Gita yang berada di handphone nya.


Gilang pun mematikan panggilan nya. Gita pun terkaget layarnya yang menyala. Ada bacaan panggilan berakhir. "Ya ampun bisa bisanya gue telponan sama anak kecil ketiduran. Tapi ko tadi kaya suaranya di pak Gilang ya. Astaga jangan jangan tadi pak Gilang yang matiin tuh panggilan dan ngeliat gue ketiduran donk. Aaaahh... Gita Gita elo ko ***** banget ya. Nggak boleh nempel bantal dikit pengen nya molor Mulu.. Bodo aah anggap aja gue nggak tau." Kata Gita lalu melanjutkan tidurnya kembali


Seperti biasa Gita sudah siap. Gita menunggu Reni yang akan menjemput bareng dengannya. Sebenarnya Gita ada motor hanya saja Reni slalu ingin bareng sama Gita. Pernah Gita membawa motor milik ayahnya. Reni marah banget sama Gita "katanya Lo harus bareng gue. Kecuali gue nggak masuk karena sakit atau ada urusan itu terserah. Kalau gue kerja Lo harus bareng gue." Kata Reni .


Sebenarnya Gita juga ngerasa nggak enak aja jika bareng Reni terus. Apalagi kalau Reni di kasih uang bensin pasti nolak terus. Hanya dengan makanan masakan Gita, Reni tidak bisa menolak. Justru itu Gita selalu bawa makanan banyak untuk Gita dan Reni makan siang. Kadang juga Reni suka sarapan dirumahnya Gita.


Terkadang Gita Marasa beruntung punya sahabat seperti Reni. Walaupun suka di ledekin kadang di marahin dia nggak pernah marah. Begitu pun Gita sering Reni marah sama Gita, tapi sama Gita nggak pernah di masukin ke hati setiap kata kata Reni. Reni memang jutek, tapi dia slalu peduli sama Gita. Menurut Gita susah mencari sahabat seperti Reni. Yang baik terkadang, nyebelin, ngeselin, tapi slalu ada untuk nya.


Dari dalam Gita mendengar suara motor nya Reni. Gita pun keluar" hei Reni masuk sini." Gita pun tersenyum melihat Reni yang juga tersenyum melihatnya.


" Hei Maimunah semalam bagaimana obrolan elo sama Abang gue?" Tanya Reni yang sedikit kepo. Yang baru saja turun dari motor nya.


"Ya gitulah Bu Mutia itu mantan Ka Riko. Dan pernah pacaran cukup lama juga. Tapi kak Riko putusin karena memang dia suatu hal yang memang harus putus. Jadi bukan karena gue." Penjelasan Gita ." Reni Lo udah sarapan, kalau belum makan yuk.." Ajak Gita ke reni. Tentu Reni pun mengangguk. Dan segera mengambil piring dan menyendok nasi dan lauk nya.

__ADS_1


"Jadi benar kakak gue pernah pacaran sama tuh nenek sihir, Iiihh.....bagus nya udah putus ya. Kalau belum idiiiihh.... Smit amit gue bisa berantem sama dia." Kata Reni dengan bergidik ngeri.


"Yasudah makan jangan marah marah. Tidak baik marah marah depan makanan ". Kata Gita yang sedang menikmati sarapannya.


Mereka pun melanjutkan sarapannya. Setelah itu mereka pun bersiap siap untuk berangkat." Git nyokap bokap kemana?" Tanya Reni yang seperti mencari seseorang.


"Ibu lagi istirahat di dalam lagi kurang sehat. Ayah biasa lagi keliling. Ywdh yuk kita jalan. " Ajak Gita dan di angguki Reni.


Mereka pun keluar dari rumah Gita . Gita pun menutup kembali pintu rumahnya. Reni menyalakan kuda terbangnya. Gita pun duduk di belakang Reni. Mereka pun saling bercerita di atas motor dan saling tertawa. Begitulah keseruan antara Gita dan Reni kalau sudah berdua.


Sampai akhirnya mereka pun sampai di pabrik di mana tempat mereka bekerja. Mesin kuda Reni pun di matikan. Kini kuda Reni terparkir dengan cantik di parkiran." Si boto Lo diem diem di sini ya. Tuh lo udah kumpul Ama temen temen jangan nakal ya. Ada yang nakal tabrak aja oke. "Kata Reni yang ngomong sendiri di depan motornya sambil usap usap kuda kesayangannya.


"Reni Reni,kelamaan jomblo sampe motor Lo ajak ngomong. Kalau pacar Lo tau Lo kurang waras gini. Kira kira pak Lukman gimana ya ekspresi mukanya." Kata Gita, dengan terkekeh.


"Begini ni Git mukanya pak Lukman". Dengan kedua bola matanya di dekati (jereng) lalu dengan mulut menganga.


Gita pun meletakkan tas nya di dalam lokernya bersama Reni. Yang Gita bawa hanya handphone, dan celemek. Lalu seperti biasa Reni mangkal dulu di grup Gita dkk. Ga afdol kalau Reni ga absen sama anak produksi untuk sekedar menghibur diri.


"Assalamualaikum ....Hai hai hai semua." Panggil Reni ke anak produksi.


"Waalaikumsallam...Di mana ada Gita di situ Reni berada.. "kata Joko yang sedang mengambil perlengkapan.


"Iya dong Joko namanya best friend." Kata Reni sambil tangannya merangkul pindah Gita.


Gita hanya tersenyum mendengar temennya bicara. Dan mereka pun saling mengobrol dan bercanda. Dan ada pula yang sedang mengaduk coklat yang sudah hampir cair.

__ADS_1


" Zal gue bikin lollipop sekarang aja ya."Pinta Gita yang di acungi jari jempolnya.


"Ko bikin nya pagi Git. " Tanya Joko yang mengaduk coklat.


"Mumpung masih semangat gue khusus bikin itu setengah. Gue bikin 100 lollipop Joko. Kalau gue lagi nggak semangat gue bikin nya takut jelek. Bikin itu sesuai hati dan perasaan ". Kata Gita yang di angguki oleh Fahri.


"Iya iya lo butuh coklat mana." Tanya Rizal yang sudah siap mengambil coklat di dalam kardus.


"Gue butuh coklat D*rk dan wh*it. Tapi setengah setengah ya.."Kata Gita yang sudah siap dengan perlengkapan nya.


"Coba Git sini gue liat cetakan bentuk apa aja. Kayaknya lucu lucu ya." Kata Reni yang sudah mengambil cetakannya dari tangan Gita.


"Iya lucu kaya aku." Kata Gita dengan percaya diri.


Membuat semua tertawa mendengar ucapannya Gita.


"Iya Gita kamu memang hiburan buat kita.. kalau kamu bete kita juga males kerja nya. Apa lagi kaya kemarin datang datang dari atas kaya habis nangis." Kata Joko membuat Reni melirik ke arah Gita.


"Gita nangis kenapa, Elo nangis Git." Tanya Reni.


"Yang kemarin Reni sama Bu Mutia. Udah aah jangan di bahas lagi."Kata Gita, Dengan melotot ke arah Joko yang keceplosan ngomong.


" Elo masih punya hutang penjelasan ke gue. Entar gue tagih. Gue mau ke atas dulu". Kata Reni yang berjalan meninggalkan produksi.


"Gara gara elo Joko pasti Reni marah sama gue." Kata Gita melotot ke arah Joko. Joko hanya nyengir saja.

__ADS_1


Reni pun jadi kesel sendiri karena Joko. Akhirnya coklat yang untuk Gita pun sudah lumer semua Gita membutuhkan plastik segitiga. Gita pun mengambil plastik segi tiga.


__ADS_2