Cinta Anggita

Cinta Anggita
Gilang meminta maaf


__ADS_3

"Terserah elo deh Cit, elo mau ngomong apa. Yang jelas gue gak seperti apa yang elo bilang. Oow mungkin elo ngiri sama gue, karena gue lebih beruntung dari pada elo. " Gita berusaha memanas manasi Citra.


"Berengsek loe ya, dasar cewek ma*re". Citra berusaha mengangkat tangannya ingin menampar Gita .


Namun di tahan oleh seseorang, yaitu Fahri.


"Apa apaan si kalian berdua, ini tuh di tempat kerja masih aja berantem". Fahri memisahkan Gita dan Citra.


"Cewek yang selalu elu kagumi tuh nampar pipi gue, salah kalau gue ingin bales". Ucap citra dengan kesal.


Mendengar itu dari mulut Citra, Gita langsung melihat ke arah Fahri. Dan Fahri diam seribu kata.


" Kenapa diam aja lo, benar kan elo itu suka sama Gita. Sekarang elo kecewa kan, hati lo patah karena Gita udah tunangan sama bos Lo sendiri. Kasian banget si Lo, suka sama cewe matre kaya Gita". Ledek Citra.


"Elo tuh.... Iiiihh gue bejek bejek mulut Lo." Gita berusaha menjambak Citra di tahan oleh Fahri." Lepasin , nih cewek mau nya apa, dari tadi menghina dan fitnah Mulu". Fahri memegangi tangan nya Gita.


"Hentikan.." Tiba tiba terdengar suara seseorang menghentikan perdebatan tiga orang itu.


"Pak". Suara Fahri dan Citra


"Mas.." Suara Gita.


Dan tangan Fahri masih memegangi tangan Gita.


" Lepasin tangan kamu dari Gita". Kata Gilang dengan tatapan tajam ke arah Fahri. Dan Fahri pun segera melepaskan tangannya Gita.


Gilang melihat ke arah Citra." Kamu, besok temui saya keruangan, Sekarang kembali kamu keruangan." Citra pun mengangguk dengan menunduk, lalu pergi meninggalkan Gita dan Fahri.


Lalu Gilang menatap tajam ke arah Fahri.


" Dan kamu, saya ingatkan kamu buang perasaan kamu itu.?" Gita memegang lengan Gilang, dan Gilang melihat kearah Gita dengan sekilas." Sekarang kamu kembali bekerja". Gilang menyuruh Fahri pergi, Fahri mengangguk dan langsung meninggalkan Gita.


Tinggal Gita di hadapan Gilang, Gita hanya menundukkan tak berani melihat kearah Gilang. Gilang masih menatap Gita dengan diam, diam nya Gilang tanda marah nya dia.

__ADS_1


"Ikut saya, ambil tas kamu". Tangan Gilang menggandeng tangan Gita.


Gita mengikuti di belakangnya, dengan sedikit takut yang Gita rasakan saat ini. Lukman dan Reni melihat Gita membuka lokernya lalu menghampiri Gita.


"Loh Git, mau kemana.?" Tanya Lukman.


"Gita mau saya ajak keluar, titip kerjaan , awasi karyawan." Perintah Gilang.


Lalu Gita mengeluarkan makanan nya , dan memberikan makanan nya ke Reni.


" Ini Lo makan ya Ren,sayang sayang kalau nggak di makan."


"Git Lo kenapa.? Lo habis nangis ya, mata Lo merah. Kalau makanan nya Lo kasih ke gue, Lo makan apa.?"


"Gue gak kenapa-kenapa tadi ada masalah aja sama citra. Dan langsung nafsu makan gue hilang Ren, nih buat Lo aja sama pak Lukman." Kata Gita dan Reni pun mengambil makanan dari tangan Gita.


"Ayo Git". Gilang memegang tangan Gita, dan membawa Gita ke mobilnya. Lalu Gilang mengendarai mobilnya Meninggalkan pabrik.


Selama di dalam mobil Gita maupun Gilang hanya diam, hanya terdengar suara deru mesin mobil saja. Gilang mengendarai mobilnya dengan fokus, sesekali Gilang melirik ke arah Gita. Gilang melirik ke arah Gita yang sedang menatap luar, melihat pemandangan di luar dari dalam mobil.


Dan Gita pun tidak tau, untuk apa Gilang mengajak ketempat ini.


Gilang masih melihat kearah Gita, walaupun Gita tak melihatnya tapi Gita tau, kalau calonnya itu memperhatikan dirinya.


"Boleh saya tanya sesuatu sama kamu.?"


"Iya tanya saja, mas Gilang mau tanya apa.?"


" Selain Andi apa kamu juga menjalin hubungan dengan orang lain". Gita melihat ke arah Gilang, maksud dari pertanyaan Gilang itu apa". Maksud saya apa Fahri mantan kamu juga, apa kalian pernah sempat punya hubungan. Dan Sama menjalin hubungan." Gilang membuang nafasnya." Saya tidak mau kalau nanti saya tau kalian pernah Sama sama punya rasa, tapi kalian saling menyembunyikan perasaan kalian itu".


"Pasti mas dengar ucapan yang tadi Citra ucapakan, iya kan. Gita tau pasti mas akan tanyakan ini ke Gita, Gita tau itu." Gita tersenyum kecut mendengar ucapan Gilang itu." Terus mas Gilang ragu dengan Gita, dan mas pasti berfikir yang tidak tidak kan dengan apa yang tadi Citra ucapakan." Terdengar suara Gita yang bergetar.


" Bukan begitu maksud saya Git, saya hanya tidak mau nantinya kamu menyesal Git. Saya tidak ingin nanti kamu menyesal dengan hubungan yang kita jalani ini". Jawab Gilang, dengan matanya menatap Gita yang mengusap pipinya karena Gita menangis.

__ADS_1


" Git saya hanya tidak ingin kamu menyesal nantinya, karena sudah menikah dengan seorang duda mempunyai anak satu seperti saya".


" Baik, aku jelasin semua, sebelum sama Andi, aku mempunyai masalalu dengan dua pria. David dan Riko Dan terakhir Andi, stelah itu aku ga pernah punya hubungan atau perasaan dengan siapapun. Mau Rizal atau Fahri, ya memang Rizal pernah ungkapin isi hatinya, tapi itu sudah lama saat aku masih sama Andi. Dan itu aku tolak, karena aku sudah sama Andi, aku menjaga hati nya Andi. Kalau Fahri aku gak tau, kalau dia itu suka sama aku. Aku sudah katakan semuanya pada mas Gilang, apa mas masih ragu, apa yang aku ceritain ini kepada mas Gilang ". Kata Gita yang menjelaskan dan Gita pun juga menghapus air matanya.


Gilang menjadi tak tega dengan Gita seperti itu. Gilang pun menggelengkan kepalanya mencoba menyentuh tangan Gita, namun Gita menolak untuk di sentuh.


"Git aku tidak ragu menjalin hubungan sama kamu, maaf aku udah buat kamu sedih". Gilang masih melihat Gita yang masih bersedih.


"Sekarang tidak ada lagi yang mas Gilang tanyakan lagi kan sama aku. Sekarang aku mau pulang". Gita hendak membuka pintu mobilnya namun di halangi oleh Gilang.


Gilang segera menahan tangan Gita, agar tidak membuka pintunya.


" Git, Git... Aku minta maaf".


"Mas Gilang gak salah ko, di sini aku yang salah." Gita mencoba melepaskan tangannya Gilang dengan halus, dan mencoba tersenyum.


" Sekarang aku mau turun ya, aku pulang sendiri". Gilang menggelengkan kepalanya. Lalu Gilang menekan tombol, untuk mengunci pintu mobil secara otomatis.


"Maafin aku dulu".


"Apa yang harus di maafkan sih mas, kamu gak Salah".


" Tuh masih bilang begitu. Git, aku memang dingin. Tapi aku tidak bisa melihat seseorang itu sedih di hadapan aku, apa lagi aku yang salah".


Gita melihat ke arah Gilang, yang meminta maaf dengan tulus itu. Gilang Memegangi tangan nya Gita, dengan wajah memohon. Gita ingin tertawa sebenarnya, jika laki laki di dekatnya, yang berstatus tunangan dan bos nya itu. Kini dirinya meminta maaf ke Gita, yang hanya karyawan nya, yang juga berstatus calonnya juga..


Gita pun menarik nafasnya,lalu di buang secara perlahan. Dan melihat ke arah pria di hadapannya itu, dengan tersenyum kearah Gilang, membuat Gilang membalas senyuman nya itu.


" Yasudah aku maafin kamu. Tapi aku mohon sama kamu ya mas, jangan pernah ragu sama perasaan aku ini. Sebab aku gak suka itu, kamu tau sendiri kisah aku mas, hancurnya aku seperti apa. Justru itu aku gak mau ada keraguan dari kamu, karena itu akan membuat perasaan kamu goyah mas".


"Iya sayang, aku minta maaf, aku salah". Ucap Gilang, dan Gita mengangguk kan kepalanya. Lalu Gilang mengecup kening Gita.


Dan akhirnya mereka pun berbaikan. Memang disini Gilang lah yang terlalu posesif ke Gita. Mungkin karena Gilang yang benar-benar sudah jatuh cinta sama Gita, membuat Gilang sedikit bucin ke Gita.

__ADS_1


Bersambung...


__ADS_2