Cinta Anggita

Cinta Anggita
H-2 Kedatangan Om Ridwan


__ADS_3

"Kenapa sih Git, aku kangen tau sama kamu.?" Gita segera menutup mulut suaminya itu, agar tidak melanjutkan ucapannya itu.


Gilang heran melihat istrinya, lalu mata Gita menunjukkan ke arah layar handphone nya. Di sana Gilang melihat ada Reni yang sedang menganga di depan layar handphone Gita.


Tanpa rasa malu,dengan wajah datarnya. Gilang menyapa Reni." Hai Reni, maaf saya tidak tau kalau kalian sedang video call. Jadi kamu melihat adegan yang seperti tadi, tapi gak apa lah. Kan kamu sebentar lagi akan menikah dengan Lukman, jadi yang sabar ya". Gilang mengedipkan mata sebelah nya ke arah Reni. Lalu Gilang kembali mengecup kening Gita, dan pergi ke dalam tandas, tanpa rasa bersalah dan malu.


"Wow baru tau gue agresif banget, pak bos kita itu Git.


Udah kaya harimau yang siap menerkam mangsanya, aaagggrrrhhh...." Kata Reni meniru gaya harimau mengaum.


Gita dengan di ledek Reni menutup wajah nya dengan selimut, hanya terlihat matanya saja. Gita sangat malu dengan Reni yang melihat tingkah suaminya itu.


"Nanti Lo juga bakal ngerasain apa yang gue rasain. Nanti elo yang bakal diterkam sama mas Lukman, atau jangan jangan elo kali yang nerkam dia dulu an ya Ren.?" Gita tertawa karena bergantian meledek Reni. Dan mereka pun saling tertawa,karena saling meledek satu sama lain.


Dan akhirnya merekapun menyudahi video call mereka. Reni melanjutkan untuk istirahat, tapi tidak dengan Gita yang terganggu saat ingin istirahat.


Selesai habis dari dalam tandas, Gilang dengan wajah dan badannya yang segar. Mendekati istrinya yang akan bermimpi indah.


Seperti biasa Gilang meminta absen dari Gita, karena sudah seminggu Gilang libur bercocok tanam dengan Gita. Karena Gilang tau di masa masa itulah waktu masa suburnya, masa masa bagus untuk waktu bercocok tanam. Pasti mereka akan mendapatkan bibit unggul, kalau bercocok tanam di saat itu.


Beeuuhh... Mas Gilang itu pintar kale, udah kaya mahasiswa pertanian. Yang paham dengan bibit unggul untuk bercocok tanam. Hahaha.... Memangnya kau tanam bibit apa mas mas... Author jadi bingung, pake ada absen segala. Ckckckckck.....


H-2


Di kediaman rumah Lukman, kini om Lukman, yang bernama Doni,adik dari ayahnya sudah datang bersama anak dan istrinya nya.


"Padahal dulu ya kamu itu sering om gendong loh Man. Sekarang kamu sudah mau menikah memiliki istri, semakin tua saja om ini.?" Banyol om Lukman membuat semua keluarga terkekeh.


"Om jangan Sepertinya om ini menolak untuk tua ya, Damar dia juga pasti sudah mempunyai pacar di luar kan.?" Sambil menunjuk ke arah sepupunya itu.

__ADS_1


Sedangkan Damar hanya terkekeh saat namanya di sebut. Damar yang berusia 25 tahun, diam diam sejak tadi dia memperhatikan Gita yang sedang kumpul di ruang lain.


"Ka Luk, itu siapa.?" Sambil berbisik ke Lukman, tapi Matanya mengarah ke arah Gita,yang sedang tertawa bersama anak kecil.


Mata Lukman menunjuk ke arah Gita yang sedang duduk bersama keponakannya." Kenapa memangnya.?"


" Cantik ka, boleh tidak minta nomor handphone nya.?" Sambil menyengir, Lukman melihat Gilang yang sedang mengobrol bersama om Doni. Takut takut Gilang mendengar bisa kacau.


"Jangan dia, bisa berabeh urusannya nanti. Bisa bisa perang dunia akibat macan hutan mengamuk." Lukman pun ikut berbisik.


"Maksud Lo apaan si Ka, macan hutan mengamuk, perang dunia. Gue gak ngerti, memangnya tuh cewek siapa.?"


"Lo liat anak kecil itu, gadis itu Mamahnya. Dan itu yang lagi ngobrol sama ayah Lo, itu Suaminya. Lo tau kan kalau mau makan ayam harus di sembelih terlebih dulu lehernya." Damar pun mengangguk kan kepalanya." Nah kalau elo deketin dia, Lo akan mengalami hal yang sama kaya ayam tersebut.leher Lo otek, mau Lo bernasib sama kaya ayam." Damar pun segera menggelengkan kepalanya, dan Damar melotot dengan memegang lehernya. Bahkan saat ingin menelan ludahnya sendiri saja sangat sulit Saat membayangkan apa yang Lukman ucapkan.


Sedangkan Lukman bibirnya berkedut menahan tawanya, melihat adik sepupunya ingin mendekati Gita.


Saat mereka semua sedang asyik berbincang, terdengar suara seseorang mengetuk pintu.


"Waalaikumsallam". Serentak menjawab salam, dengan tersenyum semua melihat siapa yang datang.


" Ridwan". Panggil pak Hendra yang menghampiri orang itu. Lalu mereka pun saling berpelukan, karena sudah lama tidak bertemu.


"Mas Hendra, ya Allah bagaimana kabarnya.?"


"Baik baik, ayo masuk. Saya pikir kamu tidak bisa datang ke acara keponakan kamu ini."


Pria yang bernama Ridwan pun bersalaman dengan semua orang di sana, terutama kepada Lukman.


"Bagaimana bisa saya tidak hadir di acara pernikahan bocah nakal ini. Saya akan menyempatkan diri untuk datang mewakili mas Herman".

__ADS_1


Om Ridwan pun langsung memeluk Lukman dengan rasa rindu yang teramat sangat, karena keponakan nya yang dulu ia sering ajak bermain kini akan segera menikah.


Lalu Ridwan pun duduk bersebelahan dengan pak Hendra,dan mereka pun saling berbincang. Namun sesekali om Ridwan mencuri curi pandangan untuk melihat mamah Henny,dan mama Henny juga menangkap basah Ridwan menatap dirinya.


Flashback on


Setelah ayahnya Lukman meninggal, di saat Lukman berusia empat tahun. Dan dua tahun kemudian Ridwan berniat ingin menikahi Henny, namun Henny menolaknya. Dengan alasan masih ingin sendiri dulu, Ridwan paham akan itu. Mungkin Henny masih belum bisa menerima pengganti suaminya mas Herman.


Dan akhirnya Ridwan pun memutuskan untuk membuka usaha rumah makannya di Bandung. Dan dua tahun kemudian Ridwan menikah dengan seorang gadis di sana bernama Hesti, dan di karuniai seorang gadis kecil cantik. Dan di usia tiga tahun pernikahan mereka, Hesti meminta pisah dengan alasan sudah tak cinta, padahal di berselingkuh dengan mantan pacarnya. Ridwan kini menetap di Garut untuk melupakan kenangan saat bersama mantan istrinya. Dan membuka usahanya kembali di sana dan sampai sekarang, dia pun menetap di sana. Ridwan akan datang ke Jakarta hanya datang ketempat adiknya yaitu Doni, ingin dia datang menemui Lukman namun dirinya akan nampak malu jika bertemu Henny.


Flashback of


"Aku pikir om tidak akan datang ke acara ku ini?"


"Tidak mungkin Man, kamu itu keponakan om yang pertama. Kamu itu dulu, kalau belum Om gendong pasti terus menerus merengek minta gendong. Masa sekarang giliran mau menikah om gak datang. Pasti om usahakan untuk datang boy." Sambil terkekeh dan semuanya pun ikut tertawa.


Mama Henny datang bersama dengan Gita, membawakan minuman untuk Ridwan dan yang lainnya dengan di bantu oleh Bu Narti, yang membantu pekerjaan rumah mamah Henny .


" Di minum Ridwan, pasti kamu haus di perjalanan kan.?" Ucap pak Hendra.


"Iya mas, yuk saya minum dulu ya". Ssruuuup.... Aaah. Lalu Ridwan melihat Gita yang duduk di samping Gilang.


" Loh dia istri kamu Lang.?"


"Iya om, dia istri saya om". Gilang tersenyum dengan merangkul pundak Gita.


"Pintar sekali kamu memilih istri Lang.?" Seperti ayah kamu, pintar memilih mamah mu". Goda Ridwan membuat Gilang tersenyum, dan Gita nampak malu karena jadi bahan perhatian semuanya. Dan semua pun tertawa mendengar banyolan Ridwan.


bersambung.....

__ADS_1


...Trimakasih semuanya sudah mampir ke karya ku ini. Jangan lupa untuk tinggal jejak kalian 👍, dan komentar agar author semangat buat bikin ceritanya. Trimakasih...🙏🙏🙏🙏...


__ADS_2