
Riko pun mengangguk kan kepalanya, lalu Gita pergi meninggalkan Riko sendiri. Dan Riko hanya menatap kepergian Gita dengan suaminya itu, ada rasa sesak yang Riko rasakan saat ini. Karena nama Anggita masih tertulis di hatinya dan sebenarnya Riko masih mengharapkan. Namun kini Gita sudah menjadi milik orang lain, perlahan Riko ingin menghapus nama Gita dari hati nya walaupun masih terasa berat.
Selama Gita dan Gilang berjalan, Gilang menggenggam tangan Gita dengan sangat erat. Menggenggam namun tak ada obrolan dari Gilang, yang ada hanya menggenggam tangan Gita.
" Mas ko diem aja.? Tangan aku sakit atuh di pegang nya kekencangan ". Gilang pun langsung melepaskan tangannya Gita, lalu melihat tangannya memerah.
"Maaf Git, yasudah kita jalan lagi." Kata Gilang lalu menggenggam tangan Gita kembali, namun tidak erat seperti tadi.
Dan mereka pun tidak ada yang saling bicara, begitu pun Gita yang takut melihat ekspresi wajah suaminya yang garang.
Dan kini mereka sudah sampai di rumah. Jessy memberikan boneka yang satunya untuk Chika, karena tadi ayah nya sudah bilang untuk berbagi dengan adiknya. Dan Jessy pun tak keberatan untuk berbagi dengan Chika.
Gita dan Jessy langsung bersih bersih dan masuk kedalam kamarnya, dan Gita menemani Jessy memainkan boneka yang baru saja di beli.
Cklak..... Suara pintu terbuka, dan melihat Gilang masuk ke dalam kamarnya. Gilang melihat cilok yang tadi Gita beli pun belum di makan, masih berada di atas meja.
" Git, kamu tidak makan cilok kamu.?" Gita menjawab pertanyaan suaminya dengan menggelengkan kepalanya.
Dan Gilang tau istrinya pasti marah, karena selama bersama dirinya hanya diam stiap Gita tanya.
Jessy meletakkan bonekanya di kasurnya. "Mah Jessy sudah mengantuk". Kata Jessy dengan menutupi mulutnya sendiri, karena menguap.
"Ya sudah kalau kamu sudah ngantuk yuk bobo. Sudah malam Jessy juga harus istirahat ya sayang". Jessy pun mengangguk, lalu mengambil posisi di ujung tempat tidur.
Gita pun merebahkan tubuhnya di samping Jessy, dan Gilang memperhatikan istri nya yang cuek dengannya.
Akhirnya Gilang pun ikut merebahkan tubuhnya di atas kasur, di samping Gita. Dengan Gita yang berada di tengah-tengah Jessy dan Gilang.
Gita terus membelai rambut Jessy,sampai anak itu benar-benar memejamkan matanya dan tertidur.
Gilang merasa tidak nyaman dengan istrinya yang diam saja,tanpa suara dan bicara kepada nya. Gita pun sebenarnya merasa tidak nyaman, tidur yang saling diam tak bicara apapun. Sejak dirinya menjadi seorang istri, Gita selalu bercerita kepada suaminya. Dan begitu pun suaminya yang selalu bercerita kepada nya saat menjelang tidur.
Ada rasa sedih yang Gita rasakan. Saat Gita memejamkan matanya ada tangan kekar memeluk pinggang hingga ke perut Gita. Dan ada suara Gilang berbisik di telinganya.
"Maaf".
__ADS_1
" Maaf kenapa mas.? Kamu tidak salah, tidak ada yang harus di maafkan".
" Aku tidak bisa Git, kalau kita saling diam seperti ini.?"
"Kamu yang diami aku mas.? Aku hanya tidak mau membuat kamu semakin marah sama aku.?" Ada rasa bergetar saat Gita bicara seperti itu, dan Gilang bisa merasakan.
Lalu Gilang membalikkan tubuh Gita, agar Gilang bisa melihat wajah Gita.
Gita melihat wajah suaminya sudah tidak sedingin seperti tadi, Gilang menunjukkan tatapan hangat kepadanya.
" Maafin aku Git, atas sikap aku yang cuekin kamu. Aku tidak bermaksud seperti itu, aku hanya merasa kesal melihat kamu begitu akrab dengan pria itu.?" Saat suaminya bicara seperti itu, sebenarnya Gita ingin tersenyum, namun dia berusaha untuk menahan senyumnya.
"Tapi jujur tadi aku gak sengaja menabrak dia mas, ternyata ka Riko yang aku tabrak mas. Ya karena kamu sedang menerima panggilan ya kita saling ngobrol mas. Saat dia bertanya, kamu Sudah menjawabnya terlebih dahulu. Padahal aku sudah bilang ingin menyusul Jessy dengan kata anak ku, tapi kamu tetap cuekin aku mas". Jawab Gita dengan panjang lebar, membuat Gilang semakin merasa bersalah.
"Maaf sayang, jujur aku cemburu melihat kedekatan kalian". Kata Gilang dengan mencium tangan Gita yang dia genggam.
" Yasudah mas aku maafkan kamu, kita lupakan saja ya mas yang tadi. Yang penting aku sudah tidak ada rasa apa pun dengan Ka Riko, yang ada hanya kamu dan Jessy saat ini." Mendengar seperti itu Gilang langsung tersenyum dan memeluk tubuh istrinya,lalu mengecup kening Gita.
"Trimakasih sayang, maaf aku terlalu posesif sama kamu. Aku sangat mencintai kamu Anggita". Gilang semakin mendekap erat sang istri. Dan Gita pun tersenyum mendengarnya.
"Aku juga mas trimakasih kamu sudah menyayangi aku, aku senang kamu laki laki baik yang bersama ku saat ini. Aku senang berada di tengah-tengah kalian". Ucap Gita dalam hatinya.
"Gita itu jajanan kamu gak di makan, sayang kalau sampai gak di makan.?"
"Tadinya aku mau makan berdua sama kamu, tapi ko aku sekarang udah gak nafsu lagi makan nya. Aku males makan nya mas, udah biarin aja". Gilang jadi merasa bersalah karena dirinya, Gita jadi tak memakan makanan kesukaannya dia.
"Maaf ya sayang gara gara aku kamu jadi males makan itu. Tapi kalau gak di makan sayang banget, mubazir banget sayang. Sedangkan di luar sana banyak yang masih kesusahan untuk makan, di makan ya. Aku suapi deh sekalian aku cobain jajanan kesukaan kamu ini." Kata Gilang dengan membuat Gita tersenyum lalu mengangguk kan kepalanya.
Dan akhirnya mereka berdua memakan cilok yang tadi Gita beli, dengan Gilang menyuapi ke mulut istri nya. Hingga mereka pun saling bercanda dan tertawa bersama.
****
Sedangkan di halaman rumah,Riko sedang duduk termenung. Ada senyum di sudut bibirnya, saat mengingat saat masih bersama dulu.
flashback
__ADS_1
Dulu waktu adiknya masih sekolah memakai baju putih abu-abu. Adiknya membawa dua orang temannya main kerumahnya. Ya adiknya membawa teman nya bernama Andi dan Gita. Dan Reni sering mengajak Gita ke rumahnya, untuk bermain dan bahkan Reni mengajak Gita untuk latihan bela diri.
Gadis yang awalnya pendiam, dan pemalu, berubah drastis menjadi gadis yang ceria. Bahkan saat Reni sedang sedih saat putus dengan kekasihnya,Gita lah yang selalu ada dan menghibur Reni .
Dan Reni pun juga mengajak Gita untuk ikut latihan dirumahnya.
Setiap kali Gita latihan bela diri, karena Reni mengajak Gita untuk ikut beksi. Dengan di latih oleh Riko,dan saudara nya. Jadi makin sering Riko melirik Gita , dan diam diam mencuri perhatian Gita.
Semakin lama Riko menyukai Gita,dan berusaha mendekati Gita. Dian diam Riko meminta nomor handphone Gita dan mereka saling mengirim pesan dan saling komunikasi.
Semakin lama diam diam mereka menjalin hubungan tanpa sepengetahuan keluarga, dan hanya kedua orang tua Gita saja yang tau, karena Riko sering mengajak Gita keluar.
Riko sering mengajak Gita keluar, dan bahkan sering mengajak Gita ke tempat temannya.
Namun suatu ketika mereka sedang menaiki motor. Tiba tiba Ban motor Riko bocor karena ban motornya terkena paku di jalan. Dan mereka menunggu motor di bengkel karena motornya sedang di ganti ban nya.
Sambil menunggu motor nya selesai, Riko melihat ada tukang cilok yang lewat depan bengkel.
" Git, kamu mau cilok gak.? Tanya Riko, dan Gita pun mengangguk.
Dan akhirnya Riko membeli cilok, namun hanya satu bungkus. Cilok yang sebungkus plastik berisi penuh,dengan bumbu kacang dan saos sambal.
Dan Riko membeli dua botol minuman air mineral, lalu Riko mendekati Gita dan duduk di samping Gita.
"Ko beli nya hanya satu ka.?" Tanya Gita membuat Riko tersenyum.
" Iya sayang, aku sengaja beli satu bungkus tapi isinya banyak. Biar makin romantis, makan satu bungkus berdua sayang". Jawab Riko dengan terkekeh, membuat Gita menggelengkan kepalanya." Aku suka aja Git, kalau makan seperti ini Git. Apalagi makan nya sama kamu, pacar aku sendiri." Kata Riko dengan membelai pipinya Gita.
Kata kata dan sikap Riko membuat Gita terasa melayang. Pria tampan baik hati, bisa jatuh cinta dengan gadis bertubuh gemuk seperti dirinya.
Dan akhirnya mereka pun menikmati cilok yang Riko beli,dengan satu bungkus di makan berdua. Dengan Riko bercerita membuat Gita tertawa mendengarnya. Bahkan mereka lupa kalau mereka sedang berada di bengkel motor, karena canda tawa dari mereka.
Entahlah Riko memang benar benar sudah jatuh hati dengan Gita. Walaupun banyak yang bilang kalau Gita itu gadis yang bertubuh besar tidak cocok dengan nya. Tidak membuat Riko malu, karena bagi Riko dia gadis yang berbeda dengan gadis lain.
Mungkin benar banyak yang bilang kalau cinta itu buta, ya Riko sudah buta akan cintanya kepada Gita. Gadis yang bertubuh gemuk, dan sahabat dari adiknya tersebut. Walaupun hubungan yang mereka jalani tidak lama, tapi bisa membuat nama Anggita selalu melekat di hatinya.
__ADS_1
flashback of
bersambung....