
Bocil masih di larang baca ya!!!!!!😄
Gilang pun masih melanjutkan permainan. Saat di bagian hutan yang lebat, tubuh Gita bergetar sangat hebat saat ada sesuatu yang menusuk bagian bawahnya. Saat Gita mengeluarkan teriakan suaranya, Gilang menutup nya dengan sebuah Ciu*an lembut pada Gita. Gilang masih menjalani permainan, dan Gilang mendengar suara merdu yang Gita keluarkan. Dengan memanggil namanya membuat Gilang semakin semangat memainkan permainan. Sampai mereka pun memainkan permainan itu dengan bersamaan, sampai permainan yang mereka jalani sampai akhir finis.
Setelah permainan mereka selesai, Gilang mengecup kening Gita dengan lembut. Gilang semakin mencintai Gita karena Gita bisa menjaga mahkota nya selama ini.
Di dalam selimut, mereka masih merasa lelahnya permainan mereka.
" Trimakasih ya Git, kamu sudah memberikan hak ku malam ini. Dan kamu juga sudah menjaga mahkota mu yang begitu berharga untukku." Ucap Gilang dan Gita pun merasa malu, dan Gita pun mengangguk.
Dan Gilang tersenyum melihat wajah Gita yang memerah, dan Gita pun merasakan wajahnya terasa hangat. Gita pun mengumpat wajahnya di dada bidang Gilang, dan Gilang pun terkekeh dengan sikap Gilang.
Gita Dan Gilang Mereke membersihkan diri mereka. Setelah selesai mereka pun tertidur dalam satu selimut, dan tidak ada lagi guling penjaga di tengah tengah mereka. Gilang sudah memindahkan itu semua dari hadapan Gilang, dan justru Gita lah yang berada di dekapan nya saat ini.
Gilang menarik tubuh istrinya untuk mendekat kepadanya, agar Gilang bisa mendekap Gita lebih lama. Dan Gita pun akhirnya tertidur di dekapan Gilang, dengan Gilang yang masih membelai lembut rambut Gita. Dan Gita pun merasakan nyaman berada di dekapan Gilang yang dimana sudah menjadi suaminya.
Tapi tidak dengan Gilang yang masih tersenyum dengan kejadian yang baru dia rasakan kembali. Setelah kepergian mendiang istrinya, Gilang selalu sabar menunggu adanya wanita untuk menemani nya tidur secara sah.
Bukannya tidak ingin, dirinya sangat ingin ,tapi kendalanya ada pada putri kecilnya. Gilang tidak ingin egois memikirkan dirinya sendiri,hanya untuk menyalurkan hasratnya saja. Dirinya juga harus memilih gadis yang tepat, baik sayang dengannya dan juga anaknya.
Gilang masih menatap wajah Gita yang kini sudah menjadi istri nya. Gilang masih betah dengan menatap dan mengecup wajah istrinya.
Walaupun lampu sudah di matikan, masih ada lampu tidur di atas meja mereka. Dan waktu pun sudah menujuk kan pukul 12 malam, tapi mata Gilang enggan untuk terpejam.
__ADS_1
Saat tidur Gita merubah posisi Gilang menarik tubuh Gita kembali, agar menghadap dirinya. Dan Gilang mulai kembali menci*mi dari wajah bibi* dan bagian leher Gita.
Di sana Gilang membuat stempel tanda pemiliknya, di bagian itu. Gita menggeliat dan mengeluarkan suara kicauan yang sangat merdu, Membuat Gilang semakin menggila.
Gilang kembali membuka kemasan yang tadi Gita gunakan kembali. Sedangkan Gilang memang tidak memakai kemasan sejak permainan awal tadi, karena Gilang sudah yakin untuk satu permainan Gilang masih kurang. Dan sengaja Gilang tidak memakai kemasannya kembali, karena Gilang akan memulai permainannya yang ke dua, pada istrinya ini.
Gita merasa tubuhnya seperti di tindih oleh seseorang. Benar saja saat Gita membuka matanya yang masih sayup-sayup, melihat suaminya yang kini sudah berada di atas tubuhnya. Gita melihat suaminya yang sudah tersenyum kearahnya, dan Gita pun Membuka matanya dengan lebar lebar. Tubuh Gilang sudah berada di atas tubuhnya, dan Gita melihat tubuhnya pun juga sudah tidak memakai kemasan lagi.
" Mas, kamu mau ngapain lagi..?" Gita pun merasa panik, karena Gilang menahannya tubuhnya menggunakan kedua tangannya. Jika tangannya di pindahkan sudah pasti tubuh Gita tertindih oleh tubuh suaminya yang sangat kekar itu.
" Maaf sayang, aku menginginkan nya kembali". Kata Gilang dengan senyuman nakal nya.
Mata Gita pun langsung terbuka dengan sempurna, mendengar suaminya berkata seperti itu. " Boleh kan Git.?" Tanya Gilang dengan tatapan yang membuat Gita sulit untuk menolaknya.
Mmmpphhh.... Ci*man yang Gilang berikan membuat Gita tidak bisa bersuara. Hingga permainan pun berlanjut dengan adegan lain nya.
Gilang pun juga membuat stempel merah di setiap leher jenjang Gita. Lembah dan perbukitan pun di beri tanda miliknya oleh Gilang, Gilang merasakan kerinduan yang selama bertahun-tahun ia tahan.
Kini mulai permainan selanjutnya, Gilang pun menancapkan panah nya tepat pada sasaran. Hingga tubuh Gita bergetar, dan mengeluarkan suara merdunya setiap kali Gilang menggerakkan panahnya.
Tangan Gita menarik seprai, hingga seprainya pun terlihat berantakan posisi nya, tidak seperti semula.
Gita pun mencengkram punggung suaminya, hingga memanggil nama suaminya."aah... Mas... Gilang..." Gilang hanya memberikan sebuah Ci*man pada Bibi* Gita.
__ADS_1
Ci*man yang lembut, membuat Gita menahan rasa perih yang ia rasakan, tepat sasaran panah yang Gilang tancapkan. Sampai permainan panah asmara Mereka pun selesai Gita pun nampak lelah. Gilang pun merasa kan bahagia malam ini, walaupun tubuhnya lelah tapi dirinya sudah mendapatkan vitamin untuk tubuhnya.
Tak lupa Gilang memberikan kecupan di kening dan di bibi* Gita, kecupan kasih sayangnya. Gita pun bangun untuk membersihkan dirinya berjalan dengan menggunakan selimut di tubuhnya. Berjalan dengan rasa ngantuk dan lelah, yang Gita rasakan, menuju ke dalam kamar mandi.
Gilang hanya tersenyum melihat Gita seperti itu lampu kamar pun menyala. Dan Gilang melihat bercak darah, yang belum sempat Gilang lihat di permainan awal tadi. Dan Gilang pun tersenyum melihat bercak darah segar yang berada di seprai nya itu.
Kini Gita sudah keluar dari kamar mandi, dengan bibirnya yang berbentuk kerucut. Dan berjalan dengan lemas, lalu duduk di atas kasurnya.
Gilang terkekeh melihat Gita yang cemberut, dengan rambut yang acak-acakan. Terlihat lucu, dan semakin membuat gemas Gilang.
" Kenapa cemberut si.?" Gilang tersenyum dan merapihkan rambut Gita yang menutupi sebagian wajahnya.
"Dalam keadaan seperti ini saja kamu sangat menggemaskan Git, bagaimana bisa, untuk aku tidak jatuh cinta sama kamu Git. Terutama Jessy yang sudah jatuh hati sama kamu, dan aku pun akhirnya ikut jatuh cinta sama kamu Git". Ucap Gilang dalam hati, menatap Gita dengan penuh cinta.
Gilang pun mengecup pipi Gita, namun bibir Gita masih Cemberut seperti anak kecil yang tak boleh makan permen.
" Mas, kamu itu ya. Lihat nih, ini, ini dan ini. Hampir semua nya di sini merah semua karena perbuatan di Kamu mas. Ini baru pertama aku berstatus menjadi istri kamu, tanda merah ini sudah sebanyak ini." Kata Gita dengan menunjuk bagian tubuhnya yang berwarna merah. Yang di beri tanda pemilik oleh Gilang.
bersambung....
**Hallo semuanya... Sebenarnya Otak ku lagi sedikit gesrek, jadi aku masukan cerita panas dingin ini heheheh..... Ya kalau boleh jujur sih ya, aku buat cerita ini sedikit takut, takut di tolak, maklum author amatiran. Author recehan seperti aku ini masih rada rada ngeri..
Maaf untuk up besok mungkin agak lama ya, soalnya besok ada acara tawakufan, dan penutupan pengajian. Dan untuk semuanya yang sudah membaca cerita ini, aku sangat berterima kasih banget. Jujur tanpa kalian aku pasti galau dan gak akan semangat membuat ceritanya.
__ADS_1
...Jangan lupa untuk berikan Like komentar yang positif, untuk menyemangati ku. Apa lagi kalau kakak kakak sekalian ingin memberikan hadiahnya, sangat berterima kasih sekali. Dan semoga Allah membalas kebaikan hati kalian semuanya. trimakasih 🙏🙏🙏😄😄😄**...